Kunci jawaban paket Bahasa Indonesia Kelas 12 Halaman 102

Rockwool dan busa merupakan media tanam yang cocok untuk sistem hidroponik:

Apakah yang dimaksud dengan rima ?

2. Tuliskan drama 3 babak dengan tema Methodist sekolah terfavorit di Binjaitolong donk di jawab .​

susunan kata dari huruf acak PAGANIL​

Buatlah 2 buah pantun bertema perpisahan sekolah!______br sepibukan tugas​

jelaskan mengapa kita perlu mempelajari bahasa tubuh ketika bernegosiasi?​

Ceritakan salah satu keputusan penting dalam suatu kegiatan baik di pekerjaan/ organisasi/ komunitas/ perkuliahan yang pernah Anda ambil.

bagaimana mutu pendidikan AUD di Indonesia

Terkadang saya bertanya pada diri sendiri, apakah saya pintar atau bodoh? Ini adalah pertanyaan yang aneh. Faktanya, beberapa orang dengan IQ tinggi, … meskipun mereka mungkin lemah di kelas sekolah, sebenarnya dapat unggul pada orang dengan IQ biasa-biasa saja. Saya sendiri merasa tidak terlalu pintar dalam hal mata pelajaran sekolah. Saya juga tergolong artis rendahan, jadi saya tidak merasa memiliki bakat apapun. Mungkin keberuntunganlah yang membawa saya ke sekolah favorit saya di kota tempat saya tinggal. Makanya banyak yang bilang, “Fina, kamu pintar, kamu bisa masuk sekolah favorit itu.” Padahal aku tidak seperti yang mereka kira. Pada awalnya saya tidak berencana untuk pergi ke sekolah menengah favorit seperti itu. Hanya saja waktu pendaftaran datang dan teman dekat saya Dita meminta saya untuk mendaftar. Saya pesimis dan tidak berpikir, saya biasa-biasa saja, bagaimana mungkin dia tidak menjadi anak yang pintar. Dia memiliki kesempatan yang lebih baik untuk diterima daripada saya. Ditambah lagi, kami semua berasal dari sekolah menengah yang tidak populer. Tapi setelah trial and error, akhirnya saya menerima ajakannya. Lagi pula, jika saya tidak diterima, saya tidak akan menyesal karena saya sudah memiliki rencana untuk masuk ke sekolah lain yang saya inginkan. Ternyata syarat masuk sekolah itu harus lulus ujian dulu. Tidak seperti Dita, saya sama sekali tidak siap untuk ujian yang akan datang. Prinsip saya saat itu diterima, dan untungnya tidak, jadi pada dasarnya saya menyerah. *** Ketika ujian datang, saya melakukan apa yang saya bisa, meskipun saya tidak bisa melakukan banyak teka-teki seperti ini. Saya juga berspekulasi tentang isu-isu tertentu. Setelah ujian, saya juga mengenal Dita. “Gimana Dit, susah banget ya? Kayaknya nggak mungkin aku diterima,” kataku. "Sulit, tapi mudah. Yang penting kita sedang mengusahakannya." "Ya Tuhan, kamu Fin akan bersama juga" Hari pengumuman pun tiba, saya tidak menyangka akan diterima, dan teman saya Dita sial, dia gagal. Dia memutuskan untuk mendaftar ke sekolah lain. Mengingat kedekatan saya dengan Dita, saya juga berpikir untuk pindah sekolah agar bisa bersama Dita, atau jika ada aturan, kami bisa berganti posisi. Bukankah dia mengundangku untuk mendaftar di sekolah itu? Tapi Dita mendorong saya untuk tidak pindah karena dia yakin saya akan mendapatkan sesuatu yang tidak akan saya dapatkan di sekolah lain. Pada akhirnya, meskipun sedikit setengah hati, saya melanjutkan dan melakukannya. Awalnya, saya tidak bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah yang sangat disiplin. Kembali di sekolah menengah, sekolah saya tidak disiplin seperti sekolah menengah. Selain itu, para siswa sangat aktif dan cerdas. Contohnya adalah teman sekelas saya, namanya Indah. Menurut pendapat saya, dia adalah siswa yang pekerja keras, ambisius dan sangat optimis, terutama karena dia adalah seorang yatim piatu. Ia memiliki dua adik laki-laki dan tentunya membutuhkan dirinya sebagai panutan bagi kakak laki-lakinya. Setiap kali saya bertanya: "Apakah kamu tidak lelah terus belajar?" "Semoga aku tidak bosan, Fin, aku sudah bermimpi sejak kecil, jadi jika tidak mulai sekarang aku akan bekerja keras." Saya sangat bangga memiliki teman seperti Indah. Terkadang saya mencoba menjadi seperti dia dan masih sulit untuk hidup. Kami berada di kelas yang sama sampai kelas dua belas. Saya memutuskan untuk mengambil jurusan IPS seperti dia. Ketika datang ke penerimaan perguruan tinggi, saya bingung dengan pilihan. Bukan bingung sebenarnya, tapi lebih tepatnya bingung. Lagi-lagi Indah tidak suka bingung seperti saya, dia membuat pilihannya dengan optimis, meskipun beberapa guru menyarankannya untuk tidak memilih jurusan yang disukainya. Sejauh ini, tidak ada yang bisa menyusup ke jurusan itu dari jurusan ilmu sosial SMA saya. Tidaklah indah jika dia menyerah dan tidak berani mengambil resiko. Menurutnya, jika tidak mencoba, dia akan menyesal, bahkan dengan resiko gagal. Dia siap mengambil semua risiko. Dan ketika Hari Pengumuman tiba, dia diumumkan sebagai jurusan di perguruan tinggi favorit impiannya. Disini saya belajar bahwa kerja keras dan doa akan memudahkan kita untuk mencapai impian kita. Last but not least, kita harus selalu optimis, karena jika kita selalu optimis, tidak ada waktu untuk memikirkan kegagalan.Buatlah bagian klimaks​

menganalisis unsur intriksi. ternak​

Loading Preview

Sorry, preview is currently unavailable. You can download the paper by clicking the button above.



Assalamu'alaikum, Blog ini memuat artikel seputar bahasa Indonesia kelas X, XI, dan XII

2) Selain kosakata, coba kalian telusuri beberapa verba berikut. Verba yang menjadi kunci di dalam pelajaran ini adalah menyikapi. Kata menyikapi berasal dari kata dasar sikap yang bermakna ‘perbuatan dan sebagainya yang berdasarkan pada pendirian, keyakinan’. Verba tersebut bersinonim dengan beberapa verba lain, seperti yang terdapat pada beberapa kata berikut. Isilah kolom yang rumpang dengan perubahan bentuk kata dasar menjadi verba dan nomina ini.

3) Selain mencari sinonim dari verba menyikapi tadi, di dalam teks juga terdapat beberapa antonim atau lawan kata berikut. Carilah antonim untuk beberapa kata berikut. Tulis jawaban kalian pada kolom.

4) Perhatikan alur peristiwa dalam teks “Pemerintah Siapkan Proses Abdikasi”. Buatlah alur peristiwa

yang terdapat dalam teks “‘Kencan’ Diplomatik 505 Kilometer per Jam”!

A. Duta Besar Amerika Serikat menjalani “kencan” istimewa dengan Belanda Perdana Menteri

Jepang Shinzo Abe, Sabtu , 12 April

B. DI tengah sejuk awal musim semi dan keindahan pemandangan di lereng Gunung Fuji, Abe mengajak Kennedy berjalan-jalan dengan kecepatan tinggi

C. “Saya berharap Duta besar Kennedy akan menikmati paket lengkap Jepang, seperti gunung Fuji, keindahan bunga skura dan teknologi tercanggih” ucap Abe sebelum memulai perjalanan

D. Hari itu, Abe mengajak Kennedy menjajal kereta api magnetic supercepat yang akan ditawarkan kepada Amerika

E. Kereta Api canggih ini menggunakan teknologi magnetic levitation yang menerapkan daya angkat magnetis sebagai sumber tenaga penggerak utama

F. Dengan menerapkan teori magnetisme bahwa kutub magnet yang sama akan saling menolaK

G. Tanpa gesekan antara roda dan rel, kereta ini pun dapat melaju lebih cepat dan lebih tak bersuara dibandingkan kereta api konvensional

H. Abe dan Kennedy memulai perjalanan mereka dari Stasiun Yamanashi magnetic test line di dekat Gunung Fuji

I. Sambil tersenyum, Abe pun menunjukkan keunggulan teknologi Jepang kepada Duta Besar negara sekutu utamanya itu

J. Di tengah perjalanan, pada saat uji coba tahun 2003 silam kecepatan maksimum kereta api ini mencapai 581 km/ jam

K. Menurut operatorpada saat uji coba tahun 2003 silam, kecepatan maksimum Kereta Api tersebut mencapai 581 km per jam

L. Kereta api inilah yang akan ditawarkan Jepang kepada Amerika, satu-satunya negara adidaya yang belum memiliki jaringan kereta api supercepat

M. Pemerintah Presiden Amerika Serikat, Barack Obama saat ini berinisiatif memulai pembangunan jaringan kereta api supercepatdi wilayahnya, yang dimulai dari Washington DC ke Baltimore Maryland

N. Menurut bisnis harian Nikkei, Pihak Central Japan Railway memberi penawaran insentif khusus dengan membebaskan biaya lisensi jika Amerika jadi memilih teknologi magnetic levitation Jepang untuk ruas pertama ini

O. Nikkei menambahkan pemerintah berencana membayar separuh biaya lisensi sebesar 1 triliun yen (Rp112,7 triliun) melalui Japan Bank for International Cooperation

P. Meski demikian, Jepang masih harus bersaing dengan negara pemilik teknologi kereta supercepat lain seperti Prancis, Jerman dan Kanada

5) Struktur teks berita terbagi ke dalam tiga tahap, orientasi, peristiwa, dan sumber berita. Coba kalian baca kembali teks “Pemerintah Siapkan Proses Abdikasi”. Apakah kalian menemukan sumber peristiwa yang terdapat dalam teks itu?

Iya, saya menemukan sumber peristiwa teks tersebut

6) Kalian sudah mengetahui bahwa pada tahap awal berita ditandai oleh orientasi, diikuti oleh peristiwa dan sumber berita. Apa yang kalian temukan dari struktur teks “Pemerintah Siapkan Proses Abdikasi”? Apakah kalian menemukan perbedaan antara struktur teks “‘Kencan’ Diplomatik 505 Kilometer per Jam” dengan struktur teks “Pemerintah Siapkan Proses Abdikasi”? Di mana letak perbedaannya?

“Kencan Diplomatik 505 kilometer per Jam

Duta Besar Amerika Serikat untuk Jepang, Caroline Kennedy menjalani “kencan” istimewa dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe Sabtu, 12 April

Di tengah hawa sejuk awal musim semi dan keindahan pemandangan bunga sakura di lereng Gunung Fuji, Abe mengajak Kennedy berjalanjalan dengan kecepatan tinggi. “Saya berharap Duta Besar Kennedy akan menikmati paket lengkap Jepang: keindahan bunga sakura, Gunung Fuji, dan teknologi tercanggih,” ujar Abe santai sebelum memulai perjalanan.

Hari itu, Abe mengajak Kennedy menjajal kereta api (KA) magnetik supercepat yang akan ditawarkan kepada AS. KA canggih ini menggunakan teknologi magnetic levitation (maglev) yang menerapkan daya angkat magnetis sebagai sumber tenaga penggerak utama. Bahasa Indonesia 85

Dengan menerapkan teori dasar magnetisme bahwa kutub magnet yang sama akan saling menolak, kereta tanpa roda ini akan terangkat 10 sentimeter dari relnya saat diaktifkan. Tanpa gesekan antara roda dan rel, KA ini pun dapat melaju lebih cepat, lebih mulus, dan lebih tak bersuara dibandingkan KA konvensional.

Abe dan Kennedy memulai perjalanan mereka dari Stasiun Yamanashi Maglev Test Line di dekat Gunung Fuji. Sambil tersenyum, Abe pun menunjukkan keunggulan teknologi Jepang kepada duta besar negara sekutu utamanya itu.

Di tengah perjalanan, KA yang mereka tumpangi sempat menyentuh kecepatan 505 kilometer per jam atau setara dengan kecepatan jelajah pesawat penumpang bermesin turboprop ATR 72.

Menurut operator KA spesial ini, Central Japan Railway, pada saat uji coba tahun 2003 silam, kecepatan maksimum KA tersebut mencapai 581 km per jam.

KA maglev inilah yang akan ditawarkan Jepang kepada AS, satusatunya negara adidaya yang belum memiliki jaringan KA supercepat. Pemerintahan Presiden Barack Obama saat ini berinisiatif memulai pembangunan jaringan KA supercepat nasional di AS, yang akan dimulai dengan jalur dari Washington DC ke Baltimore, Maryland, sepanjang 60 km

Menurut harian bisnis Nikkei, pihak Central Japan Railway telah memberi penawaran insentif khusus dengan membebaskan biaya lisensi jika AS jadi memilih teknologi maglev Jepang untuk ruas pertama ini.

Nikkei menambahkan, Pemerintah Jepang berencana membayar separuh dari biaya lisensi sebesar 1 triliun yen (Rp112,7 triliun) melalui Japan Bank for International Cooperation.

Meski demikian, Jepang masih harus bersaing dengan negaranegara pemilik teknologi KA supercepat lain, seperti Kanada, Prancis, dan Jerman.

Usai “kencan” diplomatik tersebut, Abe mengatakan, “Setelah saya bisa berbagi pengalaman ini dengan Duta Besar Kennedy hari ini, saya harap dia pun akan berbagi cerita ini dengan Gedung Putih.”

Kennedy, satu-satunya anak mantan Presiden John F. Kennedy yang masih hidup, menimpali, teknologi maglev tersebut adalah sesuatu yang bisa mendatangkan manfaat besar bagi Jepang. “Dan semoga bagi AS juga,” ujar dia.

Jepang sendiri sedang berencana membangun jalur komersial KA maglev yang akan menghubungkan Tokyo dengan Nagoya di Jepang tengah pada 2027.

Pada 2045, jalur KA maglev tersebut akan menghubungkan Tokyo dengan Osaka di Jepang Barat dan mempersingkat waktu perjalanan dari sekitar tiga jam saat ini dengan KA peluru Shinkansen menjadi hanya sekitar 67 menit.

“Terimakasih telah berkunjung ke blog ini, and happy blogging …”