Sebutkan tujuh langkah rekayasa genetika dengan menggunakan plasmid

Agrobacterium tumefaciens adalah bakteri patogen terhadap tanaman dikotil. Jika suatu tanaman dikotil terinfeksi oleh bakteri ini maka akan terbentuk tumor yang disebut crown gall. Kemampuan membentuk tumor ditentukan oleh plasmid Ti yang ada dalam  A. tumefaciens. Plasmid Ti mengandung suatu fragmen DNA yang disebut T-DNA (berukuran 15-30 kb) yang dapat diintegrasikan ke dalam DNA inti sel tanaman. Oleh karena itu plasmid Ti selanjutnya dikembangkan sebagai vektor untuk memasukkan DNA asing ke dalam sel tanaman.

     Proses rekayasa genetika dilakukan dengan terlebih dahulu mengisolasi DNA yang akan disisipkan. DNA asing disisipkan ke dalam vektor plasmid Ti sehingga akan terjadi rekombinasi pada fragmen T-DNA pada plasmid Ti. Plasmid Ti dimasukkan kembali ke dalam A. tumefaciens. Pada waktu  A. tumefaciens  menginfeksi sel tanaman, plasmid Ti rekombinan akan mengintegrasikan bagian T-DNA ke dalam DNA inti sel tanaman. Dengan demikian DNA asing tersebut akan ikut terintegrasikan ke dalam genom tanaman. Rekayasa genetika dengan menggunakan plasmid Ti dapat dilihat sebagai berikut.

Rekayasa genetik merupakan cabang ilmu yang berhubungan dengan modifikasi langsung atau perubahan susunan genetik dari suatu organisme hidup untuk mengekspresikan sifat-sifat yang tidak alami namun diinginkan. Dalam memodifikasi genetika biasanya menggunakan DNA dan transformasi gen tertentu untuk menciptakan variasi gen yang baru. Kira-kira apa saja komponen dari rekayasa genetik ini?

Prinsip dasar teknologi rekayasa genetik adalah memanipulasi atau melakukan perubahan susunan asam nukleat dari DNA atau menyelipkan gen baru ke dalam struktur DNA organisme penerima. Ada beberapa komponen utama yang digunakan dalam teknik rekayasa genetika antara lain enzim, vektor kloning, dan sel inang yang kompeten.

Enzim

Dalam rekayasa genetika digunakan 2 jenis enzim yaitu enzim restriksi endonuklease dan ligase. Enzim restriksi endonuklease berfungsi untuk memutus ikatan gula fosfat DNA dan memotong nukleotida-nukleotida yang spesifik pada DNA.

Oleh karena itu, enzim restriksi disebagai “gunting molekuler”. Sedangkan DNA ligase adalah enzim yang berfungsi untuk menyambungkan fragmen-fragmen DNA dengan cara membentuk ikatan diester antara dua nukleotida.

Vektor Kloning

Vektor kloning merupakan suatu komponen pembawa gen yang akan dimasukan ke dalam sel inang. Suatu ventor kloning harus memiliki bagian titik mula replikasi atau ORI (Origins of replication) yang menandai tempat dimulainya replikasi DNA, gen seleksi (selectable marker) yang membantu mengidentifikasi sel yang akan diubah dari sel aslinya, dan situs restriksi (restriction site) atau daerah kloning merupakan urutan DNA khas yang akan dikenali oleh enzim restriksi.

(Baca juga: Rekayasa Genetik dan Contohnya)

Suatu vektor kloning memiliki lebih dari satu situs restriksi. Beberapa situs restriksi untuk beberapa enzim endonuklease di dalam vektor disebut polylinker. Terdapat beberapa jenis vektor kloning yang telah diketahui yaitu plasmid, bakteriofaga, kosmid, vektor, YAC, virus hewan dan virus tumbuhan.

  • Plasmid, merupakan vektor kloning yang paling sering digunakan dalam proses kloning pada bakteri. Plasmid adalah DNA ekstrakromosomal yang biasanya berbentuk sirkuler, dan plasmid ini ditemukan dalam sel bakteri. Bakteri memiliki kemampuan pembelahan yang cepat, sehingga plasmid sering digunakan sebagai vektor pembawa gen untuk memproduksi suatu produk tertentu dalam waktu yang cepat.
  • Bakteriofaga, merupakan virus yang menginfeksi bakteri dengan memasukan DNA nya ke dalam bakteri inang. DNA virus dapat dimanipulasi dengan cara disisipi gen asing kemudian dimasukan ke dalam bakteri. Bakteriofafa yang dikembangkan untuk vektor kloning yaitu bakteriofag lambda dan M13.
  • Kosmid, merupakan kombinasi dari beberapa bagian vektor plasmid dan situs COS bakteriogaf lambda. Kosmid memungkinkan DNA target masuk ke dalam kepala lambda. Keuntungan dari penggunaan kosmid adalah tingkat efisiensi transformasinya yang tinggi dan dapat membawa 45kb DNA asing.
  • Vektor YAC, merupakan vektor yang dikembangkan untuk mengkloning segmen DNA yang sangat besar.
  • Virus hewan, DNA virus hewan dapat dimanipulasi untuk memasukan DNA asing ke dalam sel hewan yang dibudidayakan. Contohnya, Simian virus 40 (SV 40), Adenovirus dan Papiloma virus.
  • Virus tumbuhan, virus ini dapat dimanipulasi untuk memasukan DNA asing ke dalam sel tumbuhan. Contohnya, Tobacco Mosaic Virus (TMV) dan Cauliflower Mosaic Virus (CaMV).

Sel Inang yang Kompeten

Sel inang yang kompeten berfungsi untuk memperbanyak mokelul DNA rekombinan hasil rekayasa genetika. Beberapa sel inang yang dapat digunakan misalnya sel bakteri, ragi, sel tumbuhan dan hewan. Jenis bakteri yang paling sering digunakan adalah E-coli karena mudah tumbuh dan dikontrol, dapat menerima berbagai macam vektor, dan membelah dengan cepat.

Selain itu, sel kompeten adalah sel yang mampu dan siap menerima DNA asing. Dimana, sel ini biasanya dibuat dengan menggunakan buffer CCMB80 yang mengandung garam kation divalent yaitu CaCl2. Garam ini berfungsi untuk mengubah muatan pada membrane sel sehingga sel bakteri menjadi tidak selektif terhadap molekul asing termasuk vektor plasmid. Selanjutnya ketika digunakan metode kejut panas (heat shock) dengan suhu kurang lebih 420C, maka DNA asing dapat masuk ke dalam sel inang.

Loading Preview

Sorry, preview is currently unavailable. You can download the paper by clicking the button above.

Tolong jelaskan hal-hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan jaringan histologis untuk pengamtan!!!!!!

apa yang dimaksud tanaman hidroponik​

sebutkan macam macam rotasi bumiNT: TANGGAL 24 JUNI APA BENAR​

Jelaskan bagaimana proses mengenali nama ilmiah tumbuhan

apakah yang mrnyebabkan dugong menjadi hewan yang terancam punah? ​

Susunan ransum puyuh petelur dgn energi 2700 kkal/kg dan pk 20%

Tahun Biaya Manfaat 0 1 2 Tabel. 1. Perhitungan NPV (ManfaatBersih) dan Net B/C 3 5.000 1.000 3.500 1.000 3.500 1.000 3.500 Total PV PV 10% Biaya Manf … aat Manfaat df bersih (5.000) 1 2.500 0,909 2.500 2.500 0,751 5.000 909 0,826 826 751 7.486 3.182 2.893 2.630 PV Manfaat Bersih (5.000) 2.273 2.066 1.878 Berdasarkan Tabel di atas, ditanyakan: a. Berapa NPV manfaat bersih dan Gross B/C? b. Berikan alasan dan penjelasan apakah usaha agribisnis di atas layak dijalankan atau tidak! Tahun Biaya Manfaat 0 1 2 Tabel . 1. Perhitungan NPV ( ManfaatBersih ) dan Net B / C 3 5.000 1.000 3.500 1.000 3.500 1.000 3.500 Total PV PV 10 % Biaya Manfaat Manfaat df bersih ( 5.000 ) 1 2.500 0,909 2.500 2.500 0,751 5.000 909 0,826 826 751 7.486 3.182 2.893 2.630 PV Manfaat Bersih ( 5.000 ) 2.273 2.066 1.878 Berdasarkan Tabel di atas , ditanyakan : a . Berapa NPV manfaat bersih dan Gross B / C ? b . Berikan alasan dan penjelasan apakah usaha agribisnis di atas layak dijalankan atau tidak !​

Bagaimana hubungan reproduksi dengan homeostasis

Bagaimana peran manusia dan hewan dalam siklus nitrogen

Bagaimanakah bentuk interaksi antar komponen lingkungan biologis, lingkungan fisik dan lingkungan budaya

Lihat Foto

genome.gov

Plasmid dalam sel bakteri


KOMPAS.com – Dalam bioteknologi modern ada yang disebut sebagai plasmid. Teknologi plasmid dalam rekayasa genetika digunakan untuk menyambungkan gen tertentu dengan DNA bakteri. Namun, apakah sebenarnya plasmid itu dan bagaimana penggunaannya dalam rekayasa genetika?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, simaklah penjelasan berikut tentang plasmid dalam rekayasa genetika!

Pengertian plasmid

Dilansir dari National Human Genome Research Institute, plasmid adalah molekul DNA kecil berbentuk melingkar yang ditemukan pada bakteri dan terpisah dari kromosom. Karena terpisah dari kromosom, plasmid hanya membawa sedikit gen dan dapat bereplikasi secara mandiri.

Plasmid hanya membawa sedikit gen, karena ukurannya yang sangat kecil. Plasmid tidak terlalu penting bagi bakteri, namun sangat penting bagi rekayasa genetika yang dilakukan manusia.

Baca juga: Bioteknologi: Jenis, Contoh, dan Penerapannya

Fungsi plasmid dalam rekayasa genetika

Dilansir dari Nature, plasmid dalam rekayasa genetika digunakan sebagai alat untuk mengkloning, mentransfer, dan memanipulasi gen. Penggunaan plasmid dalam rekayasa genetika dimulai dengan mengidentifikasi gen yang diinginkan.

Gen yang diinginkan bisa berupa elemen suatu DNA, sesuai dengan tujuan rekayasa genetika dilakukan (misalnya gen insulin). Bentuk plasmid yang melingkar, kemudian dipotong.

DNA asing yang diinginkan lalu disisipkan ke dalam plasmid, dan plasmid disambungkan kembali menjadi melingkar. Dengan ini, plasmid bakteri menjadi DNA rekombinan dan dimasukkan kembal ke dalam sel bakteri.

Baca juga: DNA: Struktur dan Fungsinya

Bakteri tersebut kemudian dikembangbiakkan dalam lingkungan khusus, misalnya tabung fermentasi. Dilansir dari Encyclopedia Britannica, plasmid dalam sel bakteri kemudian bereplikasi dan menghasilkan salinan molekul DNA rekombinan dalam jumlah besar.

Sehingga, rekayasa genetika tersebut menghasilkan produk yang diinginkan dalam jumlah besar. Produk yang diinginkan dapat berupa hormon insulin, kloning gen, dan juga terapi gen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berikutnya