Karakteristik yang dominan pada kutipan hikayat Amir adalah

2.11.17

INIRUMAHPINTAR - Apa jawaban Anda jika diminta menjelaskan pengertian dan ciri-ciri/karakteristik, contoh Hikayat? Jika belum bisa menjawabnya dengan lengkap, sobat beruntung membaca tulisan ini karena saya akan menguraikan perihal tersebut secara mendalam. Sebagai materi yang diajarkan di kelas X SMA/MA sederajat dalam kurikulum 2013 versi revisi 2017, materi tentang Hikayat ini sesungguhnya bukanlah materi baru. Hanya saja bentuk penyajian dan langkah-langkah pengajarannya yang berbeda. Hikayat adalah karya sastra yang berisi cerita sejarah yang menarik, penuh keajaiban, atau hal-hal yang kadang-kadang tidak masuk akal. Hikayat ditulis dalam bentuk gancaran (karangan bebas atau prosa).

Hikayat juga dapat diartikan sebagai cerita Melayu lama yang mengisahkan kebesaran dan kepahlawanan orang-orang ternama, para raja atau orang suci di sekitar istana dengan segala kesaktian, keanehan, dan mukjizat tokoh utamanya.

Dalam pengertian lebih lengkap, hikayat dapat didefinisikan sebagai bentuk prosa lama dan bagian dari cerita rakyat yang menggambarkan kepahlawanan dan keagungan. Hikayat bersifat rekaan, mengandung unsur-unsur kesejahteraan, keagamaan, riwayat hidup atau biografi seorang tokoh.

Pada dasarnya, hikayat menceritakan kisah-kisah seputar istana. Hal itu dikarenakan pengarah hikayat umumnya adalah pegawai istana di zamannya.
Pengertian, Contoh, Ciri-Ciri / Karakteristik HIKAYAT
Beberapa contoh hikayat yang muncul pada masa pengaruh Islam yaitu Hikayat Iskandar Zulkarnain, Hikayat Raja-Raja Pasai, Hikayat Khaidir, Hikayat 1001 Malam, Hikayat Si Miskin, Hikayat Bayan Budiman, dan Hikayat Amir Hamzah. Selain beberapa contoh tersebut, pengaruh Hindu-Budha juga terserap ke dalam bentuk karya sastra hikayat. Karya sastra tersebut, antara lain adalah Hikayat Pandawa Lima, Hikayat Panji Wilakusuma, dan Hikayat Sri Rama. Karena itulah, ditinjau dari waktu kemunculannya, hikayat sesungguhnya lebih tepat disebut sebagai sastra zaman peralihan. Yock Fang (1991) menguraikan bahwa sastra peralihan yaitu sastra yang lahir dari pertemuan sastra yang berunsur Hindu/Budha dengan pengaruh Islam. Dengan kata lain, pada masa peralihan ini, unsur-unsur Islam semakin lama semakin besar pengaruhnya. Motif-motif cerita seperti menyelamatkan putri raja dari tawanan raksasa atau garuda, menyembuhkan penyakit melalui pemindahan nyawa/batin ke binatang masih sering ditampakkan. Namun, dalam penyajiannya, unsur-unsur Islam sudah dimasukkan sehingga lebih menarik untuk dibaca. Ciri-ciri Hikayat Dalam pembelajaran bahasa Indonesia terdahulu, termasuk dalam kurikulum KTSP, ciri-ciri hikayat dapat digambarkan singkat, jelas, dan padat seperti di bawah ini: 1. Termasuk sastra lama yang disajikan dalam bentuk prosa. 2. Ditulis dalam struktur dan bahasa ejaan Melayu/Arab. 3. Berkisah tentang sejarah atau riwayat orang suci atau raja-raja di masa lalu. 4. Lazimnya hikayat disajikan dalam bentuk prosa yang panjang. 5. Sebagian besar ceritanya berkisah tentang kehidupan istana. 6. Unsur-unsur rekaan merupakan ciri paling menonjol.

Karakteristik Hikayat

Istilah "ciri-ciri" dan "karakteristik" sebenarnya memiliki kesamaan. Hanya saja penyajian materi Hikayat dalam kurikulum 2013 lebih condong menggunakan istilah "karakteristik" dibandingkan "ciri-ciri". Dijelaskan bahwa hikayat termasuk teks narasi namun memiliki karakteristik unik yang membedakannya dengan bentuk narasi yang lain. Adapun karakteristik unik dari hikayat yaitu  (1) Mengandung kemustahilan dalam cerita, (2) Tokoh-tokoh cerita memiliki kesaktian, (3) Bersifat anonim (penciptanya tidak diketahui), (4) istana sentris (berkaitan dengan kehidupan istana,  dan (5) disajikan dengan cerita berbingkai/alur berbingkai, (6) Menggunakan gaya kebahasaan Melayu Klasik. Mari kita simak penjelasannya di bawah ini:

1.  Mengandung Kemustahilan

Salah satu ciri/karakteristik hikayat adalah isi teksnya mengandung kemustahilan, baik dari segi cerita maupun dari segi bahasa. Kemustahilan dapat diartikan sebagai hal yang tidak logis (tidak masuk akal) atau tidak bisa dinalar (tidak bisa diterima logika berpikir). Dalam cerita Hikayat, tokoh-tokohnya bisa saja tiba-tiba keluar-masuk dari dalam benda mati, atau bayi terlahir langsung jago berbicara dan memiliki keterampilan bela diri, dsb.

2. Tokoh Cerita Memiliki Kesaktian

Selain mengandung unsur kemustahilan, tidak jarang ditemukan unsur-unsur kesaktian dalam diri para tokoh cerita hikayat. Misalnya dalam contoh Hikayat yang diajarkan dalam materi Bahasa Indonesia versi 2013 yaitu tentang kisah Indera Bangsawan.  Kita bisa melihat adanya kesaktian kedua pangeran kembar, Indera Bangsawan dan Syah Peri. Secara garis besar, gambaran kesaktiannya dapat terlihat dari ide pokok cerita berikut ini: - Syah Peri mampu mengalahkan Garuda yang bisa merusak sebuah kerajaan. - Raksasa menghadiahkan sarung sakti yang memungkinkan penggunanya berubah wujud dan juga kuda hijau yang memiliki kekuatan untuk mengalahkan Buraksa. - Indera Bangsawan mampu mengalahkan Buraksa.

3.  Bersifat Anonim (Penciptanya tidak diketahui)

Salah satu ciri/karakteristik cerita rakyat, termasuk hikayat yaitu bersifat anonim. Anonim artinya nama pencerita, pencipta atau pengarangnya tidak diketahui dengan jelas. Hal tersebut dikarenakan cerita hikayat disampaikan secara lisan dan turun temurun dalam silsilah masyarakat. Bahkan, sejak dahulu hingga sekarang masih ada segolongan masyarakat yang meyakini kebenaran cerita hikayat.

4.  Istana sentris (Berkisah tentang lingkungan istana)

Hikayat dalam penyajiaannya umumnya bertema, berlatar, dan membahas seputar kerajaan. Karena itulah, pembaca Hikayat seakan diajak mengembara ke negeri antah berantah yang penuh keindahan, kehebatan, kekuasaan, dan kesaktian keluarga istana. Dalam Hikayat Indera Bangsawan sebagaimana dalam buku bahasa Indonesia versi K13, hal tersebut dapat dilihat nyata dengan menelusuri tokoh-tokoh yang ada. Ternyata hampir semua tokoh-tokohnya adalah kaum bangsawan dari lingkup Istana, sebut saja raja dan anak raja, yaitu Raja Indera Bungsu, putranya Indera Bangsawan dan Syah Peri, Raja Kabir, Putri Ratna Sari, dan Putri Kemala Sari.

5. Alur/Cerita Berbingkai



Artinya di dalam cerita Hikayat ditemukan cerita dalam cerita. Dengan kata lain, dalam isi ceritanya, terdapat rangkaian cerita lain yang dikisahkan oleh para tokohnya. Contoh: Hikayat 1001 Satu Malam.

6. Menggunakan Bahasa Melayu Klasik

Dalam penyajian cerita Hikayat, penggunakan bahasa Melayu Klasik sangat kental. Oleh karena itu, terkadang ditemukan beberapa kata yang jarang dipakai saat ini. Akibatnya, tidak jarang pembaca zaman now yang kesulitan memahaminya. Solusinya adalah temukan artinya dalam kamus atau bertanyalah kepada guru atau orang tua yang cendekia.

Demikianlah pembahasan lengkap tentang Pengertian, Contoh, Ciri-Ciri / Karakteristik HIKAYAT. Semoga bermanfaat!

Related Posts :

You're Reading a Free Preview
Page 3 is not shown in this preview.


Soal dan Pembahasan

Cermati kutipan hikayat berikut

Maka, sahut perdana menteri, hai nakoda kapal! Apa gunanya tuan hamba membawa kain yang baik-baik ini kepada hamba? Karena sebab berdakwa ini tuan hamba mengupah hamba. Tiadalah hamba mau mengambil dia. Bawalah kembali dahulu. Maka, hendak pun kami, maka ia menghukum atas seorang tiada dengan pembawaannya itu jadi menang dia berhukum; melainkan apakala barang siapa yang benar itu kami benarkan dan kami serta dia. Jikalau anak kami sesekalipun apabila salah, kami salahkan juga. Janganlah nakoda sangka lagi yang demikian itu. Maka katanya kepada perempuan itu. “Tatkala dahulu istri siapa engkau ini.” Maka, sahut perempuan itu, “Ya, Tuan Hakim! Bahwasanya hamba istri nakoda, hamba tiada tahu bersuami tiga atau dijamah orang lain daripada nakoda ini.”

Maka kata orang muda itu, “Hai perempuan yang bid’ah celaka yang menduakan suami! Maka tatkala engkau peristri, bukankah engkau sudah mati? Beberapa kali keluargamu untuk menanamkan tiada aku izinkan. Aku pinta hanyutkan ke laut dan aku bersama-sama. Daripada kasihku akan engkau maka setengah umurku bahagiakan akan dikau. Maka dengan kurnia Allah engkau dikembalikan hidup dalam dunia.”

(Hikayat Bayan Budiman)

Karakteristik Melayu Klasik yang terdapat pada kutipan tersebut adalah ....

A. istanasentris, dewa-dewa

B. istanasentris, kesaktian

C. kesaktian, kemustahilan

D. kemustahilan, struktur bahasa

E. kemustahilan, dewa-dewi

Pembahasan

Karakteristik yang tampak pada teks tersebut adalah ceritanya yang mengandung kemustahilan dan berbahasa Indonesia lama (Melayu).

Jawaban: D


CATATAN!!!

Setelah kalian mempelajari materi diatas mengenai pengertian, tujuan dan ciri umum teks laporan hasil observasi, apakah kalian memahami seluruh materi tersebut? Ataukah masih ada materi yang belum dipahami?

Jika kalian masih belum memahami materi diatas, silahkan pelajari kembali dengan lebih seksama. Namun jika sudah memahami materi secara keseluruhan, silahkan pelajari pada situs https://www.youtube.com/watch?v=zOxBm1bbWho atau scan barcode di bawah ini



SOAL LATIHAN


      1. Berikut ini adalah ciri-ciri hikayat, kecuali ….
  1. Anonim
  2. Lisan
  3. Khayal
  4. Istana sentries
  5. Logis
      1. Hikayat Amir Hamzah mendapat pengaruh dari ….
  1. Melayu asli
  2. Sumatera
  3. Jawa
  4. Arab
  5. India

Bacalah sepenggal hikayat berikut ini untuk menjawab soal nomor 3 – 5

Alkisah, ini hikayat orang dahulu kala. Diceritakan orang yang empunya cerita ini kisah pelanduk jenaka pri bijaksana pandai ia berbuat dusta segala binatang di dalam hutan rimba belantara. Demikianlah bunyinya, sekali peristiwa ada seekor pelanduk, maka ia duduk kepada suatu rimba hampir dengan Gunung Indrakila namanya disebut orang dan padang itupun … luasnya. Maka, banyaklah pada tempat itu segala binatang marga satwa sekaliannya berhimpun di sana.

      1. Judul yang sesuai untuk penggalan hikayat di atas adalah ….
  1. Hikayat Pelanduk Jenaka
  2. Hikayat Orang Dahulu Kata
  3. Hikayat Gunung Indrakila
  4. Hikayat Seekor Binatang
  5. Hikayat Si Pendusta
      1. Penggalan hikayat di atas menggunakan sudut pandang ….

  1. Orang pertama
  2. Orang kedua
  3. Orang pertama pelaku utama
  4. Orang ketiga
  5. Orang pertama pelaku sampingan
      1. Latar tempat dari penggalan hikayat tersebut adalah ….
  1. Gunung Indrakila
  2. Hutan rimba
  3. Padang rumput
  4. Kebun Binatang
  5. Marga satwa

Bacalah penggalan hikayat berikut ! (Untuk soal nomor 6 dan 7)

Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembali ke rahmatullah. Maka ia pun tiada beranak seorang pun jua. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian . maka ia pun berkata, katanya,”Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala Saudaraku ini tiada hendak berkata?”

      1. Isi kutipan tersebut menceritakan ….
  1. Masyarakat sedang berduka atas kematian rajanya.
  2. Orang tua diberi hak berbicara dalam setiap pertemuan.
  3. Seorang raja telah meninggal dan tidak memiliki anak.
  4. Para menteri dan orang besar melakukan musyawarah pemilihan raja.
  5. Hak orang berpendapat untuk memecahkan masalah dalam musyawarah.
      1. Nilai sosial yang terdapat pada kutipan hikayat tersebut adalah ….
    1. Setiap negara memiliki seorang pemimpin yang dipilih rakyat.
    2. Memberi kesempatan berbicara kepada semua yang hadir dalam musyawarah.
    3. Kepemimpinan yang dialihkan kepada perdana menteri oleh raja yang berkuasa.
    4. Orang tua lebih berpengalaman daripada orang muda dalam berbagai hal.
    5. Bermusyawarah untuk memberi kesempatan berbicara kepada yang berwenang.

Bacalah kutipan hikayat berikut! (Untuk soal nomor 8 dan 9)

Tersebutlah perkataan seorang raja keinderaaan yang kena sumpah Batara Indera. Adapun raja itu sekarang hidup laki bini sebagai si Miskin di negeri Antah Berantah yang diperintah oleh Maharaja Indera Dewa. Adapun pekerjaan si Miskin mengelilingi negeri mencari rezeki setiap hari adanya. Tetapi ke mana mereka pergi, mereka selalu dilempar orang dengan batu dan kayu. Terpaksalah mereka makan ketupat dan buku tebu yang didapatinya dari timbunan-timbunan sampah. Hatta beberapa lamanya bini si Miskin pun hamillah dan ingin makan mempelam dari raja. Raja Antah Berantah dengan suka memberikan mempelam itu. Berapa lama kemudian, bini si Miskin ingin makan nangka yang ada di dalam istana dan nangka itu pula diberikan juga oleh raja ….

      1. Isi penggalan cerita tersebut adalah ….
    1. Seorang raja mengabulkan permintaan si Miskin meskipun sebelumnya hidup tersia-sia.
    2. Seseorang yang terkena sumpah Batara Indera karena melawan perintah Batara Indera.
    3. Batara Indera membantu orang miskin yang istrinya sedang hamil besar.
    4. Orang miskin mencari makan di tempat sampah dan hidup pasrah.
    5. Raja Antah Berantah hanya memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkannya.
      1. Amanat yang terkandung dalam dalam kutipan cerita tersebut adalah ….
    1. Pada hakikatnya orang kaya dan orang miskin sama di hadapan Tuhan.
    2. Ketabahan penting pada saat kita menghadapi kesulitan.
    3. Memberikan pertolongan kepada seseorang adalah perbuatan terpuji.
    4. Berusahalah terus, jangan mudah menyerah pada keadaan.
    5. Hadapilah persoalan hidup dengan tenang dan tabah.

Perhatikan kutipan hikayat berikut! (Untuk soal nomor 10 dan 11)

Di dalam berkata-kata itu datanglah Sultan Harunurrasyid. Maka Abu Nawas pun larilah; dalam hatinya, “Jika baginda itu orang yang berakal, niscaya terlepaslah ia dan jikalau bodoh matilah ia disembelih orang jahat itu.”

Kemudian baginda itu pun dibawa oleh orang Badui itu ke tempat memotong daging, hendak dikeratnya batang lehernya. Dengan terkejut dan heran berkatalah baginda, “Adapun daging aku ini tiada berapa banyaknya akan engkau perbuat bubur haris itu, hasilnya pun sedikit. Yang baiknya engkau suruhlah aku ini membuat kopiah; pada satu hari dua biji selesai aku buat. Jika engkau jual, harganya dapat lebih daripada harga bubur itu.”

“Masa …”

“Berapa engkau dapat dari hasil berjualan bubur itu?”

(Sumber: Abu Nawas kutipan Nur Sutan Iskandar hlm. 53-54 dengan pengubahan)

      1. Isi penggalan hikayat di atas adalah ….
    1. Seorang pembuat kopiah yang bisa menghasilkan dua buah kopiah dalam sehari.
    2. Seorang Badui yang menjual bubur di pasar.
    3. Seorang raja yang tertangkap karena kelicikan anak buahnya.
    4. Seseorang yang licik dan ingin mencelakakan orang lain.
    5. Seorang raja yang cerdik yang selamat dari pembantaian orang Badui.


Petunjuk:

1. Bacalah Hikayat Bayan Budiman berikut ini.

2. Identifikasikanlah karakteristik hikayat tersebut dengan menggunakan tabel berikut ini.


No

Karakteristik

Kutipan Teks
1. Kemustahilan
2. Kesaktian
3. Istana sentris


Mengidentifikasi Isi Pokok Cerita Hikayat dengan Bahasa Sendiri

Hikayat termasuk ke dalam teks narasi. Kamu akan dapat mendengarkan pembacaan hikayat berikut ini. Gurumu atau salah satu temanmu akan membacakan cerita tersebut di kelasmu. Untuk dapat mendengarkan dengan baik, lakukanlah hal-hal berikut.


  1. Berkonsentrasilah pada cerita yang akan didengarkan agar dapat mencatat tema atau inti ceritanya.
  2. Supaya membantu kamu dalam memahami alur, tuliskanlah bagian-bagian penting yang terdapat dalam hikayat tersebut.

  3. Sebelum mendengarkan Hikayat Bayan Budiman, kamu dapat menyampaikan pertanyaan umum. Misalnya:

a. Siapakah Bayan Budiman itu?

b. Di manakah kisah dalam hikayat itu terjadi?

4. Bersiap-siaplah untuk berlatih mengidentifikasi isi pokok cerita hikayat dengan bahasamu sendiri.


TUGAS KELOMPOK


Sebermula ada saudagar di negara Ajam. Khojan Mubarok namanya, terlalu amat kaya, akan tetapi ia tiada beranak. Tak seberapa lama setelah ia berdoa kepada Tuhan, maka saudagar Mubarok pun beranaklah istrinya seorang anak laki-laki yang diberi nama Khojan Maimun.

Setelah umurnya Khojan Maimun lima tahun, maka diserahkan oleh bapaknya mengaji kepada banyak guru sehingga sampai umur Khojan Maimun lima belas tahun. Ia dipinangkan dengan anak saudagar yang kaya, amat elok parasnya, namanya Bibi Zainab. Hatta beberapa lamanya Khojan Maimun beristri itu, ia membeli seekor burung bayan jantan. Maka beberapa di antara itu ia juga membeli seekor tiung betina, lalu di bawanya ke rumah dan ditaruhnya hamper sangkaran bayan juga.

Pada suatu hari Khojan Maimun tertarik akan perniagaan di laut, lalu minta izinlah dia kepada istrinya. Sebelum dia pergi, berpesanlah dia pada istrinya itu, jika ada barang suatu pekerjaan, mufakatlah dengan dua ekor unggas itu, hubaya-hubaya jangan tiada, karena fitnah di dunia amat besar lagi tajam daripada senjata.

Hatta beberapa lama ditinggal suaminya, ada anak Raja Ajam berkuda lalu melihatnya rupa Bibi Zainab yang terlalu elok. Berkencanlah mereka untuk bertemu melalui seorang perempuan tua. Maka pada suatu malam, pamitlah Bibi Zainab kepada burung tiung tu hendak menemui anak raja itu. Maka bernasihatlah ditentang perbuatannya yang melanggar aturan Allah Swt. Maka marahlah istri Khojan Maimun dan disentakkannya tiung itu dari sangkarnya dan dihempaskannya sampai mati.

Lalu Bibi Zainab pun pergi mendapatkan bayan yang sedang berpura-pura tidur. Maka bayan pun berpura-pura terkejut dan mendengar kehendak hati Bibi Zainab pergi mendapatkan anak raja. Maka bayan pun berpikir bila ia menjawab seperti tiung maka ia juga akan binasa. Setelah ia sudah berpikir demikian itu, maka ujarnya, “Aduhai Siti yang baik paras, pergilah dengan segeranya mendapatkan anak raja itu. Apa pun hamba ini haraplah tuan, jikalau jahat sekalipun pekerjaan tuan, Insya Allah di atas kepala hambalah menanggungnya. Baiklah tuan sekarang pergi, karena sudah dinanti anak raja itu. Apatah dicari oleh segala manusia di dunia ini selain martabat, kesabaran, dan kekayaan?

Adapun akan hamba, tuan ini adalah seperti hikayat seekor unggas

bayan yang dicabut bulunya oleh tuannya seorang istri saudagar.”

Maka berkeinginanlah istri Khojan Maimun untuk mendengarkan cerita tersebut. Maka Bayanpun berceritalah kepada Bibi Zainab dengan maksud agar ia dapat memperlalaikan perempuan itu. Hatta setiap malam, Bibi Zainab yang selalu ingin mendapatkan anak raja itu, dan setiap berpamitan dengan bayan. Maka diberilah ia cerita-cerita hingga sampai 24 kisah dan 24 malam. Burung tersebut bercerita, hingga akhirnyalah Bibi Zainab pun insaf terhadap perbuatannya dan menunggu suaminya Khojan Maimum pulang dari rantauannya.

Burung Bayan tidak melarang malah dia menyuruh Bibi Zainab meneruskan rancangannya itu, tetapi dia berjaya menarik perhatian serta melalaikan Bibi Zainab dengan cerita-ceritanya. Bibi Zainab terpaksa menangguh dari satu malam ke satu malam pertemuannya dengan putera raja. Begitulah seterusnya sehingga Khoja Maimun pulang dari pelayarannya.

Bayan yang bijak bukan sahaja dapat menyelamatkan nyawanya, tetapi juga dapat menyekat isteri tuannya daripada menjadi isteri yang curang. Dia juga dapat menjaga nama baik tuannya serta menyelamatkan rumah tangga tuannya. Antara cerita bayan itu ialah mengenai seekor bayan yang mempunyai tiga ekor anak yang masih kecil. Ibu bayan itu menasihatkan anak-anaknya supaya jangan berkawan dengan anak cerpelai yang tinggal berhampiran. Ibu bayan telah bercerita kepada anak-anaknya tentang seekor anak kera yang bersahabat dengan seorang anak saudagar. Pada suatu hari

mereka berselisih faham. Anak saudagar mendapat luka di tangannya. Luka

tersebut tidak sembuh melainkan diobati dengan hati kera. Maka saudagar

itupun menangkap dan membunuh anak kera itu untuk mengobati anaknya.

Sumber: Kesusasteraan Melayu Klasik dengan penyesuaian
UJI KOMPETENSI

  1. Bacalah teks hikayat berikut dengan saksama!

Sebermula ada pun yang berjalan itu pertama Maharaja Dandah, kemudian menjadi saya pikir itu Maharaja Baruang, dan menjadi kepala jalan Maharaja Syahmar dan Raja Perkasa yang menjadi ekor sekali, dan beberapa pula raja-raja sekalian isi rimba itu berjalan dengan segala rakyat tentaranya mengirimkan Tuan Syekh Alim di rimba itu serta dengan tempik soraknya. Adalah lakunya seperti halilintar membelah bumi dari sebab segala raja-raja yang tiada terkira-kira banyaknya itu. Syahdan maka segala isi rimba yang di tanah itu pun berjeritanlah dan tiadalah berketahuan lagi membawa dirinya, ada yang ke dalam lubang tanah ada yang di celah-celah batu adanya.

Menilik isinya, kutipan di atas merupakan bagian … dari keseluruhan alur cerita.


    1. eksposisi (pengenalan)
    2. komplikasi (pertikaian awal)
    3. konflik (pertentangan)
    4. puncak konflik (klimaks)
    5. penyelesaian (falling action)

Bacalah hikayat berikut untuk menjawab soal no 2 - 4!

Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba dari padanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu.
  1. Amanat yang tersirat dalam kutipan sastra klasik tersebut adalah …

    1. Basmilah jika melihat kejahatan
    2. Jangan menyombongkan diri
    3. Tunjukkanlah jika memiliki suatu kemampuan
    4. Hendaklah menolong orang yang dalam kesulitan
    5. Bersyukurlah jika mendapat pertolongan
  1. Nilai moral yang terdapat dalam kutipan sastra Melayu klasik tersebut adalah ....
    1. kekacauan penduduk akibat hasutan
    2. ketidakpedulian raja kepada rakyatnya
    3. kepedulian rakyat atas keselamatan rajanya
    4. kekejaman raja terhadap rakyatnya
    5. keadilan seorang raja kepada rakyatnya
  1. Kalimat dalam kutipan tersebut yang menunjukkan ciri-ciri sastra Melayu klasik dilihat dari bahasanya, menggunakan kata....
    1. diam, dan tuan
    2. daripadanya dan merebut
    3. raja dan tamasya
    4. rimba dan akal
    5. hamba dan buraksa
  1. Bacalah penggalan hikayat berikut dengan saksama!

Pengganti Hang Tuah di keraton adalah Hang Jebat. Sesungguhnya, ia menaruh dendam atas keputusan raja yang dijatuhkan kepada sahabatnya, Hang Tuah. Karena setia kepada sahabatnya, ia mengamuk di keraton. putri-putri dan dayang-dayang diperlakukan kurang sopan sehingga banyak jugalah orang yang mati karena kerisnya, yang diberikan Hang Tuah kepadanya. Tiada seorang pun yang berani mendinginkan sehingga raja sendiri pun terlibat pula dalam kesulitan dan ketakutan. 5. Dari kutipan cerita di atas kita dapat mengetahui bahwa Hang Jebat berwatak ….
  1. pemberani
  2. baik budi
  3. sombong
  4. setia
  5. kasar
  1. Berikut ciri-ciri hikayat kecuali….
  1. cerita bersifat istanasentris
  2. disebarkan secara tertulis
  3. cerita bersifat simbolis
  4. bersifat magis
  5. Bersifat anonim
  1. Bacalah penggalan hikayat berikut!

”Janganlah adinda bertanya jua” jawab baginda dengan sedihnya. ”Pertanyaan itu hanya

menambah luka Tuanku jua semata.”

”Ampun, Tuanku, orang yang arif tiada pernah putus asa sekali pun bagaimana juga cobaan yang datang ke atas dirinya. Tiada pula ia bersedih hati karena kesedihan tiada buahnya selain daripada menguruskan badan saja yang sudah ditakdirkan tiada juga akan tertolak olehnya.”

(Hikayat Kalilah dan Dimnah)

Nilai moral yang tertuang dalam penggalan cerita di atas tampak pada perbuatan ….

    1. menghormati orang lain
    2. mendahulukan kepentingan umum
    3. menegur orang dengan bahasa yang sopan
    4. menolong orang yang sedang menderita
    5. membantu orang yang sedang bersedih hati
  1. Contoh hikayat berikut ini yang berasal dari Arab adalah ….
    1. Lutung Kasarung - Kalilah dan Dimnah

    2. Bahtiar - Amir Hamzah
    3. Hikayat Sri Rama – Hikayat Pandawa Lima
    4. Hikayat Panji Cekel Wenang Pati – Hikayat Panji Semirang
    5. Hikayat Hang Tuah – Hikayat MahaBaratha
  1. Contoh hikayat berikut ini yang berasal dari Jawa Timur adalah ….
    1. Lutung Kasarung - Kalilah dan Dimnah
    2. Bahtiar - Amir Hamzah
    3. Hikayat Sri Rama – Hikayat Pandawa Lima
    4. Hikayat Panji Cekel Wenang Pati – Hikayat Panji Semirang
    5. Hikayat Raja- raja Melayu – Hikayat Maha Baratha
  1. Dari dialog yang ada dalam drama " Rama dan Sinta " berikut ini amanat yang dapat diambil adalah ….

"Beberapa lama berjalan bertemulah ia akan seekor burung jantan dan empat ekor burung betina. Maka Sri Rama bertanyalah, “Hai burung adakah engkau lihat istriku dilarikan orang ?”

Sahut burung jantan, “engkau yang bernama Sri Rama? aku dengar masyhur namamu, gagah berani tiada terlawan di tengah medan perang, akan tetapi binimu tiada terpelihara perempuan seorang, lihat empat ekor biniku dapat kupelihara, konon engkau manusia dua orang saudaramu tiada dapat memelihara binimu sendiri “

(Hikayat Sri Rama)

  1. tanggung jawab kepala keluarga kepada anggota keluarganya
  2. menasihati orang lain hendaknya jangan menyakiti jiwanya
  3. perbuatan baik dapat dilakukan orang kecil kepada siapa saja
  4. memberikan sesuatu yang baik dapat dilakukan siapa saja
  5. berbuat baik tidak harus menggunakan tindakan yang melukai orang lain baik lahir maupun batinnya

Rubrik Penilaian Uji Kompetensi

Setelah anda mengerjakan Uji Kompetensi diatas, silakan cocokan jawaban kalian dengan kunci jawaban yang ada. Kemudian kalian gunakan Rumus dibawah ini unutk menghitung perolehan skor kalian.

Jika kalian sudah memperoleh skor minimal 70 keatas, kalian dipersilahkan untuk melanjutkan mempelajari BAB berikutnya, Jika belum, silahkan anda kerjakan kembali soal yang belum benar sampai skor yang anda peroleh minimal 70

REFERENSI

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 2016. Bahasa Indonesia SMA/MA/SMK/MAK Kelas X. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.


DAFTAR ISTILAH

Mukjizat Kejadian atau peristiwa ajaib yang sukar dijangkau oleh kemampuan akal manusia

Klimaks Puncak dari suatu hal, kejadian, keadaan, dan sebagainya yang berkembang secara berangsur-angsur

Klasik Suatu hal yang mempunyai nilai tinggi, unggul, dan dibutuhkan pengakuan seluruh dunia



Dostları ilə paylaş:


Page 2


Mengenal Suku Badui

Orang Kanekes atau orang Baduy/Badui adalah suatu kelompok masyarakat adat sub-etnis Sunda di wilayah Kabupaten Lebak, Banten. Masyarakat Suku Badui di Banten termasuk salah satu suku yang menerapkan isolasi dari dunia luar. Itulah salah satu keunikan Suku Badui sehingga wajar mereka sangat menjaga betul ‘pikukuh’ atau ajaran mereka, entah berupa kepercayaan dan kebudayaan.


Badui Dalam belum mengenal budaya luar dan terletak di hutan pedalaman. Karena belum mengenal kebudayaan luar, suku Badui Dalam masih memiliki budaya yang sangat asli. Mereka dikenal sangat taat mempertahankan adat istiadat dan warisan nenek moyangnya. Mereka memakai pakaian yang berwarna putih dengan ikat kepala putih serta membawa golok. Pakaian suku Badui Dalam pun tidak berkancing atau kerah. Uniknya, semua yang dipakai suku Badui Dalam adalah hasil produksi mereka sendiri. Biasanya para perempuan yang bertugas membuatnya. Mereka dilarang memakai pakaian modern. Selain itu, setiap kali bepergian, mereka tidak memakai kendaraan bahkan tidak memakai alas kaki dan terdiri atas kelompok kecil berjumlah 3-5 orang. Mereka dilarang menggunakan perangkat teknologi, seperti HP dan TV.

Suku ini memiliki kepercayaan yang dikenal Sunda Wiwitan (Sunda: berasal dari suku sunda, wiwitan: asli). Kepercayaan ini memuja arwah nenek moyang (animisme) yang pada selanjutnya kepercayaan mereka mendapat pengaruh dari Buddha dan Hindu. Kepercayaan suku ini merupakan refleksi kepercayaan masyarakat Sunda sebelum masuk agama Islam.

Hingga saat ini, suku Badui Dalam tidak mengenal budaya baca tulis. Yang mereka tahu, ialah aksara Hanacaraka (aksara Sunda). Anak-anak suku Badui Dalam pun tidak bersekolah, kegiatannya hanya sekitar sawah dan kebun. Menurut mereka, inilah cara mereka melestarikan adat leluhurnya. Meskipun sejak pemerintahan Soeharto sampai sekarang sudah diadakan upaya untuk membujuk mereka agar mengizinkan pembangunan sekolah, tetapi mereka selalu menolak. Dengan demikian, banyak cerita atau sejarah mereka hanya ada di ingatan atau cerita lisan saja.

BaduiLuar merupakan orang-orangyangtelah keluardari adat dan wilayah Badui Dalam. Ada beberapa hal yang menyebabkan dikeluarkanya warga Badui Dalam ke Badui Luar. Pada dasarnya, peraturan yang ada di Badui Luar dan Badui Ddalam itu hampir sama, tetapi Badui Luar lebih mengenal teknologi dibanding Badui Dalam.

Sumber: http://faidatulhikmah.blogspot.com dengan penyesuaian


  1. Apakah dalam teks laporan hasil observasi di atas terdapat (a) peryataan umum tentang hal yang diobservasi, (b) deskripsi bagian objek yang dilaporkan, dan (c) manfaat objek yang dilaporkan?

  2. Apabila teks laporan hasil observasi tersebut tidak lengkap, lengkapila isi teks laporan hasil observasi tersebut sehingga menjadi teks laporan hasil observasi yang lengkap.

  1. Teks yang berisi penjabaran umum mengenai sesuatu yang didasarkan pada hasil observasi disebut....
  1. Teks Eksposisi
  2. Teks Anekdot
  3. Teks Laporan Hasil Observasi
  4. Teks Negosiasi
  5. Teks Prosedur Kompleks
  1. Teks laporan disebut juga....

  1. Teks deskripsi
  2. Teks klasifikasi
  3. Teks eksposisi
  4. Teks prosedur kompleks
  5. Teks cerita
  1. Teks yang bersifat global dan universal merupakan pengertian dari....
  1. Teks laporan
  2. Teks negosiasi
  3. Teks eksposisi
  4. Teks deskripsi
  5. Teks cerita
  1. Teks yang bersifat unik dan individual merupakan pengertian dari....
  1. Teks laporan
  2. Teks eksposisi
  3. Teks cerita
  4. Teks deskripsi
  5. Teks klasifikasi
  1. Yang merupakan struktur teks laporan hasil observasi, yaitu....
  1. Orientasi
  2. Pernyataan umum atau klasifikasi
  3. Anggota atau aspek yang dilaporkan
  4. A dan B benar
  5. B dan C benar
  1. Berikut ini adalah data-data yang dapat digunakan untuk menyusun laporan hasil observasi tentang komodo:

(1) Komodo, binatang melata yang hidup di semak-semak.

(2) Komodo memiliki panjang kurang lebih 3 meter dan berat 166 kg.

(3) Gambar komodo banyak dipajang di jalan-jalan.

(4) Hampir semua bagian gigi komodo tertutup oleh gusi.

(5) Komodo hewan yang perlu dilindungi.

Data yang sesuai untuk menuliskan ciri fisik komodo dalam suatu teks laporan hasil observasi adalah data nomor ....


  1. (1), (2), (3)
  2. (1), (2), (4)
  3. (2), (3), (4)
  4. (2), (4), (5)
  5. (3), (4), (5)
  1. Bacalah kutipan teks laporan hasil observasi berikut untuk menjawab soal nomor 7 dan 8! Makhluk Di Bumi.Semua benda di dunia ini dapat diklasifikasikan menjadi dua kelompok, yaitu benda hidup dan benda mati. Benda hidup dan biasa disebut makhluk hidup memiliki ciri-ciri umum, seperti bergerak, bernapas, tumbuh, dan mempunyai keturunan. Makhluk hidup ini dikelompokkan lagi menjadi binatang dan tumbuh-tumbuhan. ....
Pembetulan yang tepat pada penulisan judul teks di atas adalah ... .
  1. Makhluk di bumi
  2. MAKHLUK DI BUMI
  3. Makhluk Di Bumi

  4. Makhluk di BUMI
  5. Makhluk di Bumi
  1. Penggunaan konjungsi dalam kalimat “Benda hidup dan biasa disebut makhluk hidup memiliki ciri-ciri umum, seperti bergerak, bernapas, tumbuh, dan mempunyai keturunan”, tidak tepat. Konjungsi yang tepat untuk menggantikan adalah ... .
  1. serta – misalnya
  2. juga – misalnya
  3. atau – bagaikan
  4. serta – yaitu
  5. atau – yaitu
  1. Observasi dapat dilakukan secara tidak langsung dengan cara ….
  1. mengamati
  2. mendengarkan
  3. menyaksikan
  4. melakukan
  5. merasakan
  1. Aspek-aspek yang dilaporkan pada laporan observasi berupa ….
  1. definisi
  2. deskripsi
  3. umum
  4. terpusat
  5. verba penghubung

Rubrik Penilaian Uji Kompetensi

Setelah anda mengerjakan Uji Kompetensi diatas, silakan cocokan jawaban kalian dengan kunci jawaban yang ada. Kemudian kalian gunakan Rumus dibawah ini unutk menghitung perolehan skor kalian.

Jika kalian sudah memperoleh skor minimal 70 keatas, kalian dipersilahkan untuk melanjutkan mempelajari BAB berikutnya, Jika belum, silahkan anda kerjakan kembali soal yang belum benar sampai skor yang anda peroleh minimal 70

REFERENSI

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 2016. Bahasa Indonesia SMA/MA/SMK/MAK Kelas X. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.


DAFTAR ISTILAH

Observasi Aktivitas terhadap suatu proses atau objek dengan maksud merasakan dan kemudian memahami pengetahuan dari sebuah fenomena berdasarkan pengetahuan dan gagasan yang sudah diketahui sebelumnya.


Hipotesis Jawaban sementara terhadap masalah yang masih bersifat praduga karena masih harus dibuktikan kebenarannya

Klasifikasi Proses pengelompokan benda berdasarkan ciri-ciri persamaan dan perbedaan


Kompetensi Pengetahuan:

3.3 Menganalisis struktur, isi (permasalahan, argumentasi, pengetahuan, dan rekomendasi), kebahasaan teks eksposisi berkaitan dengan bidang pekerjaan yang didengar dan atau dibaca

3.4 Menganalisis struktur dan kebahasaan teks eksposisi yang berkaitan dengan bidang pekerjaan.
Kompetensi Keterampilan :

4.3 Mengembangkan Isi (permasalahan, argument, pengetahuan, dan rekomendasi) teks eksposisi berkaitan dengan bidang pekerjaan secara lisan dan tulis

4.4 Mengontruksikan teks eksposisi berkaitan bidang pekerjaan dengan memerhatikan isi (permasalahan, argument, pengetahuan, dan rekomendasi), struktur dan kebahasaan

MENGEMBANGKAN PENDAPAT DALAM EKSPOSISI


Contoh Teks Eksposisi
WTO GLOBALISASI
Tesis :

Peran dan Manfaat WTO Globalisasi memberikan dampak berupa perubahan pada pasar internasional, salah satunya adalah liberalisasi perdagangan, yang dipandang sebagai suatu upaya untuk meningkatkan daya saing ekonomi.


Argumentasi :

Indonesia yang menganut perekonomian terbuka sangat sulit untuk mengelak dari dinamika ekonomi internasional yang semakin mengglobal ini. Konsekuensinya, pasar domestik Indonesia tidak terlepas dari gejolak pasar dunia yang semakin liberal, karena kebijakan unilateral dan ratifikasi kerjasama perdagangan internasional (regional dan global) yang harus dilakukan Indonesia. World Trade Organization (WTO) atau Organisasi Perdagangan Dunia merupakan satu-satunya badan internasional yang secara khusus mengatur masalah perdagangan antar negara.


Penegasan Ulang :

Sistem perdagangan multilateral WTO diatur melalui suatu persetujuan yang berisi aturan-aturan dasar perdagangan internasional sebagai hasil perundingan yang telah ditandatangani oleh negara-negara anggota.


TUJUAN PEMBELAJARAN
Pada kegiatan pembelajaran ini kita akan mempelajari materi tentang Mengembangkan Pendapat dalam Eksposisi. Adapun tujuan kegiatan pembelajaran mandiri ini adalah sebagai berikut:

Setelah mempelajari materi ini, Anda diharapkan mampu:


  1. Mengidentifikasi tesis, argument, rekomendasi dalam eksposisi
  2. Membedakan fakta dan opini dalam teks eksposisi


URAIAN MATERI

Pengertian teks eksposisi

paragraf atau karangan yang terkandung sejumlah informasi dan pengetahuan yang disajikan secara singkat, padat, dan akurat. Paragraf eksposisi ini bersifat Ilmiah atau dapat dikatakan non fiksi. Contoh-contoh teks eksposisi dapat dilihat berita-berita atau koran, namun contoh eksposisi dapat dilihat dibawah ini tetapi sebelum itu mari kita pelajari teks eksposisi lebih dalam dengan melihat jenis, ciri-ciri struktur dan tujuan eksposisi antara lain sebagai berikut.


Jenis-Jenis Teks Eksposisi

Eksposisi definisi

Eksposisi Proses

Eksposisi Klasifikasi

Eksposisi Ilustrasi

Ekskposisi Perbandingan

Eksposisi Laporan
Ciri-Ciri Teks Eksposisi

Menjelaskan informasi-informasi pengetahuan

Gaya informasi yang mengajak

Penyampaian secara lugas dan menggunakan bahasa yang baku

Tidak memihak artinya tidak memaksakan kemauan penulis terhadap pembaca

Fakta dibakai sebagai alat kontribusi dan alat kontritasi


Soal dan Pembahasan

Bacalah secara cermat!

Langkah-langkah menulis sebagai berikut. Pertama, tentukan topik.Kedua, kumpulkan data.* Ketiga, buat kerangka karangan. *Keempat, kembangkan kerangka menjadi tulisan. Kelima, tentukan judul karangan.

Jenis teks eksposisi tersebut adalah ....


  1. proses
  2. definisi
  3. klasifikasi
  4. perbandingan
  5. sebab-akibat

Pembahasan :

Ekposisi proses menjelaskan tentang bagaimana mengerjakan sesuatu atau bagaimana sesuatu itu bisa terjadi. Teks tersebut menjelaskan bagaimana langkah-langkah menulis. Jadi, jawabannya benar yaitu eksposisi proses. Jawaban yang lain kurang tepat karena tidak sesuai dengan teks.

Jawaban :A

Struktur Teks Eksposisi


  1. Tesis (Pembukaan)
  2. Argumentasi (Isi)
  3. Penegasan Ulang (Penegasan ulang)

Kaidah/ciri bahasa yang digunakan dalam teks eksposisi antara lain sebagai berikut :



Pronomina atau kata ganti adalah jenis kata yang menggantikan nomina atau frasa nomina. Pronomina dapat diklasifikasikan menjadi dua macam yaitu pronomina persona dan pronomina nonpersona.

Pronomina Persona (kata ganti orang) yaitu Persona Tunggal. Contohnya seperti ia, dia, anda, kamu, aku, saudara, -nya, -mu, -ku, si-., dan Persona Jamak Contohnya seperti kita, kami, kalian, mereka, hadirin, para. Pronomina Nonpersona (kata ganti bukan orang) yaitu Pronomina Penunjuk contohnya seperti ini, itu, sini, situ, sana. dan pronomina penanya contohnya seperti apa, mana, siapa.


Konjungsi temporal seperti mula-mula, kemudian, lalu, setelah itu, akhirnya dapat digunakan bersamaan untuk menata argumentasi dengan cara mengurutkan dari yang penting menuju ke yang kurang penting atau sebaliknya. Konjungsi sebab-akibat dapat digunakan untuk menyuguhkan informasi asal-muasal suatu peristiwa atau kejadian dan efek yang ditimbulkan dari kejadian tersebut. Konjungsi penegasan seperti pada kenyataannya, kemudian, lebih lanjut, bahkan digunakan untuk mengurutkan informasi dari yang kuat menuju yang lemah atau sebaliknya.

Tujuan Teks Eksposisi

Tujuan teks eksposisi adalah untuk memaparkan atau menjelaskan infomasi-informasi tertentu sehingga pengetahuan para pembaca bertambah.


CATATAN!!!

Setelah kalian mempelajari materi diatas mengenai pengertian, tujuan dan ciri umum teks laporan hasil observasi, apakah kalian memahami seluruh materi tersebut? Ataukah masih ada materi yang belum dipahami?

Jika kalian masih belum memahami materi diatas, silahkan pelajari kembali dengan lebih seksama. Namun jika sudah memahami materi secara keseluruhan, silahkan pelajari pada situs https://www.youtube.com/watch?v=7BHCGzgP9no atau scan barcode di bawah ini


  1. Membahas dan mengajukan pendapat di berbagai topik ekonomi dan politik, termasuk kebijakan....
  1. Sosial terhadap sesama manusia
  2. Publik yang memicu konflik sosial
  3. Berpendapat
  4. Dalam hal budaya berpendapat di forum ekonomi dan politik
  5. Kebebasan berpendapat yang dirampas
  1. Kebebasan berpendapat yang dirampas merupakan tanda kehidupan politik yang....
  1. Sehat
  2. Bagus
  3. Tidak sehat
  4. Praktis
  5. B dan C benar
  1. Ciri-ciri demokrasi yang dijalankan oleh sebuah negara ditandai dengan adanya....
  1. Kebebasan berpendapat
  2. Musyawarah
  3. Politik
  4. Ekonomi
  5. Sosial Budaya yang baik
  1. Negara yang tidak memberikan kesempatan untuk berpendapat tidak akan menjamin kehidupan bernegara yang ....
  1. Tidak baik
  2. Tidak sehat
  3. Demokratis
  4. Disintegrasi bangsa
  5. Intergasi Nasional
  1. Teks yang menjelaskan tentang berbagai macam informasi yang didalamnya terdapat argumentasi yang fakta dan akurat untuk memperluas wawasan. Pernyataan tersebut merupakn pengertian dari....
  1. Eksposisi
  2. Anekdot
  3. Prosedur komplek
  4. Negosiasi
  5. Laporan
  1. teks yang menceritakan pendapat tentang suatu masalah merupakan pengertian dari....
  1. Eksposisi
  2. Anekdot
  3. Prosedur komplek
  4. Negosiasi
  5. Laporan
  1. Struktur teks eksposisi yang benar adalah....
  1. Tesis^Penegasan ulang pendapat^ Argumentasi
  2. Penegasan ulang pendapat^Tesis^Argumentasi
  3. Penegasan ulang pendapat^Argumentasi^Tesis

  4. Tesis^Argumentasi^Penegasan ulang pendapat
  5. Argumentasi^Penegasan ualng pendapat^Tesis
  1. Struktur teks eksposisi yang menyatakan tentang pernyataan pendapat disebut....
  1. Tesis
  2. Argumentasi
  3. Koda
  4. Reaksi
  5. Penegasan ulang pendapat
  1. Struktur teks eksposisi yang merupakan pendapat disebut....
  1. Tesis
  2. Argumentasi
  3. Koda
  4. Reaksi
  5. Penegasan ulang pendapat

10. Perhatikan pernyataan berikut!

1. Kohesi

2. Partisipan

3. Konjungsi

4. Koherensi

5. Tema

6. Ejaan


7. Bahasa

8. Peribahasa

Dari pernyataan diatas yang merupakan kaidah teks eksposisi adalah....

  1. 1, 2, 3, dan 4
  2. 1, 2, 4, dan 5
  3. 1, 3, 4, dan 6
  4. 2, 5, 7, dan 8
  5. 5, 6, 7, dan 8
  1. Yang merupakan struktur teks laporan hasil eksposisi adalah ….
    1. Abstrak – Orientasi – Krisis – Reaksi- Coda.
    2. Pernyataan Umum – Anggota aspek yang dilaporkan
    3. Uraian- Kesimpulan- Harapan
    4. Pendapat – Gagasan – Uraian.
    5. Ungkapan Gagasan – Pendapat – Penguatan Pendapat.
  1. Kelompok hewan dapat ….. vertebrata dan avertebrata. Frase verba yang tepat untuk melengkapi kalimat rumpang di atas yang paling tepat adalah ….
    1. mengklasifikasikan menjadi
    2. mengelompokkan menjadi
    3. dikelompokkan menjadi
    4. diklasifikasikan atas
    5. mengelompokkan atas
  1. Perhatikan kalimat dibawah ini !

(1) Kebersihan kelas terbukti banyak sekali manfaatnya, baik bagi guru maupun siswa dalam pembelajaran.

(2) Kebersihan kelas harus kita budayakan penerapannya.

Kedua kalimat simpleks di atas agar menjadi kalimat kompleks dapat digabung dengan kata sambung ….
  1. Karena itu
  2. lagi
  3. lagi pula
  4. karena
  5. sedangkan
  1. Berikut ini yang termasuk kalimat kompleks hubungan sebab akibat adalah….
  1. benda di dunia ini dapat diklasifikasi menjadi dua kelompok, yaitu benda hidup dan benda mati.
  2. Benda mati dibedakan dari benda hidup karena benda mati tidak mempunyai ciri-ciri umum tersebut.
  3. Pengelompokan itu dilakukan pengamat berdasarkan adanya perbedaan dalam beberapa hal.
  4. Tumbuh-tumbuhan dapat menghasilkan makanan sendiri, sedangkan binatang tidak
  5. Kelompok binatang dapat dibagi menjadi vertebrata dan invertebrata.
  1. Kalimat berikut yang menggunakan kelompok kata verba aktif adalah….
  1. Benda hidup dapat dikelompokkan lagi menjadi binatang dan tumbuh-tumbuhan.
  2. Semua benda di dunia ini dapat diklasifikasi menjadi dua kelompok, yaitu benda hidup dan benda mati.
  3. Benda mati dibedakan dari benda hidup karena benda mati tidak mempunyai ciri-ciri umum tersebut
  4. Pengamat telah mengelompokkan benda menjadi dua yaitu benda hidup dan benda mati.
  5. Kelompok hewan telah diklasifikasikan menjadi dua yaitu vertebrata dan avertebrata.
  1. Binatang dapat dibagi menjadi vertebrata dan invertebrata.
Kalimat berikut yang tidak menggunakan kata bersinonim dengan frasa”dibagi menjadi” adalah ….
    1. Benda di dunia ini dapat diklasifikasikan menjadi dua kelompok, yaitu benda hidup dan benda mati.

    2. Benda hidup dapat dikelompokkan lagi menjadi binatang dan tumbuh-tumbuhan
    3. Kelompok hewan telah dipilah menjadi dua yaitu vertebrata dan avertebrata
    4. Hewan yang bertulang punggung dapat disebut vertebrata.
    5. Benda hidup dapat digolongkan menjadi kelompok hewan dan kelompok tumbuh-tumbuhan.
  1. Di bawah ini semua kata termasuk kelas kata verba yang dibetuk dari kata dasar “pilah”, kecuali ….
    1. memilah, dipilah, memilahkan
    2. pilahan, pemilahan, pemilah
    3. terpilah, pemilah, memilah-milahkan
    4. memilah, pilahan, memilahkan
    5. pilahan, dilahkan, dipilah
  1. Kata dasar “klasifikasi” dapat dibentuk menjadi: mengklasifikasikan, diklasifikasikan, pengklasifikasian,
Dari contoh di atas imbuhan yang dapat membentuk kata benda/nomina adalah ….
    1. me –
    2. me – kan
    3. di – kan
    4. – kan
    5. pe – an
  1. Contoh penerapan imbuhan pembentuk verba terdapat pada kalimat ….
    1. pengklasifikasian benda di muka bumi ini berdasarkan persamaan dan perbedaan yang terdapat pada benda tersebut.
    2. Pengamat telah memilah benda di muka bumi ini menjadi benda hidup dan benda mati.
    3. Persamaan ciri-ciri antara tumbuhan dan hewan penjadi pengolong ke dalam kelompok makhluk hidup.
    4. Penggolongan makhluk di muka bumi dilakukan dengan teliti.
    5. Golongan benda hidup memiliki ciri-ciri umum yang sama sebagai makhluk hidup.
  1. Kelompok penjenis terdapat pada ….
    1. Komodo gemuk
    2. Binatang pemangsa
    3. Kerbau kurus
    4. Kucing kecil
    5. Harimau tua.


Page 3


TUGAS KELOMPOK

Bacalah teks Pembangunan dan Bencana Lingkungan berikut ini kemudian kerjakan tugas-tugas di bawahnya.


Pembangunan dan Bencana Lingkungan

Bumi saat ini sedang menghadapi berbagai masalah lingkungan yang serius. Enam masalah lingkungan yang utama tersebut adalah ledakan jumlah penduduk, penipisan sumber daya alam, perubahan iklim global, kepunahan tumbuhan dan hewan, kerusakan habitat alam, serta peningkatan polusi dan kemiskinan. Dari hal itu dapat dibayangkan betapa besar kerusakan alam yang terjadi karena jumlah populasi yang besar, konsumsi sumber daya alam dan polusi yang meningkat, sedangkan teknologi saat ini belum dapat menyelesaikan permasalahan tersebut.

Para ahli menyimpulkan bahwa masalah tersebut disebabkan oleh praktik pembangunan yang tidak memperhatikan kelestarian alam, atau disebut pembangunan yang tidak berkelanjutan. Seharusnya, konsep pembangunan adalah memenuhi kebutuhan manusia saat ini dengan mempertimbangkan kebutuhan generasi mendatang dalam memenuhi kebutuhannya.

Penerapan konsep pembangunan berkelanjutan pada saat ini ternyata jauh dari harapan. Kesulitan penerapannya terutama terjadi di Negara berkembang, salah satunya Indonesia. Sebagai contoh, setiap tahun di Negara kita diperkirakan terjadi penebangan hutan seluas 3.180.243 ha (atau seluas 50 kali luas kota Jakarta). Hal ini juga diikuti oleh punahnya flora dan fauna langka. Kenyataan ini sangat jelas menggambarkan kehancuran alam yang terjadi saat ini yang diikuti bencana bagi manusia.

Pada tahun 2005 -2006 tercatat, telah terjadi 330 bencana banjir, 69 bencana tanah longsor, 7 bencana letusan gunung berapi, 4241 gempa bumi, dan 13 bencana tsunami. Bencana longsor dan banjir itu disebabkan oleh perusakan hutan dan pembangunan yang mengabaikan kondisi alam.

Bencana alam lain yang menimbulkan jumlah korban banyak terjadi karena praktik pembangunan yang dilakukan tanpa memperhatikan potensi bencana. Misalnya, banjir yang terjadi di Jakarta pada Februari 2007, dapat dipahami sebagai dampak pembangunan kota yang mengabaikan pelestarian lingkungan.

Menurut ahli Pusat Penelitian dan Pembangunan Sumber Daya Air, penyebab utama banjir di Jakarta ialah pembangunan kota yang mengabaikan fungsi daerah resapan air dan tampungan air. Hal ini diperparah dengan saluran drainase kota yang tidak terencana dan tidak terawatt serta tumpukan sampah dan limbah sungai. Akhirnya, debit air hujan yang tinggi menyebebkan bencana banjir yang tidak terelakkan.

Masalah lingkungan di atas merupakan masalah serius yang harus segera diatasi. Meskipun tidak mungkin mengatasi keenam masalah utama lingkungan tersebut, setidaknya harus dicari solusi untuk mencegah bertambah buruknya kondisi bumi.

Sumber:www.buletinpilar.com dengan penyesuaian
Selanjutnya, diskusikanlah dengan teman-temanmu hal-hal berikut ini.

1. Apakah gagasan atau pendapat yang disampaikan penulis dalam teks tersebut?

2. Argumen apa yang disampaikan oleh penulis untuk mendukung pendapatnya?

3. Apakah rekomendasi yang disampaikan oleh penulis? Kerjakan di buku tugasmu.


Uji Kompetensi

      1. Bacalah paragraf berikut!
Ini merupakan bagian akhir dari sebuah teks eksposisi yang berupa penguatan kembali atas pendapat yang telah ditunjang oleh fakta-fakta dalam bagian argumentasi. Disebut apa struktur teks eksposisi yang dimaksud ….
  1. Pernyataan pendapat (tesis)
  2. Argumentasi
  3. Contoh
  4. Fakta
  5. Penegasan ulang
      1. Bacalah paragraf berikut!

Keunggulan obat tradisional, jika dibandingkan dengan obat modern, lebih aman, dan ekonomis.

Nomina dasar yang terdapat pada kalimat di atas adalah...


  1. keunggulan
  2. jamu
  3. obat
  4. tradisional
  5. suntikan
      1. Perhatikan kutipan di bawah ini.

“Indonesia diperkirakan memiliki sekitar 90 juta orang yang berada di kelompok consuming class.”

Nah, terbukti kan bahwa fakta tadi mendukung tesis sang penulis.

Jika dalam teks eksposisi kutipan di atas merupakan termasuk dalam bagian struktur apa….

  1. pernyataan pendapat (tesis)
  2. argumentasi
  3. contoh
  4. fakta
  5. penegasan ulang
      1. Pola paragraf yang topik utama terletak di akhir paragraf disebut…
  1. deduktif
  2. induktif
  3. capuran
  4. induktif-deduktif
  5. deduktif-induktif
      1. Pola paragraf yang topik utama terletak di awal paragraf disebut…
  1. deduktif
  2. induktif
  3. capuran
  4. induktif-deduktif
  5. deduktif-induktif

Pedagang yang menempati Pasar Raya tidak setuju jika dilakukan renovasi pasar. Alasannya, mereka takut jika setelah direnovasi tidak boleh berdagang lagi di pasar. Di samping itu, sebenarnya mereka mengharapkan ikut terlibat dalam perenovasian tersebut.

Makna kata penghubung di samping itu adalah menyatakan ....


  1. Syarat
  2. Waktu
  3. Perlawanan
  4. Penjumlahan
  5. Perturutan

      1. Bacalah secara saksama! Pada jam istirahat siswa diperbolehkan untuk bermain di halaman sekolah. Ada yang bermain bola, bermain tali, atau hanya sekedar duduk di bawah pohon. Semua siswa menggunakan jam istirahat tersebut dengan kegiatan yang menyenangkan.
Makna awalan ber- pada kata bermain adalah ....
  1. Memakai
  2. Mengeluarkan
  3. Mempunyai
  4. Menggunakan
  5. melakukan tindakan

www. jogjasprei.com adalah toko online yang melayani pembelian grosir sprei, selimut, bedcover bermerk di Indonesia serta berbagai perlengkapan untuk kenyamanan tidur Anda dengan harga yang sangat murah.

Di bawah ini yang bukan merupakan sinonim kata grosir adalah …


  1. Agen
  2. pusat perkulakan
  3. pedagang
  4. pedagang borongan
  5. pengecer

Bayi yang cerdik itu lebih banyak memandang ibunya ... mengatakan sesuatu. ..., sang ibu tersenyum, memeluk hangat buah hatinya, ... membisikkan kata sayang ke telinga sang bayi.

Kata penghubung yang tepat untuk melengkapi teks tersebut adalah

  1. dan, lalu, sehingga
  2. untuk, kemudian, dan
  3. agar, lalu, serta
  4. lalu, kemudian, serta
  5. untuk, dengan demikian, walaupun
      1. Makna imbuhan me- -kan pada kata membisikkan adalah ....
  1. membuat jadi
  2. menyatakan saling
  3. tidak sengaja
  4. perbuatan terus-menerus

  5. melakukan perbuatan

Rubrik Penilaian Uji Kompetensi

Setelah anda mengerjakan Uji Kompetensi diatas, silakan cocokan jawaban kalian dengan kunci jawaban yang ada. Kemudian kalian gunakan Rumus dibawah ini unutk menghitung perolehan skor kalian.

Jika kalian sudah memperoleh skor minimal 70 keatas, kalian dipersilahkan untuk melanjutkan mempelajari BAB berikutnya, Jika belum, silahkan anda kerjakan kembali soal yang belum benar sampai skor yang anda peroleh minimal 70

REFERENSI

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 2016. Bahasa Indonesia SMA/MA/SMK/MAK Kelas X. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.


DAFTAR ISTILAH

Eksposisi Jenis teks yang berfungsi untuk mengungkapkan gagasan atau mengusulkan sesuatu berdasarkan argumentasi yang kuat.


Kontritasi Fakta suatu teks atau keabsahan suatu teks
Drainase Pembuangan massa air secara alami atau buatan dari permukaan atau bawah permukaan dari suatu tempat.


Kompetensi Pengetahuan:

3.5 Mengevaluasi teks anekdot dari aspek makna tersirat.

3.6 Menganalisis struktur dan kebahasaan teks anekdot.

Kompetensi Keterampilan:

4.5 Mengonstruksi makna tersirat dalam sebuah teks anekdot.

4.6 Menciptakan kembali teks anekdot dengan memerhatikan struktur, dan kebahasaan.

MENYAMPAIKAN IDE MELALUI ANEKDOT

Contoh Teks Anekdot


Kereta dan Tukang Kupat Tahu
Pada suatu hari, seperti biasa, dari pagi sampai siang tukang kupat tahu berdagang di SMP 4 Tasikmalaya; jam 12 siang, dia biasanya menyusuri rel kereta untuk mengambil jalan pintas menuju ke lokasi dagang selanjutnya, yakni Pasar Pancasila.

Tetapi kebetulan hari itu, dagangannya sudah habis. Pembeli terakhirnya membeli kupat tahu di sisi rel kereta. Sesuah pembeli terakhir itu selesai, tukang kupat tahu itu membersihkan piringnya yang berwarna merah lalu mengeringkannya dengan cara dikibas-kibaskan.

Kebetulan lagi, saat itu ada kereta yang melintas. Melihat ada tanda merah dikibas-kibaskan dari jauh, masinis kereta itu kaget lalu menginjak rem keras-keras. Sangkanya ada hal darurat yang membahayakan. Lalu kereta berhenti tepat di samping tukang kupat tahu tadi.

Abstraksi:

Pada suatu hari, seperti biasa, dari pagi sampai siang tukang kupat tahu berdagang di SMP 4 Tasikmalaya; jam 12 siang, dia biasanya menyusuri rel kereta untuk mengambil jalan pintas menuju ke lokasi dagang selanjutnya, yakni Pasar Pancasila.


Orientasi:

Pembeli terakhirnya membeli kupat tahu di sisi rel kereta.


Krisis:

Melihat ada tanda merah dikibas-kibaskan dari jauh, masinis kereta itu kaget lalu menginjak rem keras-keras.


Reaksi:

Pertanyaan Masinis, “Ada apa, pak?”


Koda:

Seketika itu Masinis turun dari kereta dan memukuli tukang kupat tahu.



TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari materi ini Anda diharapkan mampu:


      1. Mendata pokok-pokok isi anekdot
      2. Mengidentifikasi penyebab kelucuan anekdot.


URAIAN MATERI

Pada pelajaran ini Anda akan belajar menyampaikan ide, gagasan, bahkan kritik melalui anekdot. Dengan menguasai materi ini, Anda akan dapat menyampaikan kritik dengan cara yang lucu, tetapi mengena.


Anekdot adalah cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan. Anekdot biasanya berkisar pada orang-orang penting dan berdasarkan kejadian nyata (KUBI). Anekdot dapat berupa cerita rekaan yang tidak harus didasarkan pada kenyataan yang terjadi di masyarakat. Partisipan atau pelaku di dalam cerita anekdot pun tidak harus orang penting . Peristiwa-peristiwa dalam teks anekdot dapat berupa peristiwa lucu atau humor, jengkel, dan konyol.

Teks anekdot ditulis dengan tujuan untuk memberikan kritik dan memberikan sebuah pelajaran bagi masyarakat, khususnya pelayan publik di bidang hukum, sosial, politik, dan lingkungan. Teks anekdot biasanya membahas permasalahan yang berkaitan dengan layanan publik.

Tidak semua cerita yang memiliki unsur lucu, jengkel, atau konyol tergolong ke dalam teks anekdot. Yang membedakan teks anekdot dengan teks yang lain yaitu teks anekdot memiliki pesan moral, memiliki unsur lucu atau konyol, dan memiliki struktur: abstraksi,orientasi,krisis, reaksi, dan koda. Struktur Isi dalam Teks Anekdot, yakni:

  • Abstraksi berupa cerita pembuka yang akan menggambarkan awal cerita.
  • Orientasi yaitu peninjauan yang menggambarkan situasi awal cerita. Orientasi akan membangun konteks pembaca terhadap suatu cerita.
  • Krisis yaitu bagian cerita yang menggambarkan keadaan yang genting atau terjadinya konflik yang dialami oleh tokoh.
  • Reaksi yaitu tanggapan tokoh terhadap konflik yang muncul.
  • Koda yaitu penutup cerita atau keadaan akhir cerita.

Teks anekdot tidak harus memenuhi lima aspek di atas. Aspek yang harus ada dalam teks anekdot adalah orientasi, krisis, dan reaksi.



Soal dan Pembahasan

Berikut ini yang bukan ciri-ciri teks anekdot adalah….


  1. struktur teks orientasi-krisis-reaksi
  2. memiliki pesan moral
  3. memiliki unsur lucu
  4. berbentuk cerita
  5. menggelitik

Pembahasan :

Teks anekdot yang baik memiliki struktur abstraksi-orientasi-krisis-reaksi-koda. Tidak selalau teks anekdot memiliki lima bagian tersebut. Akan tetapi, bagian yang harus ada dalam teks anekdot adalah orientasi-krisis-reaksi.

Jawaban : D



CATATAN!!!

Setelah kalian mempelajari materi diatas mengenai pengertian, tujuan dan ciri umum teks Anekdot, apakah kalian memahami seluruh materi tersebut? Ataukah masih ada materi yang belum dipahami?

Jika kalian masih belum memahami materi diatas, silahkan pelajari kembali dengan lebih seksama melalui situs https://www.youtube.com/watch?v=x_a0mq7Oy5A atau scan barcode di bawah ini.


Ciri-ciri bahasa teks Anekdot

Teks anekdot dimanfaatkan masyarakat sebagai media untuk menyindir layanan publik di bidang politik, sosial, dan lingkungan. Sindiran atau kritikan yang dikemas dengan cerita yang lucu dan menggelitik membuat orang mudah menerima kritikan sambil tertawa. Untuk memperoleh sindiran yang halus, bahasa teks anekdot menggunakan kata kias atau konotasi, pengandaian, perbandingan, antonim, pertanyaan retoris, ungkapan, dan konjungsi.

Bahasa yang digunakan dalam teks anekdot sebagai berikut :

1. Kata kias atau konotasi adalah kata yang tidak memiliki makna sebenarnya.

Kata kias bisa berupa ungkapan dan peribahasa. Ungkapan adalah kelompok kata yang khusus digunakan untuk menyatakan sesuatu sedangkan peribahasa adalah kalimat yang memiliki makna kias.

Contoh : daun muda yang bermakna gadis (ungkapan)

2. Kalimat sindiran yang diungkapkan dengan pengandaian, perbandingan, dan lawan kata atau antonim.

Contoh :

Peristiwa yang terjadi di Indonesia diandaikan jika terjadi di negeri orang (sindiran dengan pengandaian)

Badannya semakin lama semakin kurus seperti es lilin (perbandingan)

Orang pintar dikatakan bodoh dan orang bodoh dikatakan pintar (antonim)

3. Pertanyaan retoris

Pertanyaan retoris adalah pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban.

Contoh : Apakah kamu mau meninggal hari ini?

4. Kalimat yang menyatakan ajaran moral/pesan kebaikan

5. Konjungsi

Konjungsi adalah kata hubung. Kata hubung yang sering digunakan dalam teks anekdot adalah kata hubung waktu (konjungsi temporal) yaitu, setelah, lalu, kemudian dan sebab-akibat yaitu, maka, karena, oleh sebab itu. Kalimat pengandaian digunakan penulis untuk berandai-andai.


Soal dan Pembahasan

Berikut ini ciri penanda bahasa teks anekdot, kecuali.…


  1. memuat sindiran

  2. memanfaatkan kalimat retoris
  3. menggunakan bahasa yang puitis
  4. menggunakan peribahasa/ungkapan
  5. menggunakan konjungsi temporal dan sebab akibat

Pembahasan :

Ciri bahasa teks anekdot sebagai berikut :

kata kias atau konotasi (tidak memiliki makna sebenarnya),kalimat sindiran yang diungkapkan dengan pengandaian, perbandingan, dan lawan kata atau antonym, pertanyaan retoris, kalimat yang menyatakan ajaran moral/pesan kebaikan, konjungsi temporal dan sebab akibat

Jawaban : C


Latihan Soal


1. Perhatikan struktur anekdot :

1. Koda


2. Krisis

3. Abstraksi

4. Reaksi

5. Orientasi

Urutan struktur teks anekdot yang tepat adalah ….

    1. 3-5-4-2-1
    2. 3-5-2-4-1
    3. 3-4-5-2-1
    4. 3-2-4-5-1
    5. 3-4-2-5-1

Bacalah teks anekdot berikut ini untuk soal nomor 2-3

(1) Seorang laki-laki masuk bank dan berkata ia ingin pinjam $200 selama enam bulan. (2) Ia menjaminkan Rolls Royce miliknya dan meminta bank menahan mobilnya itu sampai utangnya lunas. (3) Enam bulan kemudian orang itu kembali ke bank membayar $200 ditambah $10 bunga dan mengambil kembali Roll –nya. (4) Petugas pinjaman bertanya kepadanya mengapa orang yang mengendarai Roll Royce perlu pinjaman $200 lalu jawabnya, “ Saya harus ke Eropa selama enam bulan dan dimana lagi saya dapat menitipkan Rolls selama itu hanya $10? “ (5) Si petugas melongo dan sejurus kemudian tertawa mengakui kecerdikan si pemilik Roll Royce

  1. Orientasi pada teks anekdot tersebut adalah kalimat ….
  1. Bagian krisis pada teks anekdot tersebut adalah ….
    1. Seorang pemilik Roll Royce meminjam uang di bank dan menjaminkan mobilnya.
    2. Seorang pemilik Roll Royce meminta bank menahan mobilnya sampai utangnya lunas.
    3. Seorang pemilik Roll Royce membayar utang dan mengambil mobilnya.
    4. Seorang pemilik Roll Royce meminjam uang di bank dan menitipkan mobilnya dengan cara menjaminkan mobil tersebut.
    5. Seorang pemilik Roll Royce memberikan jawaban yang membuat si petugas bank melongo dan tertawa.
  1. Bacalah teks anekdot berikut ini secara saksama!

Albert Einstein : Mengapa bebek-bebek suka sekali menyeberangi jalan raya?

Newton : Bebek-bebek yang suka berdiam diri cenderung akan berdiam terus, sedangkan bebek-bebek yang senang bergerak ya akan begitu terus, termasuk mereka yang selalu senang menyeberangi jalan raya itu.

Albert Einstein : Saya kira tidak begitu. Apakah bebek-bebek yang menyeberangi jalan raya atau jalan raya yang menyeberangi bebek-bebek? Saya kira hal itu bergantung pada cara kita memandangnya alias sesuai dengan hukum relativitas.

Tokoh yang melatarbelakangi anekdot di atas adalah ….


    1. agamawan
    2. ilmuwan
    3. negarawan
    4. politikus
    5. sejarawan

Cermati teks anekdot berikut ini untuk soal nomor 5!

Seorang dosen Fakultas Hukum sedang memberi kuliah Hukum Pidana. Saat tiba sesi tanya jawab si Ali bertanya pada dosen, ”Apa kepanjangan dari KUHP,Pak?” Lalu dosen tidak menjawab sendiri, tetapi dilemparkannya pada si Ahmad. “Saudara Ahmad, coba bantu saya untuk menjawab pertanyaan saudara Ali!” pinta beliau. Dengan tegas si Ahmad menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara, Pak!” tegasnya. Mahasiswa lain tentu tertawa, sedang pak dosen geleng-geleng kepala, seraya menambahkan pertanyaan pada si Ahmad, “Saudara Ahmad, darimana Saudara tahu jawaban itu?” Dasar si Ahmad, pertanyaan tersebut dijawabnya pula dengan tegas, “Peribahasa Inggris mengatakan ‘Pengalaman adalah guru yang terbaik’ begitu, Pak!” Seisi kelas tertawa. Lalu tawa mereda dan kelas kembali tenang. 5. Kelucuan teks anekdot terdapat pada bagian ….

    1. Dosen sedang memberi kuliah hukum pidana.
    2. Saat sesi tanya jawab antara mahasiswa dan dosen.
    3. Saat Ahmad memplesetkan KUHP menjadi Kasih Uang Habis Perkara.
    4. Para mahasiswa tertawa mendengar jawaban Ahmad.
    5. Para mahasiswa menertawakan keluguan Ahmad menjawab pertanyaan dosen.


TUGAS KELOMPOK

Mengidentifikasi Struktur Teks Anekdot

Anekdot memiliki struktur teks yang membedakannya dengan teks lainnya. Teks anekdot memiliki struktur abstraksi, orientasi, krisis, reaksi, dan koda.


Bacalah anekdot berikut ini, kemudian pelajarilah cara menganalisis

struktur anekdot.


Aksi Maling Tertangkap CCTV

Isi

Struktur
Seorang warga melapor kemalingan.

Pelapor : “Pak saya kemalingan.”

Polisi : “Kemalingan apa?”

Pelapor : “Mobil, Pak. Tapi saya beruntung Pak...”


Polisi : “Kemalingan kok beruntung?”

Pelapor : “Iya pak. Saya beruntung karena CCTV merekam

dengan jelas. Saya bisa melihat dengan jelas wajah

malingnya.”

Polisi : “Sudah minta izin malingnya untuk merekam?”


Pelapor : “Belum .... “ (sambil menatap polisi dengan penuh

keheranan.

Polisi : “Itu ilegal. Anda saya tangkap.”

Reaksi
Pelapor : (hanya bisa pasrah tak berdaya).




Dostları ilə paylaş:


Page 4

2. Kalimat retoris
3.
Konjungsi yang

menyatakan

hubungan waktu

4. Penggunaan kata kerja aksi
5. Kalimat perintah
6. Kalimat seru

  1. Berikut ini yang bukan ciri-ciri teks anekdot adalah ....
  1. Kaidah teks anekdot meliputi ….
    1. pesan moral, kelucuan/kekonyolan, sindiran, dan kebahasaan
    2. struktur, pesan moral, sindiran, kelucuan/kekonyolan
    3. kelucuan/kekonyolan, sindiran, dan kebahasaan
    4. pesan moral, kelucuan/kekonyolan,sindiran
    5. pesan moral, sindiran, kebahasaan
  1. Struktur yang harus ada dalam teks anekdot adalah ….
    1. abstraksi-orientasi-krisis-reaksi
    2. orientasi-krisis-reaksi
    3. orientasi-krisis-koda
    4. orientasi-reaksi-koda
    5. abstraksi-reaksi-koda
  1. Bacalah teks di bawah ini!

Teks 1

Dono: Besok pagi coblosan, kamu pilih nomor berapa?

Wati: Bagiku semua nomor bagus, saya akan memilih wakil rakyat yang bisa membawa Indonesia ke kancah internasional.

Dono: Nomor satu atau dua?

Wati: Rahasia, dong!

Teks 2


Di gubuk pinggir sawah, ada seorang anak kecil dan bapaknya sedang menunggu padi dari serangan burung.

Anak: Pak, kenapa burung tidak boleh makan padi kita?

Bapak: Kalau dimakan burung, nanti kita tidak bisa makan.

Anak: Kalau tidak boleh makan padi, nanti burung makan apa?Makan batu, Pak?

Hal yang membedakan kedua teks di atas adalah ….

    1. bahasa
    2. pesan moral
    3. unsur lucu/konyol/jengkel
    4. tidak menggunakan konjungsi
    5. tidak menggunakan perumpamaan
  1. Bacalah teks di bawah ini!

Sebagian besar orang mengatakan bahwa sayang sekali apabila program akselerasi ditutup karena program ini sudah banyak membuat siswa berhasil menyelesaikan studi dengan cepat sampai jenjang perguruan tinggi. Mereka mengatakan bahwa siswa-siswa dari program akselerasi juga dapat menyesuaikan diri dengan siswa-siswa dari program reguler.

Berikut ini adalah alasan teks di atas bukan termasuk teks anekdot, kecuali ….


    1. tidak lucu/konyol
    2. tidak memiliki pesan moral

    3. tidak memiliki konjungsi sebab-akibat
    4. tidak menggunakan konjungsi temporal
    5. tidak memiliki struktur abstraksi-orientasi-krisis-reaksi-koda
  1. Teks anekdot pada umumnya terdiri dari 5 bagian. Kelima bagian itu yakni abstraksi, orientasi, krisis, reaksi, dan koda. Bagian yang berfungsi sebagai pembukaan dan memberi gambaran isi teks disebut ....
  1. abstraksi
  2. orientasi
  3. krisis
  4. reaksi
  5. koda
  1. Sindiran dari penggalan anekdot di bawah ini ditujukan kepada ....

Pada suatu kelas di SMA Suka Maju seorang guru sedang bertanya pada anak didiknya.

Bu Guru :Joni abis dari mana saja kamu?

Joni :Maaf bu,tadi saya abis makan di warung depan sekolah

Bu Guru :Ngapain kamu kesana? kita kan sudah punya kantin disebelah UKS

Joni :Itu kantin Bu?saya kira petakan Bu,kecil banget! (para murid langsung tertawa mendengar jawaban Joni)

Bu Guru :Huss, kamu ini masih mending ada kantin!

Joni :Tapi benerkan Bu?

Bu Guru :Iya juga sih,rame banget lagi kayak pasar.


  1. fasilitas kantin sekolah
  2. Bu guru
  3. Joni
  4. anak didik
  5. para pembeli di kantin

Bacalah penggalan 2 anekdot berikut untuk menjawab soal nomor 3 s.d. 6!


Anekdot I tentang Kelas Akselerasi (Kelas Percepatan)

Guru : “Apa yang kalian butuhkan untuk berada di kelas akselerasi ini?”

Gembul : “Harus banyak makan, Pak.”

Rara : “Harus banyak-banyak belajar, Pak.”

Tutut : “Harus kuat mental dan fisik, Pak.”

Guru : “Ada yang ingin menambahkan?”

Mia : “Saya Pak! HARUS KUAT DALAM URUSAN DUIT, PAK!

(Dengan serentak, seluruh orang di kelas itu tertawa.)

Guru : “Coba sebutkan alasanmu!”

Mia : “Karena, kamar kecil saja membayar Pak apalagi kelas Akselerasi dengan vasilitas lengkap.”


Anekdot II tentang Kelebihan SCI

Catur : “SCI sih apa? Siswa Cayang Ibu?, atau Sekolah Cepet Ilegal?”

Yoga : “Bukan, itu loh, Siswa Cerdas Istimewa bahasa kerennya acceleration. Yang sekolahnya cuma 2 tahun. Syarat masuk SCI tuh IQ minimal 130, nilai UN semua mapel minimal 9. Awalnya sih, tapi sekarang yang paling penting orang tuanya harus mampu membiayai karena banyak iurannya.

Catur : “Emang vasilitasnya apa aja?”

Yoga : “AC 2, wifi, stopkontaknya ada 30, ada etalasenya, LCD, jam dinding, kotak amal, computer + perlengkapannya, banyak pialanya tapi titipan, banyaklah pokoknya.”

Catur : “Terus yang lebih istimewa?”

Yoga : “Katanya sih, hasil rapat kemarin katanya SCI mau beli kursi baru. Kursinya empuk dan terbatas, harganya aja 360.000 ribu.”

Catur : “Emang kursinya kaya apa?”

Yoga : “Belum tahu. Mungkin kursi serbaguna, full musik, ada sabuk pengamannya, bisa buat tidur kaya di bis evisiensi, bisa buat pijat refleksi, dan bisa buat terbang kali, pokoknya kerenlah. Kamu mau masuk SCI? Buruan... Kursinya terbatas."

  1. Ke-2 penggalan anekdot di atas mempunyai persamaan sindiran. Persamaan sindiran tersebut adalah ....
  1. mudahnya masuk Kelas Akselerasi
  2. mahalnya biaya Kelas Akselerasi
  3. lengkapnya fasilitas Kelas Akselerasi
  4. banyaknya siswa yang ingin masuk Kelas Akselerasi
  5. murahnya biaya Kelas Akselerasi

“Belum tahu. Mungkin kursi serbaguna, full musik, ada sabuk pengamannya, bisa buat tidur kaya di bis efisiensi, bisa buat pijat refleksi, dan bisa buat terbang kali, pokoknya kerenlah. Kamu mau masuk SCI? Buruan... Kursinya terbatas."

  1. Berdasarkan strukturnya, isi penggalan anekdot II tersebut termasuk bagian ....
  1. abstraksi
  2. krisis
  3. koda
  4. orientasi
  5. reaksi

  1. Pembetulan penulisan istilah vasilitas, computer, dan evisiensi adalah ....
  1. fasilitas, computer, evisiensi
  2. vasilitas, komputer, evisiensi
  3. vasilitas, komputer, efisiensi
  4. fasilitas, komputer, efisiensi
  5. fasilitas, computer, efisiensi

Rubrik Penilaian Uji Kompetensi

Setelah anda mengerjakan Uji Kompetensi diatas, silakan cocokan jawaban kalian dengan kunci jawaban yang ada. Kemudian kalian gunakan Rumus dibawah ini untuk menghitung perolehan skor kalian.

Jika kalian sudah memperoleh skor minimal 70 keatas, kalian dipersilahkan untuk melanjutkan mempelajari BAB berikutnya, Jika belum, silahkan anda kerjakan kembali soal yang belum benar sampai skor yang anda peroleh minimal 70

REFERENSI

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 2016. Bahasa Indonesia SMA/MA/SMK/MAK Kelas X. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.


DAFTAR ISTILAH

Anekdot Jenis teks yang berisi peristiwa-peristiwa lucu, konyol atau menjengkelkan sebagai akibat dari krisis yang ditanggapi dengan reaksi.


Retoris Pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban, karena sudah pasti kebenarannya.
Konjungsi Kata untuk menghubungkan kata-kata, ungkapan-ungkapan, atau kalimat-kalimat dan sebagainya dan tidak untuk tujuan atau maksud lain.


Kompetensi Pengetahuan:

3.7 Mengidentifikasi nilai-nilai dan isi yang terkandung dalam cerita rakyat (hikayat) baik lisan maupun tulis.

3.8 Membandingkan nilai-nilai dan kebahasaan cerita rakyat dan cerpen.
Kompetensi Keterampilan:
4.7 Menceritakan kembali isi cerita rakyat (hikayat) yang didengar dan dibaca.

4.8 Mengembangkan cerita rakyat (hikayat) ke dalam bentuk cerpen dengan memerhatikan isi dan nilai-nilai.


Cerita Rakyat

MELESTARIKAN NILAI KEARIFAN LOKAL MELALUI CERITA RAKYAT

Contoh Hikayat


Ringkasan karya sastra melayu Hikayat Inderaputra

Maharaja Bikrama Puspa memilikiseorang putra bernama Inderaputra.ia sangat arif,bijaksana,perkasa dan sakti.tetapi nasibnya kurang beruntung.waktu kecil,ia pernah diterbangkan oleh merak emas.lalu ia jatuh ditaman dan pelihara oleh nenek Kabayan.dan ia diangkat menjadi anak perdana menteri.

            Pada suatu hari,Raja Syahsan pergi berburu dan melihat seokor kijang menangisi ibunya yang telah mati.baginda pun terharu dan ingin mempunyai anak.kemudian baginda mendengar kabar di sebuah gunung yang jauh,ada seorang maharesi pertapa yang sakti,namanya Berma Sakti.karena tempatnya sangat jauh,tiada seorang pun sanggup kesana.akan tetapi Inderaputra pun menawarkan diri untuk pergi ke gunung itu.

Maka pergilah Inderaputra mencari obat itu.Ia pun melewati rintangan-rintangan yang sulit dan berbahaya.Akhirnya ia pun sampai di tempat pertapaan Berma sakti dan ia diberi sebuah obat.

Raja syasian pun sangat gembira.setelah permaisuri memakan obat yang dibawa indraputera,permaisuri pun hamil dan melahirkan seorang anak yang cantik yang diberi nama tuan putri indra seri bulan.suatu hari indraputera dituduh berbuat jahat dengan dayang.akhirnya ia pun dibuang disebuah negeri.dan raja dinegeri tersebut pun menawarkan indraputera dan memberikan sehalai kain yang dapat menyembuhkan segala macam penyakit.

Tuan puteri seri bulan pun telah beranjak dewasa dan tak lama kemudian,tuan puteri sakit dan tak ada seorang tabib pun yang dapat menyembuhkannya. Indraputera pun muncul dan menyembuhkan tuan puteri.meskipun banyak masalah yang menerjang akhirnya indera putra dapat meminang tuan putri indara seri bulan.

 

Unsur-unsur yang terdapat di Hikayat Indraputera,yaitu

A.Tema:

kebaikan yang tulus membawa kebahagian

 

B.Penokohan:

-indraputera:arif,bijaksana,perkasa,sakti dan baik

-raja syasian: baik dan bijaksana

-nenek kabayan:penolong dan perduli

-berma sakti:sakti,baik dan penolong

-tuan puteri indra seri bulan: cantik

 

C.alur:

alur maju

            Karena ceritanya menceritakan mulai ia dibuang oleh merak emas disuatu taman      

            Sampai ia dapat meminang tuan putri

 

D.setting:                                                                                                      

            -waktu:beberapa lama,suatu hari,tidak lama kemudian,pada suatu ketika dan

              akhirnya

            -tempat:digunung,ditaman,dikebun nenek, dan disebuah negeri

            -suasana: menegangkan dan mengembirakan

 

E.Sudut pandang:

Sudut pandang orang ke-3

 

F.Gaya bahasa:

susah dimengerti,bahasa nya tidak baku.

 

G.Amanat:

lakukanlah kebaikan dengan setulus hati dan tanpa pamrih


TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari materi ini Anda diharapkan mampu:


      1. Mengidentifikasi isi pokok hikayat dengan bahasa sendiri;
      2. Mengidentifikasi karakteristik hikayat
      3. Mengidentifikasi nilai-nilai yang terdapat dalam hikayat


URAIAN MATERI

Pada pelajaran ini anda akan belajar memahami nilai kearifan local yang terkandung dalam cerita rakyat.

Cerita rakyat sudah tidak asing di telinga Anda. Cerita rakyat memiliki banyak ragam, salah satunya adalah hikayat. Hikayat merupakan cerita melayu klasik yang menonjolkan unsur penceritaan berciri kemustahilan dan kesaktian tokoh-tokohnya.

Kegiatan mendengarkan hikayat memiliki banyak manfaat. Anda akan mengetahui tentang budaya, moral, dan nilai-nilai kehidupan lain. Dari cerita rakyat kita dapat memetik nilai-nilai kehidupan sebagai cermin bagi kehidupan kita.

Pengertian Cerita Rakyat (hikayat) Hikayat adalah salah satu bentuk sastra karya prosa lama yang isinya berupa cerita, kisah, dongeng maupun sejarah. Umumnya mengisahkan tentang kephalawanan seseorang, lengkap dengan keanehan, kekuatan/ kesaktian, dan mukjizat sang tokoh utama

Ciri-ciri Hikayat :

1. Anonim : Pengarangnya tidak dikenal

2. Istana Sentris : Menceritakan tokoh yang berkaitan dengan kehidupan istana/ kerajaan

3. Bersifat Statis : Tetap, tidak banyak perubahan

4. Bersifat Komunal : Menjadi milik masyarakat

5. Menggunakan bahasa klise : Menggunakan bahasa yang diulang-ulang

6. Bersifat Tradisional : Meneruskan budaya/ tradisi/ kebiasaan yang dianggap baik

7. Bersifat Didaktis : Didaktis moral maupun didaktis religius (Mendidik)

8. Menceritakan Kisah Universal Manusia : Peperangan antara yang baik dengan yang buruk, dan dimenangkan oleh yang baik

9. Magis : Pengarang membawa pembaca ke dunia khayal imajinasi yang serba indah


Nilai-nilai cerita hikayat :

Nilai adalah ukuran baik-buruknya terhadap sesuatu.

Nilai moral adalah nilai yang berkaitan dengan sikap baik.

Nilai sosial adalah nilai yang berkaitan dengan sikap kepada orang lain.

Nilai agama adalah nilai yang berkaitan dengan keyakinan seseorang.

Nilai budaya adalah nilai yang ebrkaitan dengan kebiasaan masyarakat.



Soal dan Pembahasan

Cermati kutipan hikayat berikut

Maka, sahut perdana menteri, hai nakoda kapal! Apa gunanya tuan hamba membawa kain yang baik-baik ini kepada hamba? Karena sebab berdakwa ini tuan hamba mengupah hamba. Tiadalah hamba mau mengambil dia. Bawalah kembali dahulu. Maka, hendak pun kami, maka ia menghukum atas seorang tiada dengan pembawaannya itu jadi menang dia berhukum; melainkan apakala barang siapa yang benar itu kami benarkan dan kami serta dia. Jikalau anak kami sesekalipun apabila salah, kami salahkan juga. Janganlah nakoda sangka lagi yang demikian itu. Maka katanya kepada perempuan itu. “Tatkala dahulu istri siapa engkau ini.” Maka, sahut perempuan itu, “Ya, Tuan Hakim! Bahwasanya hamba istri nakoda, hamba tiada tahu bersuami tiga atau dijamah orang lain daripada nakoda ini.”

Maka kata orang muda itu, “Hai perempuan yang bid’ah celaka yang menduakan suami! Maka tatkala engkau peristri, bukankah engkau sudah mati? Beberapa kali keluargamu untuk menanamkan tiada aku izinkan. Aku pinta hanyutkan ke laut dan aku bersama-sama. Daripada kasihku akan engkau maka setengah umurku bahagiakan akan dikau. Maka dengan kurnia Allah engkau dikembalikan hidup dalam dunia.”

(Hikayat Bayan Budiman)

Inti cerita Melayu Klasik tersebut adalah ....


    1. Seorang perempuan menggoda perdana menteri.
    2. Perdana menteri yang tidak mau disuap.
    3. Perdana menteri marah kepada nakhoda kapal.
    4. Hakim akan berlaku adil kepada semua orang.
    5. Seorang suami sangat setia kepada istrinya.

Pembahasan

Isi cerita Melayu klasik tersebut, antara lain, bercerita tentang seorang perempuan yang menggoda perdana menteri.

Jawaban: A


  1. Hikayat cenderung terikat oleh bahasa melayu, sedangkan cerita rakyat menggunakan bahasa Indonesia yang lebih luwes.

  2. Isi hikayat biasanya bercerita tentang mengisahkan tentang kepahlawanan seseorang, lengkap dengan keanehan, kekuatan/ kesaktian, dan mukjizat sang tokoh utama , sedangkan cerita rakyat umunya umumnya diwujudkan dalam bentuk binatang, manusia maupun dewa.
  3. Hikayat umumnya menggunakan kata pembuka “ Alkisah “ , sedangkan cerita rakyat menggunkan kata pembuka “ Pada Zaman Dahulu Kala “.
  4. Hikaya biasanya menggunakan kata penghubung maka, syahibul hikayat, shahdan, pada itu dll, sedangkan cerita rakyat menggunakan kata penghubung kemudian, selanjutnya, begitupula dan sebagainya.
  5. Hikayat biasanya mengalami beberapa klimaks, sedangkan cerita rakyat biasanya dimulai dari tahap pengenalan, konflik, klimaks, dan penyelesaian.
  6. dilandasi oleh adanya unsur cerita/dongeng. maka hikayat berkesan rekaan/fiksional, sedangkan cerita rakyat berkembang dari mulut ke mulut.



Dostları ilə paylaş:



Page 5


Soal dan Pembahasan

Cermati kutipan hikayat berikut

Maka, sahut perdana menteri, hai nakoda kapal! Apa gunanya tuan hamba membawa kain yang baik-baik ini kepada hamba? Karena sebab berdakwa ini tuan hamba mengupah hamba. Tiadalah hamba mau mengambil dia. Bawalah kembali dahulu. Maka, hendak pun kami, maka ia menghukum atas seorang tiada dengan pembawaannya itu jadi menang dia berhukum; melainkan apakala barang siapa yang benar itu kami benarkan dan kami serta dia. Jikalau anak kami sesekalipun apabila salah, kami salahkan juga. Janganlah nakoda sangka lagi yang demikian itu. Maka katanya kepada perempuan itu. “Tatkala dahulu istri siapa engkau ini.” Maka, sahut perempuan itu, “Ya, Tuan Hakim! Bahwasanya hamba istri nakoda, hamba tiada tahu bersuami tiga atau dijamah orang lain daripada nakoda ini.”

Maka kata orang muda itu, “Hai perempuan yang bid’ah celaka yang menduakan suami! Maka tatkala engkau peristri, bukankah engkau sudah mati? Beberapa kali keluargamu untuk menanamkan tiada aku izinkan. Aku pinta hanyutkan ke laut dan aku bersama-sama. Daripada kasihku akan engkau maka setengah umurku bahagiakan akan dikau. Maka dengan kurnia Allah engkau dikembalikan hidup dalam dunia.”

(Hikayat Bayan Budiman)

Karakteristik Melayu Klasik yang terdapat pada kutipan tersebut adalah ....

A. istanasentris, dewa-dewa

B. istanasentris, kesaktian

C. kesaktian, kemustahilan

D. kemustahilan, struktur bahasa

E. kemustahilan, dewa-dewi

Pembahasan

Karakteristik yang tampak pada teks tersebut adalah ceritanya yang mengandung kemustahilan dan berbahasa Indonesia lama (Melayu).

Jawaban: D


CATATAN!!!

Setelah kalian mempelajari materi diatas mengenai pengertian, tujuan dan ciri umum teks laporan hasil observasi, apakah kalian memahami seluruh materi tersebut? Ataukah masih ada materi yang belum dipahami?

Jika kalian masih belum memahami materi diatas, silahkan pelajari kembali dengan lebih seksama. Namun jika sudah memahami materi secara keseluruhan, silahkan pelajari pada situs https://www.youtube.com/watch?v=zOxBm1bbWho atau scan barcode di bawah ini



SOAL LATIHAN


      1. Berikut ini adalah ciri-ciri hikayat, kecuali ….
  1. Anonim
  2. Lisan
  3. Khayal
  4. Istana sentries
  5. Logis
      1. Hikayat Amir Hamzah mendapat pengaruh dari ….
  1. Melayu asli
  2. Sumatera
  3. Jawa
  4. Arab
  5. India

Bacalah sepenggal hikayat berikut ini untuk menjawab soal nomor 3 – 5

Alkisah, ini hikayat orang dahulu kala. Diceritakan orang yang empunya cerita ini kisah pelanduk jenaka pri bijaksana pandai ia berbuat dusta segala binatang di dalam hutan rimba belantara. Demikianlah bunyinya, sekali peristiwa ada seekor pelanduk, maka ia duduk kepada suatu rimba hampir dengan Gunung Indrakila namanya disebut orang dan padang itupun … luasnya. Maka, banyaklah pada tempat itu segala binatang marga satwa sekaliannya berhimpun di sana.

      1. Judul yang sesuai untuk penggalan hikayat di atas adalah ….
  1. Hikayat Pelanduk Jenaka
  2. Hikayat Orang Dahulu Kata
  3. Hikayat Gunung Indrakila
  4. Hikayat Seekor Binatang
  5. Hikayat Si Pendusta
      1. Penggalan hikayat di atas menggunakan sudut pandang ….

  1. Orang pertama
  2. Orang kedua
  3. Orang pertama pelaku utama
  4. Orang ketiga
  5. Orang pertama pelaku sampingan
      1. Latar tempat dari penggalan hikayat tersebut adalah ….
  1. Gunung Indrakila
  2. Hutan rimba
  3. Padang rumput
  4. Kebun Binatang
  5. Marga satwa

Bacalah penggalan hikayat berikut ! (Untuk soal nomor 6 dan 7)

Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembali ke rahmatullah. Maka ia pun tiada beranak seorang pun jua. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian . maka ia pun berkata, katanya,”Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala Saudaraku ini tiada hendak berkata?”

      1. Isi kutipan tersebut menceritakan ….
  1. Masyarakat sedang berduka atas kematian rajanya.
  2. Orang tua diberi hak berbicara dalam setiap pertemuan.
  3. Seorang raja telah meninggal dan tidak memiliki anak.
  4. Para menteri dan orang besar melakukan musyawarah pemilihan raja.
  5. Hak orang berpendapat untuk memecahkan masalah dalam musyawarah.
      1. Nilai sosial yang terdapat pada kutipan hikayat tersebut adalah ….
    1. Setiap negara memiliki seorang pemimpin yang dipilih rakyat.
    2. Memberi kesempatan berbicara kepada semua yang hadir dalam musyawarah.
    3. Kepemimpinan yang dialihkan kepada perdana menteri oleh raja yang berkuasa.
    4. Orang tua lebih berpengalaman daripada orang muda dalam berbagai hal.
    5. Bermusyawarah untuk memberi kesempatan berbicara kepada yang berwenang.

Bacalah kutipan hikayat berikut! (Untuk soal nomor 8 dan 9)

Tersebutlah perkataan seorang raja keinderaaan yang kena sumpah Batara Indera. Adapun raja itu sekarang hidup laki bini sebagai si Miskin di negeri Antah Berantah yang diperintah oleh Maharaja Indera Dewa. Adapun pekerjaan si Miskin mengelilingi negeri mencari rezeki setiap hari adanya. Tetapi ke mana mereka pergi, mereka selalu dilempar orang dengan batu dan kayu. Terpaksalah mereka makan ketupat dan buku tebu yang didapatinya dari timbunan-timbunan sampah. Hatta beberapa lamanya bini si Miskin pun hamillah dan ingin makan mempelam dari raja. Raja Antah Berantah dengan suka memberikan mempelam itu. Berapa lama kemudian, bini si Miskin ingin makan nangka yang ada di dalam istana dan nangka itu pula diberikan juga oleh raja ….

      1. Isi penggalan cerita tersebut adalah ….
    1. Seorang raja mengabulkan permintaan si Miskin meskipun sebelumnya hidup tersia-sia.
    2. Seseorang yang terkena sumpah Batara Indera karena melawan perintah Batara Indera.
    3. Batara Indera membantu orang miskin yang istrinya sedang hamil besar.
    4. Orang miskin mencari makan di tempat sampah dan hidup pasrah.
    5. Raja Antah Berantah hanya memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkannya.
      1. Amanat yang terkandung dalam dalam kutipan cerita tersebut adalah ….
    1. Pada hakikatnya orang kaya dan orang miskin sama di hadapan Tuhan.
    2. Ketabahan penting pada saat kita menghadapi kesulitan.
    3. Memberikan pertolongan kepada seseorang adalah perbuatan terpuji.
    4. Berusahalah terus, jangan mudah menyerah pada keadaan.
    5. Hadapilah persoalan hidup dengan tenang dan tabah.

Perhatikan kutipan hikayat berikut! (Untuk soal nomor 10 dan 11)

Di dalam berkata-kata itu datanglah Sultan Harunurrasyid. Maka Abu Nawas pun larilah; dalam hatinya, “Jika baginda itu orang yang berakal, niscaya terlepaslah ia dan jikalau bodoh matilah ia disembelih orang jahat itu.”

Kemudian baginda itu pun dibawa oleh orang Badui itu ke tempat memotong daging, hendak dikeratnya batang lehernya. Dengan terkejut dan heran berkatalah baginda, “Adapun daging aku ini tiada berapa banyaknya akan engkau perbuat bubur haris itu, hasilnya pun sedikit. Yang baiknya engkau suruhlah aku ini membuat kopiah; pada satu hari dua biji selesai aku buat. Jika engkau jual, harganya dapat lebih daripada harga bubur itu.”

“Masa …”

“Berapa engkau dapat dari hasil berjualan bubur itu?”

(Sumber: Abu Nawas kutipan Nur Sutan Iskandar hlm. 53-54 dengan pengubahan)

      1. Isi penggalan hikayat di atas adalah ….
    1. Seorang pembuat kopiah yang bisa menghasilkan dua buah kopiah dalam sehari.
    2. Seorang Badui yang menjual bubur di pasar.
    3. Seorang raja yang tertangkap karena kelicikan anak buahnya.
    4. Seseorang yang licik dan ingin mencelakakan orang lain.
    5. Seorang raja yang cerdik yang selamat dari pembantaian orang Badui.


Petunjuk:

1. Bacalah Hikayat Bayan Budiman berikut ini.

2. Identifikasikanlah karakteristik hikayat tersebut dengan menggunakan tabel berikut ini.


No

Karakteristik

Kutipan Teks
1. Kemustahilan
2. Kesaktian
3. Istana sentris


Mengidentifikasi Isi Pokok Cerita Hikayat dengan Bahasa Sendiri

Hikayat termasuk ke dalam teks narasi. Kamu akan dapat mendengarkan pembacaan hikayat berikut ini. Gurumu atau salah satu temanmu akan membacakan cerita tersebut di kelasmu. Untuk dapat mendengarkan dengan baik, lakukanlah hal-hal berikut.


  1. Berkonsentrasilah pada cerita yang akan didengarkan agar dapat mencatat tema atau inti ceritanya.
  2. Supaya membantu kamu dalam memahami alur, tuliskanlah bagian-bagian penting yang terdapat dalam hikayat tersebut.

  3. Sebelum mendengarkan Hikayat Bayan Budiman, kamu dapat menyampaikan pertanyaan umum. Misalnya:

a. Siapakah Bayan Budiman itu?

b. Di manakah kisah dalam hikayat itu terjadi?

4. Bersiap-siaplah untuk berlatih mengidentifikasi isi pokok cerita hikayat dengan bahasamu sendiri.


TUGAS KELOMPOK


Sebermula ada saudagar di negara Ajam. Khojan Mubarok namanya, terlalu amat kaya, akan tetapi ia tiada beranak. Tak seberapa lama setelah ia berdoa kepada Tuhan, maka saudagar Mubarok pun beranaklah istrinya seorang anak laki-laki yang diberi nama Khojan Maimun.

Setelah umurnya Khojan Maimun lima tahun, maka diserahkan oleh bapaknya mengaji kepada banyak guru sehingga sampai umur Khojan Maimun lima belas tahun. Ia dipinangkan dengan anak saudagar yang kaya, amat elok parasnya, namanya Bibi Zainab. Hatta beberapa lamanya Khojan Maimun beristri itu, ia membeli seekor burung bayan jantan. Maka beberapa di antara itu ia juga membeli seekor tiung betina, lalu di bawanya ke rumah dan ditaruhnya hamper sangkaran bayan juga.

Pada suatu hari Khojan Maimun tertarik akan perniagaan di laut, lalu minta izinlah dia kepada istrinya. Sebelum dia pergi, berpesanlah dia pada istrinya itu, jika ada barang suatu pekerjaan, mufakatlah dengan dua ekor unggas itu, hubaya-hubaya jangan tiada, karena fitnah di dunia amat besar lagi tajam daripada senjata.

Hatta beberapa lama ditinggal suaminya, ada anak Raja Ajam berkuda lalu melihatnya rupa Bibi Zainab yang terlalu elok. Berkencanlah mereka untuk bertemu melalui seorang perempuan tua. Maka pada suatu malam, pamitlah Bibi Zainab kepada burung tiung tu hendak menemui anak raja itu. Maka bernasihatlah ditentang perbuatannya yang melanggar aturan Allah Swt. Maka marahlah istri Khojan Maimun dan disentakkannya tiung itu dari sangkarnya dan dihempaskannya sampai mati.

Lalu Bibi Zainab pun pergi mendapatkan bayan yang sedang berpura-pura tidur. Maka bayan pun berpura-pura terkejut dan mendengar kehendak hati Bibi Zainab pergi mendapatkan anak raja. Maka bayan pun berpikir bila ia menjawab seperti tiung maka ia juga akan binasa. Setelah ia sudah berpikir demikian itu, maka ujarnya, “Aduhai Siti yang baik paras, pergilah dengan segeranya mendapatkan anak raja itu. Apa pun hamba ini haraplah tuan, jikalau jahat sekalipun pekerjaan tuan, Insya Allah di atas kepala hambalah menanggungnya. Baiklah tuan sekarang pergi, karena sudah dinanti anak raja itu. Apatah dicari oleh segala manusia di dunia ini selain martabat, kesabaran, dan kekayaan?

Adapun akan hamba, tuan ini adalah seperti hikayat seekor unggas

bayan yang dicabut bulunya oleh tuannya seorang istri saudagar.”

Maka berkeinginanlah istri Khojan Maimun untuk mendengarkan cerita tersebut. Maka Bayanpun berceritalah kepada Bibi Zainab dengan maksud agar ia dapat memperlalaikan perempuan itu. Hatta setiap malam, Bibi Zainab yang selalu ingin mendapatkan anak raja itu, dan setiap berpamitan dengan bayan. Maka diberilah ia cerita-cerita hingga sampai 24 kisah dan 24 malam. Burung tersebut bercerita, hingga akhirnyalah Bibi Zainab pun insaf terhadap perbuatannya dan menunggu suaminya Khojan Maimum pulang dari rantauannya.

Burung Bayan tidak melarang malah dia menyuruh Bibi Zainab meneruskan rancangannya itu, tetapi dia berjaya menarik perhatian serta melalaikan Bibi Zainab dengan cerita-ceritanya. Bibi Zainab terpaksa menangguh dari satu malam ke satu malam pertemuannya dengan putera raja. Begitulah seterusnya sehingga Khoja Maimun pulang dari pelayarannya.

Bayan yang bijak bukan sahaja dapat menyelamatkan nyawanya, tetapi juga dapat menyekat isteri tuannya daripada menjadi isteri yang curang. Dia juga dapat menjaga nama baik tuannya serta menyelamatkan rumah tangga tuannya. Antara cerita bayan itu ialah mengenai seekor bayan yang mempunyai tiga ekor anak yang masih kecil. Ibu bayan itu menasihatkan anak-anaknya supaya jangan berkawan dengan anak cerpelai yang tinggal berhampiran. Ibu bayan telah bercerita kepada anak-anaknya tentang seekor anak kera yang bersahabat dengan seorang anak saudagar. Pada suatu hari

mereka berselisih faham. Anak saudagar mendapat luka di tangannya. Luka

tersebut tidak sembuh melainkan diobati dengan hati kera. Maka saudagar

itupun menangkap dan membunuh anak kera itu untuk mengobati anaknya.

Sumber: Kesusasteraan Melayu Klasik dengan penyesuaian
UJI KOMPETENSI

  1. Bacalah teks hikayat berikut dengan saksama!

Sebermula ada pun yang berjalan itu pertama Maharaja Dandah, kemudian menjadi saya pikir itu Maharaja Baruang, dan menjadi kepala jalan Maharaja Syahmar dan Raja Perkasa yang menjadi ekor sekali, dan beberapa pula raja-raja sekalian isi rimba itu berjalan dengan segala rakyat tentaranya mengirimkan Tuan Syekh Alim di rimba itu serta dengan tempik soraknya. Adalah lakunya seperti halilintar membelah bumi dari sebab segala raja-raja yang tiada terkira-kira banyaknya itu. Syahdan maka segala isi rimba yang di tanah itu pun berjeritanlah dan tiadalah berketahuan lagi membawa dirinya, ada yang ke dalam lubang tanah ada yang di celah-celah batu adanya.

Menilik isinya, kutipan di atas merupakan bagian … dari keseluruhan alur cerita.


    1. eksposisi (pengenalan)
    2. komplikasi (pertikaian awal)
    3. konflik (pertentangan)
    4. puncak konflik (klimaks)
    5. penyelesaian (falling action)

Bacalah hikayat berikut untuk menjawab soal no 2 - 4!

Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba dari padanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu.
  1. Amanat yang tersirat dalam kutipan sastra klasik tersebut adalah …

    1. Basmilah jika melihat kejahatan
    2. Jangan menyombongkan diri
    3. Tunjukkanlah jika memiliki suatu kemampuan
    4. Hendaklah menolong orang yang dalam kesulitan
    5. Bersyukurlah jika mendapat pertolongan
  1. Nilai moral yang terdapat dalam kutipan sastra Melayu klasik tersebut adalah ....
    1. kekacauan penduduk akibat hasutan
    2. ketidakpedulian raja kepada rakyatnya
    3. kepedulian rakyat atas keselamatan rajanya
    4. kekejaman raja terhadap rakyatnya
    5. keadilan seorang raja kepada rakyatnya
  1. Kalimat dalam kutipan tersebut yang menunjukkan ciri-ciri sastra Melayu klasik dilihat dari bahasanya, menggunakan kata....
    1. diam, dan tuan
    2. daripadanya dan merebut
    3. raja dan tamasya
    4. rimba dan akal
    5. hamba dan buraksa
  1. Bacalah penggalan hikayat berikut dengan saksama!

Pengganti Hang Tuah di keraton adalah Hang Jebat. Sesungguhnya, ia menaruh dendam atas keputusan raja yang dijatuhkan kepada sahabatnya, Hang Tuah. Karena setia kepada sahabatnya, ia mengamuk di keraton. putri-putri dan dayang-dayang diperlakukan kurang sopan sehingga banyak jugalah orang yang mati karena kerisnya, yang diberikan Hang Tuah kepadanya. Tiada seorang pun yang berani mendinginkan sehingga raja sendiri pun terlibat pula dalam kesulitan dan ketakutan. 5. Dari kutipan cerita di atas kita dapat mengetahui bahwa Hang Jebat berwatak ….
  1. pemberani
  2. baik budi
  3. sombong
  4. setia
  5. kasar
  1. Berikut ciri-ciri hikayat kecuali….
  1. cerita bersifat istanasentris
  2. disebarkan secara tertulis
  3. cerita bersifat simbolis
  4. bersifat magis
  5. Bersifat anonim
  1. Bacalah penggalan hikayat berikut!

”Janganlah adinda bertanya jua” jawab baginda dengan sedihnya. ”Pertanyaan itu hanya

menambah luka Tuanku jua semata.”

”Ampun, Tuanku, orang yang arif tiada pernah putus asa sekali pun bagaimana juga cobaan yang datang ke atas dirinya. Tiada pula ia bersedih hati karena kesedihan tiada buahnya selain daripada menguruskan badan saja yang sudah ditakdirkan tiada juga akan tertolak olehnya.”

(Hikayat Kalilah dan Dimnah)

Nilai moral yang tertuang dalam penggalan cerita di atas tampak pada perbuatan ….

    1. menghormati orang lain
    2. mendahulukan kepentingan umum
    3. menegur orang dengan bahasa yang sopan
    4. menolong orang yang sedang menderita
    5. membantu orang yang sedang bersedih hati
  1. Contoh hikayat berikut ini yang berasal dari Arab adalah ….
    1. Lutung Kasarung - Kalilah dan Dimnah

    2. Bahtiar - Amir Hamzah
    3. Hikayat Sri Rama – Hikayat Pandawa Lima
    4. Hikayat Panji Cekel Wenang Pati – Hikayat Panji Semirang
    5. Hikayat Hang Tuah – Hikayat MahaBaratha
  1. Contoh hikayat berikut ini yang berasal dari Jawa Timur adalah ….
    1. Lutung Kasarung - Kalilah dan Dimnah
    2. Bahtiar - Amir Hamzah
    3. Hikayat Sri Rama – Hikayat Pandawa Lima
    4. Hikayat Panji Cekel Wenang Pati – Hikayat Panji Semirang
    5. Hikayat Raja- raja Melayu – Hikayat Maha Baratha
  1. Dari dialog yang ada dalam drama " Rama dan Sinta " berikut ini amanat yang dapat diambil adalah ….

"Beberapa lama berjalan bertemulah ia akan seekor burung jantan dan empat ekor burung betina. Maka Sri Rama bertanyalah, “Hai burung adakah engkau lihat istriku dilarikan orang ?”

Sahut burung jantan, “engkau yang bernama Sri Rama? aku dengar masyhur namamu, gagah berani tiada terlawan di tengah medan perang, akan tetapi binimu tiada terpelihara perempuan seorang, lihat empat ekor biniku dapat kupelihara, konon engkau manusia dua orang saudaramu tiada dapat memelihara binimu sendiri “

(Hikayat Sri Rama)

  1. tanggung jawab kepala keluarga kepada anggota keluarganya
  2. menasihati orang lain hendaknya jangan menyakiti jiwanya
  3. perbuatan baik dapat dilakukan orang kecil kepada siapa saja
  4. memberikan sesuatu yang baik dapat dilakukan siapa saja
  5. berbuat baik tidak harus menggunakan tindakan yang melukai orang lain baik lahir maupun batinnya

Rubrik Penilaian Uji Kompetensi

Setelah anda mengerjakan Uji Kompetensi diatas, silakan cocokan jawaban kalian dengan kunci jawaban yang ada. Kemudian kalian gunakan Rumus dibawah ini unutk menghitung perolehan skor kalian.

Jika kalian sudah memperoleh skor minimal 70 keatas, kalian dipersilahkan untuk melanjutkan mempelajari BAB berikutnya, Jika belum, silahkan anda kerjakan kembali soal yang belum benar sampai skor yang anda peroleh minimal 70

REFERENSI

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 2016. Bahasa Indonesia SMA/MA/SMK/MAK Kelas X. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.


DAFTAR ISTILAH

Mukjizat Kejadian atau peristiwa ajaib yang sukar dijangkau oleh kemampuan akal manusia

Klimaks Puncak dari suatu hal, kejadian, keadaan, dan sebagainya yang berkembang secara berangsur-angsur

Klasik Suatu hal yang mempunyai nilai tinggi, unggul, dan dibutuhkan pengakuan seluruh dunia



Dostları ilə paylaş:

Video yang berhubungan