Jelaskan cara mencegah penyakit demam berdarah

FKM NEWS –   Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.  DBD banyak dijumpai di daerah tropis dan subtropis seperti Indonesia.

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi munculnya DBD. Diantaranya adalah rendahnya kekebalan tubuh masyarakat; kepadatan jentik nyamuk atau populasi nyamuk penular yang banyak ditemukan di musim penghujan; genangan air di tempat-tempat tertentu seperti ban bekas, kaleng bekas, talang air, botol bekas, gelas bekas, lubang pohon, bambu, pelepah daun, dan sebagainya.

Tips Pertolongan Awal Terhadap Penderita DBD Menurut Kemenkes RI

Jika terdapat anggota keluarga atau orang terdekat yang mengalami gejala DBD, berikut beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai pertolongan pertama.

  1. Tirah baring (bedrest)
  2. Perbanyak minum air minimal 2 liter per hari
  3. Kompres hangat
  4. Berikan obat pereda demam, jika demam tinggi
  5. Jika dalam 2-3 hari gejala semakin memburuk seperti tampak lemas, muntah-muntah, mimisan, pendarahan gusi, dan sebagainya segeralah dibawa ke rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk ditangani lebih lanjut.

Tips Pencegahan DBD

Selain itu, pencegahan DBD yang paling efektif dan efisien hingga saat ini yaitu dengan cara Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) menggunakan metode 3M Plus (Menguras, Menutup, Mendaur Ulang Barang Bekas).

  1. Menguras

Bersihkan tempat yang sering dijadikan penampungan air seperti: ember air, bak mandi, penampungan air minum, penampung air lemari es, tong air, dan lain-lain.

  1. Menutup

Tutup rapat tempat penampungan air

  1. Mendaur Ulang Barang Bekas

Daur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas. Hal tersebut karena barang bekas dapat berpotensi menjadi sarang perkembangbiakan nyamuk penular DBD.

Sementara itu, Plus pada metode 3M Plus tersebut dimaksudkan untuk melakukan segala bentuk kegiatan pencegahan yang lain seperti:

  1. Menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan.
  2. Menggunakan kelambu saat tidur
  3. Memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk
  4. Menanam tanaman pengusir nyamuk
  5. Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah.
  6. Menggunakan anti nyamuk semprot maupun oles bila diperlukan.

Kemenkes menghimbau seluruh masyarakat untuk peduli dan mau berupaya mencegah penyebaran DBD dengan menjaga lingkungan, melaksanakan PSN minimal di tempat tinggalnya masing-masing, serta personal hygiene. Guna mewujudkan hal tersebut, perlu adanya komitmen dan upaya dari masing-masing individu serta pemerintah setempat.

Penulis : Ulfa Lailatus Sa’adah

Editor  : Galuh Mega Kurnia

Sumber:

http://p2p.kemkes.go.id/kesiapsiagaan-menghadapi-peningkatan-kejadian-demam-berdarah-dengue-tahun-2019/

https://pusdatin.kemkes.go.id/article/view/19010400002/situasi-demam-berdarah-dengue-di-indonesia.html

Di tengah upaya penanganan Omicron, kasus demam berdarah dengue (DBD) melonjak drastis di Jawa Timur (Jatim) pada Januari ini. Berikut cara mencegah DBD. (shabbysgd/Pixabay)

Jakarta, CNN Indonesia --

Di tengah upaya penanganan Covid-19 varian Omicron, kasus demam berdarah dengue (DBD) melonjak drastis di Jawa Timur (Jatim) pada Januari. Berikut cara mencegah DBD.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim mencatat hingga 24 Januari 977 warga terkena DBD, dengan 17 pasien di antaranya meninggal dunia.

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue melalui penularan dari gigitan nyamuk aedes aegypti. DBD juga penyakit berbahaya yang dapat mengakibatkan kematian.

DBD umumnya diawali oleh gejala munculnya demam secara mendadak yang disertai rasa nyeri, pegal, sakit kepala, dan juga mual.

Jika demam menetap hingga dua atau tiga hari, pasien disarankan untuk segera memeriksakan diri. Pemeriksaan dini harus segera dilakukan agar dapat ditangani dengan cepat.

Pilihan Redaksi

  • 5 Cara Mencegah Gigitan Nyamuk saat Musim Hujan
  • 5 Cara Memberantas Sarang Nyamuk Demam Berdarah di Rumah
  • 7 Efek Samping Vaksin Covid-19 pada Anak

Selain menjaga kebersihan lingkungan yang tepat, beberapa cara mencegah DBD bisa dilakukan. Berikut cara mencegah DBD, dirangkum dari berbagai sumber.

1. Kenakan pakaian tertutup

Sebagaimana dilansir Medical News Today, mengurangi jumlah kulit yang terpapar gigitan nyamuk Aedes aegypti, kenakan pakaian tertutup seperti celana panjang, kemeja lengan panjang, dan kaus kaki.

Anda juga boleh mengenakan topi saat melakukan perjalanan ke daerah berisiko.

2. Obat pengusir nyamuk

Gunakan obat pengusir nyamuk dengan konsentrasi sebanyak 10 persen diethyltoluamide (DEET). DEET dikenal sebagai obat anti-serangga yang paling efektif.

3. Hindari aroma

Sabun dan parfum dengan wangi menyengat umumnya sangat menarik perhatian nyamuk.

4. Atur waktu

Untuk menghindari nyamuk yang lalu lalang, coba lah untuk tidak berada di luar rumah saat sore hari hingga atau jelang matahari terbenam dan pagi hari atau setelah matahari terbit.

5. Hindari genangan air

Nyamuk Aedes aegypti berkembang biar di dalam genangan air. Cara mencegah DBD lainnya bisa dengan memeriksa dan menghindari genangan air dapat membantu mengurangi risiko.

Menyimpan ember dengan posisi terbalik, mengurangi kadar air berlebih pada pot tanaman, hingga getol mengganti air dalam vas bunga bisa menjadi beberapa cara untuk mencegah DBD.

Selain cara mencegah DBD di atas, berikut kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus yang diyakini efektif dan efisien sebagai upaya pencegahan demam berdarah:

1. Menguras, adalah membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain.

2. Menutup, yaitu menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya.

3. Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular demam berdarah.

Adapun yang dimaksud dengan Plus adalah segala bentuk kegiatan pencegahan, di antaranya:

1. Menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan
2. Menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk
3. Menggunakan kelambu saat tidur
4. Memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk
5. Menanam tanaman pengusir nyamuk
6. Mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah
7. Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain-lain.

Ahli mengatakan, pastikan bahwa kamar dalam kondisi aman ketika siang hari. Pasalnya, nyamuk ini aktif ketika siang hari.

Anda bisa menyemprot atau menggunakan kelambu atau memakai obat anti nyamuk sebagai cara mencegah DBD.

(agn/agn)

[Gambas:Video CNN]

Terdapat tiga langkah untuk mengantisipasi penyakit demam berdarah adalah?

PORTALJABAR, KOTA BANDUNG - Pemda Provinsi Jawa Barat mengutamakan tiga langkah terpadu, yakni pemahaman pada masyarakat (sosialisasi), pemberian bantuan obat-obatan, serta pengawasan, dalam mengantisipasi penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Demam berdarah menular melalui apa?

Penyebab demam berdarah Demam berdarah adalah infeksi virus yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi. Jenis nyamuk yang menyebabkan DBD adalah Aedes aegypti dan Aedes albopictus.

Mengapa tindakan menguras tempat penampungan air tidak cukup untuk mencegah penularan demam berdarah?

Pengurasan saja tidak cukup karena ada kemungkinan telur nyamuk masih menempel di dinding penampungan air tersebut. Karena itu, penting untuk menggosok atau menyikat dinding-dinding penampungan air sebagai pencegahan demam berdarah.