Pengertian pendidikan formal informal dan nonformal

Berikan contoh konkret penting nya memahami teori Perkembangan kejiwaan dalam dunia pendidikan​.

Apakah seluruh negara wajib menjalankan pengaturan yang dibuat olehh uncitral? jelaskan.

3. Tentukan mana proposisis kategorik dan proposisi majemuk lalu buatlah contohnya dari setiap poinya. a) ∀x (Sx →Px) b) ∀x (Sx → ~Px) c) (p v q) → ~ … r

Jelaskan hubungan antara keluarga dan masyarakat dalam perspektif civil society? bagaimana cara menjaga keutuhan keluarga.

Setiap perusahaan yang melaksanakan kegiatan produksi melalui 3 tingkatan produksi, yaitu tingkatan pertama, tingkatan kedua dan tingkatan ketiga. Dar … i tingkatan produksi tersebut, tingkatan yang paling disukai perusahaan adalah tingkatan kedua. Mengapa perusahaan selalu memilih tingkatan kedua, bukan tingkatan yang pertama maupun tingkatan ketiga? jelaskan!​.

. manusia purba di indonesia sebagian besar ditemukan pada lapisan … *

Adanya karakteristik individu dalam masyarakat sangat bermanfaat bagi pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. masih banyak m … anfaat lain adanya keragaman karakteristik individu dalam masyarakat terutama dalam kegiatan ekonomi. sebutkan manfaat tersebut!

Akomodasi adalah suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan sehingga lawan tidak kehilangan kepribadiannya,merupakana … komodasi menurut….

Bagdad sebagai ibukota abbasiyah kian tumbuh pesat. kota ini sudah penuh sesak dengan berbagai bangunan, maka khalifah abu ja’far al-manshur mengangga … p perlu membangun kota bayangan dari bagdad. kota bayangan yang dibangun itu bernama

Balas jasa yang diterima rumah tangga keluarga karena telah mengorbankan tenaganya untuk bekerja pada perusahaan dalam kegiatan produksi disebut …

InfoASN.id – Pengertian Pendidikan Formal, Non Formal, dan Informal Beserta Contohnya

Pendidikan adalah sebuah usaha yang secara sadar dan terencana untuk mengembangkan potensi dari masing-masing peserta didik supaya mampu menjadi orang yang berguna bagi diri sendiri maupun untuk negaranya. Dan seperti kita ketahui, pendidikan juga membentuk kualitas diri dengan menekankan akhlak mulia serta kepribadian dan pengendalian diri yang lebih baik. Pendidikan terbagi menjadi 2 yaitu pendidikan formal dan pendidikan non formal.

1. Pengertian pendidikan formal
Pendidikan formal adalah pendidikan yang dilakukan melalui jalur pendidikan di sekolah-sekolah. Jalur ini memiliki jenjang pendidikan yang runtut dan jelas. Pendidikan formal, dimulai dari pendidikan dasar, berlanjut ke menengah hingga pendidikan tinggi. Beberapa ciri yang menandakan jika jalur tersebut merupakan jalur pendidikan formal adalah sebagai yang berikut ini.

  • Adanya kurikulum yang jelas
  • Terdapat persyaratan khusus untuk masuk sebagai peserta didik
  • Materi pembelajaran yang digunakan bersifat akademis
  • Pendidikannya memakan proses yang cukup lama
  • Untuk menjadi tenaga pengajar, diperlukan klasifikasi tertentu
  • Pihak penyelenggara pendidikan berasal dari pemerintah atau swasta
  • Terdapat ujian formal
  • Diberlakukannya administrasi yang seragam

2. Pendidikan non formal

Pendidikan non formal adalah suatu jalur pendidikan yang dilakukan di luar pendidikan formal. Pendidikan ini bisa dilakukan secara terstruktur dan berjenjang. Beberapa pendidikan non formal yang paling banyak dilakukan antara lain adalah ketika anak berada di usia dini seperti TPA, atau Taman Pendidikan Al Quran.

Pendidikan non formal yang biasa dilakukan antara adalah yang terdapat di masjid, pondok pesantren, sekolah minggu, gereja, dan lain sebagainya. Selain itu, terdapat pula jalur pendidikan non formal yang digunakan sebagai pendidikan tambahan seperti kursus musik, bimbingan belajar, dan lain-lain.
Pendidikan non formal, umumnya dilakukan bagi mereka yang merasa membutuhkan pendidikan sebagai penambah, pengganti ataupun pelengkap dari pendidikan formal yang diikuti. Fungsi dari pendidikan non formal sendiri adalah untuk mengembangkan potensi dari peserta didik dengan cara menekankan penguasaan atas pengetahuan serta pengembangan dari masing-masing peserta didik.

Pendidikan non formal, meliputi banyak hal seperti pendidikan kepemudaan, pendidikan keaksaraan, pelatihan kerja, pendidikan anak usia dini, serta kecakapan hidup. Berikut ciri pendidikan non fomal.

  • Tempat diselenggarakannya pendidikan, biasanya di luar gedung
  • Terkadang tidak ada persyaratan khusus untuk masuk sebagai peserta didik
  • Tidak memiliki jenjang pendidikan yang jelas
  • Terdapat program khusus yang akan ditangani
  • Terkadang ada ujian
  • Bisa dilakukan oleh swasta ataupun pemerintah
  • Pendidikan yang dilakukan berlangsung singkat

3. Pendidikan informal
Jenis pendidikan yang satu ini dilakukan atas kesadaran serta rasa tanggung jawab dari siswa itu sendiri. Jalur pendidikan yang satu ini dilakukan secara mandiri. Alasan dilakukannya pendidikan informal antara lain adalah yang berikut ini.

  • Pendidikan sebaiknya dimulai dari lahir
  • Pendidikan dimulai dari keluarga
  • Adanya pendidikan informal yang dilakukan untuk mencapai tujuan dari pendidikan nasional yang dimulai dari keluarga

Ciri pendidikan infomal

  • Tidak adanya persyaratan yang harus di lengkapi
  • Tidak ada ujian
  • Tidak ada lembaga yang menyelenggarakan
  • Tidak materi yang harus tersaji
  • Tidak memiliki jenjang

Semua rakyat Indonesia, tidak peduli siapapun dia dan darimana keluarganya berasal, disarankan untuk mengikuti program pendidikan yang telah ada. Meski jalur pendidikan yang ditempuh berbeda-beda, entah yang formal, informal ataupun yang non formal.

Dengan jalur pendidikan yang ada, diharapkan semua rakyat Indonesia bisa mengenyam pendidikan untuk meningkatkan kualitas mereka sebagai SDM yang berguna. Jalur pendidikan juga diberlakukan sebagai proses pengembangan diri yang akan membuat potensi peserta didik menjadi lebih berkualitas.

Demikian informasi “Pengertian Pendidikan Formal, Non Formal, dan Informal Beserta Contohnya”

Baca Juga : Tips Lainnya — DISINI

Terima kasih sudah berkunjung. Apabila artikel “Pengertian Pendidikan Formal, Non Formal, dan Informal Beserta Contohnya” ini bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

Home » Tujuan Keuangan » Apa Bedanya Pendidikan Formal, Non-formal, dan Pendidikan Informal?

Yuk cari tahu apa bedanya pendidikan formal, pendidikan non-formal, serta pendidikan informal di sini!

Ternyata pendidikan bukan hanya dalam bentuk pendidikan di sekolah saja lho. Kini sudah banyak bentuk pendidikan lainnya. Apa sih bedanya?

Simak penjelasannya dalam artikel Finansialku berikut ini! Selamat membaca!

Rubrik Finansialku

Pentingnya Pendidikan bagi Buah Hati

Sebagai orang tua tentunya Anda sudah tahu bahwa pendidikan adalah sebuah hal yang wajib bagi buah hati. Namun satu hal yang sering ditanyakan adalah:

“Pendidikan semacam apa yang perlu diberikan pada anak?”

Menurut Finansialku, tidak peduli apapun jenis pendidikannya sudah menjadi kewajiban orang tua untuk menyediakan pendidikan terbaik bagi buah hatinya. Dengan demikian, jelas menegaskan pentingnya dana pendidikan.

Seperti yang telah Anda ketahui, kini biaya pendidikan menjadi hal yang mahal. Tak jarang orang tua berutang demi membiayai pendidikan anaknya.

Bahkan di Di Amerika, utang uang sekolah sudah menjadi utang konsumen tertinggi kedua setelah Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Utang ini sudah semakin besar pada tahun 2017 sehingga pantas dikategorikan sebagai suatu masalah serius yang semakin lama semakin buruk.

Tidak percaya? Simak pembahasannya dalam artikel berikut ini:

[Baca Juga: Gila! Utang Uang Sekolah atau Student Loan di Amerika Mencapai US$1,3 Triliun. Kenapa Sekolah Aja Ngutang?]

Lalu bagaimana mengatasinya? Sangat jelas bahwa pendidikan tidak dapat dihindari karena merupakan sebuah kebutuhan yang cukup mendasar, namun masa sekolah aja harus ngutang?

Sesungguhnya Anda bisa mengakalinya dengan merencanakannya sejak dini. Bagaimana caranya?

Anda bisa melakukannya dengan mudah via aplikasi Finansialku karena beberapa benefit berikut:

  1. Anda bisa mengunduhnya secara GRATIS.
  2. Aplikasi Finansialku menyediakan berbagai fitur keuangan yang lengkap dan mudah digunakan, termasuk fitur perencanaan dana pendidikan.
  3. Anda bisa menghitung dan merencanakan dana pendidikan dengan mudah di sini sesuai dengan kondisi keuangan dan waktu yang Anda miliki.

Jika belum memilikinya, segera download melalui Google Play Store dan Apple Apps Store atau lakukan registrasi melalui PC.

Nah, setelah siap merencanakan dana pendidikannya mari kita lihat beberapa jenis pendidikan yang dapat Anda berikan pada buah hati, mulai dari pendidikan formal, non-formal dan informal!

Bagaimana Caranya Menyekolahkan Anak dari TK sampai Sarjana, Tanpa Utang!

Download ebook-nya, GRATIS!!!

Pendidikan Formal, Non-Formal, dan Informal

Berdasarkan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Tahun 1989, pendidikan dilaksanakan dalam bentuk bimbingan, pengajaran, dan latihan.

Banyak orang tua yang mengupayakan pendidikan bagi buah hatinya dengan jalur pendidikan yang berbeda.

Jalur pendidikan adalah wahana yang dilalui peserta didik untuk mengembangkan potensi diri dalam suatu proses pendidikan yang sesuai dengan tujuan pendidikan.

Dalam UU No. 20 tahun 2003 Pasal 13 ayat 1 dinyatakan bahwa jalur pendidikan terdiri dari pendidikan formal, non-formal dan informal.

Apa perbedaan ketiganya? Untuk melihat perbedaannya, mari melihat penjelasannya berikut ini:

#1 Pendidikan Formal

Pendidikan ini merupakan pendidikan yang diselenggarakan di sekolah-sekolah pada umumnya.

Menurut Pasal 1 ayat 6 Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, jalur pendidikan ini mempunyai jenjang pendidikan yang jelas, mulai dari pendidikan dasar, pendidikan menengah, sampai pendidikan tinggi.

Jalur pendidikan ini adalah yang paling umum dan sering ditempuh di Indonesia, mengingat sifatnya yang formal dan lulusannya diakui secara nasional baik internasional.

[Baca Juga: Bagaimana Mendorong Pemasaran Online Pada Bisnis Waralaba (Franchise) Anda?]

Tujuan pendidikan secara umum yaitu untuk membentuk manusia yang memiliki kedewasaan jasmani dan rohani.

Adapun beberapa karakteristik dari pendidikan formal adalah sebagai berikut:

  1. Memiliki kurikulum yang jelas.
  2. Memberlakukan syarat tertentu bagi peserta didik.
  3. Materi pembelajaran yang digunakan bersifat akademis.
  4. Proses pendidikannya cukup lama.
  5. Tenaga pengajar harus memenuhi klasifikasi tertentu.
  6. Penyelenggaraan pendidikan berasal dari pihak pemerintah maupun swasta.
  7. Peserta didik mengikuti ujian formal.
  8. Adanya pemberlakukan administrasi yang seragam.
  9. Kredensials (Ijazah, dan sebagainya) memegang peranan penting terutama bagi penerimaan siswa pada tingkatan pendidikan yang lebih tinggi.                          

#2 Pendidikan Non-Formal

Pendidikan non-formal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang untuk memenuhi kebutuhan pendidikan peserta didik tertentu untuk mendapatkan informasi, pengetahuan, latihan, dan bimbingan sehingga mampu bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, dan negara.

Pendidikan nonformal paling banyak terdapat pada usia dini, misalnya saja Taman Pendidikan Al Quran yang banyak terdapat di Masjid dan Sekolah Minggu, yang terdapat di semua Gereja.

Selain itu, ada juga berbagai kursus, di antaranya kursus musik, bimbingan belajar, dan sebagainya.

Philip H.Coombs berpendapat bahwa pendidikan non-formal adalah setiap kegiatan pendidikan yang terorganisir yang diselenggarakan di luar sistem formal, baik tersendiri maupun merupakan bagian dari suatu kegiatan yang luas, yang dimaksudkan untuk memberikan layanan kepada sasaran didik tertentu dalam mencapai tujuan-tujuan belajar.

Ditinjau dari faktor tujuan belajar/pendidikan, pendidikan non formal bertanggung jawab menggapai dan memenuhi tujuan-tujuan yang sangat luas jenis, level, maupun cakupannya.

Jadi, Anda dapat memberikan pendidikan non-formal kepada buah hati dengan tujuan yang ingin dicapai.

[Baca Juga: Pemasaran Jaringan: Memiliki Bisnis Waralaba Pribadi dengan Biaya Terjangkau]

Adapun beberapa karakteristik pendidikan non-formal antara lain sebagai berikut:

  1. Bertujuan untuk memperoleh keterampilan yang segera akan dipergunakan. Pendidikan non formal menekankan pada belajar yang fungsional yang sesuai dengan kebutuhan dalam kehidupan peserta didik.
  2. Berpusat pada peserta didik. Dalam pendidikan non formal dan belajar mandiri, peserta didik adalah pengambilan inisiatif dan mengontrol kegiatan belajarnya.
  3. Waktu penyelenggaraannya relatif singkat, dan pada umumnya tidak berkesinambungan.
  4. Menggunakan kurikulum kafetaria. Kurikulum bersifat fleksibel, dapat dimusyawarahkan secara terbuka, dan banyak ditentukan oleh peserta didik.
  5. Menggunakan metode pembelajaran yang partisipatif, dengan penekanan pada belajar mandiri.
  6. Hubungan pendidik dengan peserta didik bersifat mendatar. Pendidik adalah fasilitator bukan menggurui. Hubungan diantara kedua pihak bersifat informal dan akrab, peserta didik memandang fasilitator sebagai narasumber dan bukan sebagai instruktur.
  7. Mengingat sumber-sumber untuk pendidikan sangat langka, maka diusahakan sumber-sumber lokal digunakan seoptimal mungkin.
  8. Kredensials umumnya kurang memegang peranan penting, terutama bagi penerimaan siswa.

#3 Pendidikan Informal

Jalur pendidikan ketiga yakni pendidikan informal, jalur pendidikan keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri yang dilakukan secara sadar dan bertanggung jawab.

Pendidikan ini bisa kita temui lewat sekolah rumah (homeschooling) atau juga Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM).

Terdapat beberapa alasan pemerintah mengagas pendidikan informal, yakni sebagai berikut:

  1. Pendidikan dimulai dari keluarga.
  2. Informal diundangkan juga karena untuk mencapai tujuan pendidikan nasional dimulai dari keluarga.
  3. Homeschooling: pendidikan formal tapi dilaksanakan secara informal.
  4. Anak harus dididik dari lahir.

[Baca Juga: Kalau Mau Sukses, Lakukan 5 Cara Jitu Ini! Sebelum Mulai Bisnis Waralaba]

Adapun beberapa karakteristik pendidikan informal antara lain sebagai berikut:

  1. Dapat diselenggarakan di mana saja khususnya pada lingkungan keluarga.
  2. Tidak terdapat persyaratan khusus yang harus dilengkapi.
  3. Peserta didik tidak perlu mengikuti ujian tertentu.
  4. Proses pendidikan dilakukan oleh keluarga dan lingkungan.
  5. Tidak terdapat kurikulum tertentu yang harus dijalankan.
  6. Tidak terdapat jenjang dalam proses pendidikannya.
  7. Proses pendidikan dilakukan secara terus menerus tanpa mengenal ruang dan waktu.
  8. Orang tua merupakan guru bagi anak didik.
  9. Tidak terdapat manajemen yang jelas dalam proses pembelajaran.
  10. Tidak perlu adanya kredensials.

Pendidikan formal dan informal memang berbeda. Salah satunya, pendidikan formal mengenal ujian nasional (UN), sedangkan peserta didik pendidikan informal mengikuti Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK).

Hasil pendidikan informal diakui sama dengan pendidikan formal dan nonformal setelah peserta didik lulus ujian sesuai dengan standar nasional pendidikan.

Sayangnya, meski hasilnya diakui kesetaraannya masih banyak yang memandang pendidikan informal sebelah mata.

Secara singkat, perbedaan pendidikan formal, non-formal, dan informal dapat disimak dalam tabel berikut:

No. Pendidikan Formal Pendidikan Non-Formal Pendidikan Informal
1 Diselenggarakan di dalam gedung sekolah. Diselenggarakan di luar gedung sekolah, tapi bisa juga dalam gedung sekolah. Dapat diselenggarakan di mana saja khususnya pada lingkungan keluarga.
2 Waktu penyampaian diprogam lebih panjang atau lebih lama. Waktu penyampaian diprogam lebih pendek. Pendidikan tidak diprogamkan secara tertentu.
3 Usia siswa di suatu jenjang relatif homogen, khususnya pada jenjang-jenjang permulaan. Usia siswa di suatu kursus tidak perlu sama. Tidak ada ketentuan.
4 Ada waktu belajar tertentu (terprogam). Ada waktu belajar tertentu (terprogam). Tidak ada waktu belajar tertentu.
5 Ada ujian formal. Terkadang ada ujian. Tidak ada ujian.
6 Diselenggarakan oleh pemerintah dan atau pihak swasta. Diselenggarakan oleh pemerintah dan atau pihak swasta. Umumnya tidak diselenggarakan pemerintah.
7 Materi pelajaran/pendidikan lebih banyak yang bersifat akademis, dan umum. Materi pendidikan pada umumnya lebih banyak yang bersifat praktis dan khusus. Tidak ada materi tertentu yang harus tersaji secara formal.
8 Kredensials (Ijazah, dan sebagainya) memegang peranan penting terutama bagi penerimaan siswa pada tingkatan pendidikan yang lebih tinggi. Kredensials umumnya kurang memegang peranan penting, terutama bagi penerimaan siswa. Tidak perlu adanya kredensials.

*Sumber: Nblognlife.com

Manakah yang Menjadi Pilihan Anda?

Bagaimana? Apakah Anda sudah menentukan jalur pendidikan mana yang sesuai bagi buah hati Anda? Semuanya kembali pada kebutuhan si anak dan keputusan berada di tangan Anda.

Semoga artikel ini bermanfaat sebagai bahan pertimbangan Anda.

Jika artikel ini bermanfaat, Anda bisa membagikannya kepada teman-teman Anda yang mungkin juga sedang kebingungan dalam memilih jalur pendidikan bagi buah hatinya.

Apakah Anda memiliki pertanyaan mengenai bedanya pendidikan formal, non-formal, dan informal lainnya? Tinggalkan komentar Anda di bawah.

Disclaimer: Penyebutan merek pada artikel ini hanya bertujuan sebagai sarana edukasi, bukan untuk tujuan-tujuan lainnya.

Sumber Referensi:

  • Admin. Pendidikan Informal untuk Penguatan Pembelajaran di Daerah Tertinggal. Edukasi.kompas.com – http://bit.ly/2XA7e4r
  • Admin. Pendidikan Informal: Pengertian, Fungsi, Ciri-Ciri, dan Contohnya. Maxmanroe.com – http://bit.ly/2XUquJo
  • Admin. 1 November 2016. Pendidikan Formal, Informal dan Nonformal. Blog.unnes.ac.id – http://bit.ly/2JnYsxV
  • Admin. 16 Oktober 2018. Pengertian Pendidikan Formal, Ciri, Tujuan, Fungsi dan Contoh Pendidikan Formal Lengkap. Pelajaran.co.id – http://bit.ly/2S2QCME
  • Rachmat Santoso. 8 Desember 2014. Perbedaan Pendidikan Formal, Pendidikan Non Formal dan Pendidikan Informal. Nblognlife.com – http://bit.ly/2S2lFIB

Sumber Gambar:

  • Pendidikan Formal, Pendidikan Non-formal, Pendidikan Informal 1 – http://bit.ly/2S3xuOu
  • Pendidikan Formal, Pendidikan Non-formal, Pendidikan Informal 2 – http://bit.ly/2NHr5u2

keyboard_arrow_leftPrevious

Video liên quan