Mengapa kita harus selalu mengingat allah

IHRAM.CO.ID, JAKARTA--Dengan berdzikir menyebut, dan mengingat-ingat janji dan kebesaran Allah hati menjadi tentram. Dengan berdzikir jiwa menjadi hidup dan kehidupan pasti akan dipenuhi kebahagiaan.

Prof M Quraish Shihab dalam bukunya "Wawasan Alquran Tentang Dzikir dan Doa" memastikan tiada yang lebih didambakan manusia melebihi kedamaian. Itulah semua harapan yang jadi cita-cita semua manusia, semua agama.

Tuhan Mahadamai, Dia sumber kedamaian. Tiada kedamaian tanpa kehadiran Allah di lubuk hati manusia, sedangkan kehadiran itu dirasakan pada saat nama Allah disebut-sebut, serta kuasa dan keagungannya dirasakan setia karena itu.

"Maka dengan berdzikir menyebut nama-Nya dan merenungkan kebesaran dan keagungan-Nya hati menjadi damai dan tentram," katanya.

Prof M Quraish Shihab mengatakan tidak dapat disangkal bahwa era kita dewasa ini adalah era kegelisahan. Problem hidup terlihat dan dirasakan di mana-mana, bukan saja karena kebutuhan meningkat tetapi juga karena ulah sementara pihak mengusik kedamaian dengan berbagai dalih atau menawarkan aneka ide yang saling bertentangan dengan membingungkan.

"Dengan dzikir dan doa, optimis melahirkan dan itulah yang dapat mengusir kegelisahan," katanya.

Karena itu dewasa ini banyak pakar bahkan yang hidup di Eropa dan Amerika sekalipun menganjurkan umat beragama untuk kembali mengingat Tuhan. Fauzi Muhammad Abu Zaid dalam bukunya Adzkar al-Abrar mengatakan, bahwa di kongres Amerika pernah, mengajak masyarakat melakukan salat puasa dan bertaubat secara nasional.

"Saat ini adalah saat yang paling tepat untuk kembali memohon kepada Tuhan, karena meningkatnya kekerasan, perpecahan, dan kerusakan, juga karena Amerika berpaling dari Tuhan," katanya.

Menurut M Quraish Shihab bagi umat Islam ajakan ini bukanlah sesuatu yang baru. Ajakan berzikir dan berdoa merupakan salah satu ajaran pokok Islam yang praktikkan sepanjang dan dalam seluruh kondisi serta situasi Nabi Muhammad SAW dan para sahabat beliau. Dalam Alquran bertebaran ayat-ayat yang mengajarkan dzikir dan doa, untuk berbagai situasi dan kondisi baik secara langsung maupun tidak langsung.

Dalam konteks ini sungguh sangat tepat ungkapan Imam Ja'far As Siddiq yang menyatakan.

"Aku heran terhadap siapa yang ditimpa keburukan atau penyakit bagaimana dia lengah tidak mengingat firman Allah.

"Ingatlah kisah Ayub ketika dia berdoa menyuruh Tuhannya: Tuhanku Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan engkau adalah Tuhan yang maha penyayang di antara semua penyayang."

Bagaimana dia tidak melakukan hal yang sama, padahal Allah berfirman.

"Setelah pengaduan Nabi Ayub as itu bahwa maka kami pun memperkenalkan seruan Doanya itu, lalu kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan kami lipat gandakan bilangan mereka sebagai suatu rahmat dari sisi kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua menyembah Allah."  (Al-Anbiya 83-84).

Selalu Mengingat Allah

Oleh : Dr. Didi Junaedi, M. A.
(Dosen Jurusan Ilmu Al-Quran dan Tafsir IAIN Syekh Nurjati Cirebon)

“Jika dia mengingat-Ku di dalam dirinya, maka Aku akan mengingatnya di dalam diri-Ku…” (Hadis Qudsi)

Janji Allah dalam hadis qudsi di atas menyiratkan bahwa dalam kondisi apa pun, senang atau susah, suka atau duka, bahagia atau sengsara, kaya atau miskin, jika seorang hamba selalu mengingat Allah, maka Allah pun akan selalu mengingatnya.

Kenyataan yang terjadi seringkali bertolak belakang dengan apa yang seharusnya. Ketika seseorang tengah diliputi rasa suka cita, kebahagiaan dan kesenangan hidup, seringkali ia terbuai dan terlena sehingga melupakan Dzat yang memberi kebahagiaan dan kesenangan hidup itu.

Ketika sedang berada di puncak kesuksesan, dengan kelimpahan harta serta gelimang kesenangan duniawi, tidak jarang seseorang merasa bahwa apa yang diperolehnya adalah berkat hasil kerja kerasnya sendiri, tanpa campur tangan pihak lain. Dalam kondisi seperti ini, seseorang dengan mudah melupakan Allah.

Di sisi lain, ketika seseorang tengah dirundung masalah, diliputi duka dan nestapa, ditimpa kemalangan dan kesusahan hidup, dia begitu mengharapkan pertolongan Allah, dia berusaha mendekat kepada-Nya. Tak henti-hentinya dia memohon dan mengharap kepada Allah agar segera diberi pertolongan, sehingga bisa terlepas dan keluar dari segala masalah yang menderanya.

Kalau kita ingin selalu ditolong Allah, maka syarat utamanya adalah kita harus selalu mengingat-Nya dalam segala kondisi. Tidak hanya di saat-saat sulit, tetapi juga di saat kebahagiaan hidup tengah meliputi kehidupan kita. “…Jika hamba-Ku mengingat-Ku di saat senang, maka Aku akan mengingatnya di saat susah…”, demikian janji Allah dalam salah satu hadis qudsi.

Selalu mengingat Allah berarti meyakini kehadiran-Nya kapan pun dan di mana pun kita berada. Merasakan kehadiran Allah dalam setiap desah nafas, serta setiap gerak langkah kita akan membuat kita lebih tenang menjalani hidup, karena kita yakin apa pun yang menimpa kita tidak akan pernah luput dari perhatian Allah. “Hanya dengan selalu berzikir (ingat) kepada Allah, hati menjadi tenang.”

  • Ruang Inspirasi, Senin, 7 November 2022

Mengapa kita harus selalu ingat Allah?

HANYA dengan mengingat Allah hati kita akan menjadi tentram. Seorang tidak akan pernah merasa tenang kecuali Allah tenangkan hatinya. Mudah bagi Allah menenangkan hati seorang hamba, jika hatinya terpaut kepada Allah.

Mengapa kita harus selalu mengingat dan berzikir kepada Allah?

Aktivitas zikir adalah aktivitas manusia untuk memusatkan pikiran kepada Tuhannya. Manfaat zikir kepada Allah SWT adalah mencegah seseorang melakukan dosa, menghapus dosa dan menyelamatkan seseorang dari siksa neraka.

Mengapa kita harus selalu mengingat Allah SWT brainly?

Jawaban. Manfaat zikir adalah membantu memperlancar aliran rezeki seseorang. Allah SWT memberikan rezeki kepada hambanya secara langsung apabila Dia menghendaki.

Manusia harus mengingat Allah dalam keadaan apa saja?

Ingatlah Allah SWT dalam setiap kondisi seperti bahagia, sedih, gelisah, marah, kecewa dan lainnya. Perbanyak mengingat Allah dengan berzikir dan doa, karena itu adalah salah satu bentuk penghambaan kita kepada Allah serta pengingat bahwa kita tidak layak berlaku sombong. Sungguh kebesaran hanya milik Allah SWT.

Bagaimana cara mengingat dan memohon ampun kepada Allah?

Banyaklah berdoa untuk meminta ampunan. Ucapkan Astaghfirullah berulang-ulang. Katakan tiga kali setelah setiap salat dan minimal 100 kali sehari. Kata ini berarti " Aku memohon ampun kepada Allah SWT."

Kapan kita harus mengingat Tuhan?

Diwaktu pagi dan petang Dari ayat tersebut Allah memerintahkan orang yang beriman untuk berdzikir sebanyak-banyaknya terutama diwaktu pagi dan petang. Berdzikir dengan merendahkan diri dengan rasa takut dan dengan tidak mengeraskan suara.