Bulan memiliki kala rotasi dan kala revolusi yang sama yaitu selama

CD Dhafi Quiz

Find Answers To Your Multiple Choice Questions (MCQ) Easily at cd.dhafi.link. with Accurate Answer. >>


Ini adalah Daftar Pilihan Jawaban yang Tersedia :

  1. 29,5 hari atau satu bulan
  2. 26 hari
  3. 28 hari
  4. 29 hari

Jawaban terbaik adalah A. 29,5 hari atau satu bulan.

Dilansir dari guru Pembuat kuis di seluruh dunia. Jawaban yang benar untuk Pertanyaan ❝Kala rotasi bulan sama dengan kala revolusi bulan terhadap bumi yaitu.... ❞ Adalah A. 29,5 hari atau satu bulan.
Saya Menyarankan Anda untuk membaca pertanyaan dan jawaban berikutnya, Yaitu Perhitungan penanggalan kalender hijriah dihitung berdasarkan .... dengan jawaban yang sangat akurat.

Klik Untuk Melihat Jawaban

cd.dhafi.link Merupakan situs pendidikan pembelajaran online untuk memberikan bantuan dan wawasan kepada siswa yang sedang dalam tahap pembelajaran. mereka akan dapat dengan mudah menemukan jawaban atas pertanyaan di sekolah. Kami berusaha untuk menerbitkan kuis Ensiklopedia yang bermanfaat bagi siswa. Semua fasilitas di sini 100% Gratis untuk kamu. Semoga Situs Kami Bisa Bermanfaat Bagi kamu. Terima kasih telah berkunjung.

Bumi berotasi pada 1/4 lintasan revolusi bumi terhadap matahari,berarti: (1/4)×366=91,5 hari atau 92 hari Jadi, bumi sudah berotasi 91,5 kali atau 92 kali. Rotasi=Revolusi=29,5 hari (1/4)×29,5=7,3 revolusi dan rotasi atau 7 revolusi dan rotasi.

Jadi, bulan berotasi pada porosnya serta berevolusi terhadap bumi sebanyak 7,3 kali atau 7 kali.  

Perhatikan pernyataan berikut!

  1. Mempunyai kala rotasi dan kala revolusi yang sama.
  2. Merupakan satelit bumi.
  3. Memancarkan cahayanya sendiri.
  4. Makin jauh jaraknya dari matahari kala revolusinya makin besar.

Pernyataan yang tepat tentang ciri-ciri bulan adalah ....

Mau dijawab kurang dari 3 menit? Coba roboguru plus!

Rotasi dan Revolusi bulan – Ketika kita mengamati Bulan pada malam hari yang cerah, kadang terlihat seperti sabit, kadang separuh, dan kadang penuh. Tahukah kalian penyebabnya? Sama halnya seperti Bumi, Bulan juga selalu bergerak.

Pergerakan Bulan dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu gerakan berputar pada porosnya, gerakan mengelilingi Bumi, dan gerakan bersama Bumi mengelilingi Matahari.

Pengertian Rotasi Bulan dan Revolusi Bulan

Rotasi Bulan

Perputaran bulan pada porosnya disebut dengan rotasi bulan. Waktu yang dibutuhkan Bulan saat melakukan sekali berotasi adalah 29,5 hari atau satu bulan. Bulan berotasi dari Barat ke Timur. Oleh karena itu, kita selalu melihat sisi yang sama setiap kali melihat Bulan.

Revolusi Bulan

Perputaran bulan dalam mengelilingi Bumi biasa disebut sebagai revolusi bulan. Bulan mengelilingi Bumi dalam orbit yang berbentuk elips.

Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan satu daur penuh fase bulan yakni selama 29,5 hari atau satu bulan.

Bentuk-bentuk yang terbentuk pada bulan dipengaruhi oleh posisi bulan. Fase-fase bulan dipengaruhi oleh seberapa luas dari separuh permukaan tersebut yang dapat diamati dari Bumi.

Penjelasan Lengkap Rotasi dan Revolusi Bumi

Dampak Rotasi dan Revolusi Bulan

unsplash.com

Pada saat Bulan mengelilingi Bumi, maka bulan juga melakukan perputaran pada porosnya. Sehingga, dari penjelasan ini dapat disimpulkan, bahwa

Dari pergerakan rotasi dan revolusi Bulan, maka di Bumi dapat dilihat beberapa peristiwa yang dapat diamati dengan mata telanjang.

dari pergerakan rotasi dan revolusi bulan, maka akan timbul dampak rotasi dan revolusi bulan diantaranya, terjadinya pasang dan naik air laut, perubahan jumlah hari pada setiap bulan di kalender hijriah, terjadi macam-macam fase bulan dan pergerakannya. berikut merupakan penjelasan lebih lengkapnya.

1. Terjadinya Pasang dan Naik Air Laut

Proses ini ditandai dengan terjadinya air pasang naik, permukaan air laut akan naik. Sebaliknya jika laut pasang surut, maka permukaan air laut akan menurun.

Air laut di Bumi yang menghadap pada bulan akan tertarik oleh gaya gravitasi bulan sehingga menimbulkan pasang naik. Sebaliknya, air laut  yang membelakangi posisi bulan maka mengalami pasang surut.

2. Perubahan Jumlah Hari pada Setiap Bulan di Kalender Hijriah

Jumlah hari pada kalender Hijriah perbulannya adalah 30 atau 29 hari. Maka, dalam satu bulan kalender Hijriah memiliki lama sekitar 29,5 hari. Hal ini menyebabkan dalam kalender Hijriah ditemukan adanya tahun Kabisat.

kalender Hijriah lebih cepat 11 hari daripada kalender masehi. Sehingga menyebabkan beberapa hari besar keagamaan umat Islam setiap tahunnya berubah lebih cepat 11 hari dari tahun sebelumnya pada kalender Masehi.

3. Terjadinya Macam-Macam Fase Bulan dan Pergerakannya

rotasi dan revolusi bulan menyebabkan perubahan penampakan Bulan saat mengelilingi Bumi, yang dinamakan dengan fase Bulan. Ada empat fase Bulan yang terjadi, yaitu:

  • Fase bulan mati, Pada fase bulan baru, posisi Bulan berada di antara Bumi dan Matahari. Sisi bulan yang gelap menghadap ke Bumi, sehingga Bulan tidak tampak.
  • Fase bulan sabit, pada fase ini seminggu kemudian setelah bulan baru, bulan yang berbentuk sabit terlihat di langit barat sesudah matahari tenggelam. Setelah bulan baru, biasanya sabit pada bulan akan semakin membesar dari hari ke hari hingga menjadi bulan separuh
  • Fase bulan separuh, pada fase ini separuh permukaan bulan menghadap Bumi dan hanya setengahnya yang terkena sinar matahari. Oleh karena itu, Bulan hanya terlihat separuhnya saja.
  • Fase bulan tiga perempat dan bulan penuh, pada fase ini, Bulan terlihat bersinar sempurna saat terlihat dari Bumi, yang dinamakan sebagai bulan purnama.

Setelah mengalami empat fase tersebut, kemudian Bulan akan kembali ke fase awal, dan begitu seterusnya hingga kiamat tiba.

4. Terjadi Gerhana Bulan

Gerhana bulan adalah peristiwa yang terjadi saat posisi Bulan, Matahari, dan Bumi terletak pada posisi garis lurus atau linear. Posisi Bumi harus berada diantara posisi Bulan dan Matahari.

hal ini terjadi karena bulan berada di belakang bumi, sehingga sinar matahari yang seharusnya diterima oleh Bulan terhalang oleh Bumi. Sehingga bulan berada pada bayang-bayang Bumi, yang memiliki dua macam bayangan, yaitu umbra dan penumbra.

5. Terjadinya Gerhana Matahari

Selain gerhana bulan, rotasi dan revolusi bulan juga dapat menyebabkan gerhana matahari. Pada saat gerhana matahari, posisi bayangan umbra dan penumbra Bulan adalah dalam bayangan Matahari atau penutup laju sinar matahari.

Singkatnya, posisi Bulan berada diantara Bumi dan Matahari. Gerhana Matahari ini sendiri juga memiliki empat jenis yang berdasarkan pada posisi Bulan yang berada ditengah-tengah Bumi dan Matahari, yaitu gerhana Matahari total, gerhana matahari cincin, gerhana matahari sebagian, dan gerhana matahari hibrid.

Penjelasan mengenai rotasi dan revolusi Bulan tersebut sangat mempengaruhi kehidupan yang ada di Planet Bumi. Bagi para akademisi dan peneliti, rotasi dan revolusi Bulan sangat bermanfaat dalam beberapa hal, yaitu:

  • gravitasi bulan menentukan pergerakan bumi dalam mengetahui dan memprediksi arus laut
  • Memperkirakan dan menentukan permulaan Tahun Hijriah bagi umat Islam terlebih lagi sangat bermanfaat saat akan menentukan awal puasa Ramadhan dan datangnya Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha
  • Memprediksi terjadinya gerhana Bulan dan Matahari di tahun-tahun mendatang

Dan, beberapa percobaan bisa dilakukan untuk menjelaskan rotasi dan revolusi Bulan, serta rotasi Bumi.

Bulan adalah salah satu planet dalam tata surya dan planet-planet memiliki orbit mereka sendiri yang dipengaruhi oleh gravitasi atau gaya tarik gravitasi ke Bumi yang mengorbit bulan tetap di jalur. Serta, Bulan melakukan peredaran mengelilingi Matahari yang merupakan pusat sistem tata surya.

Beredarnya semua planet, termasuk Bulan, pada orbitnya mungkin secara ilmiah sulit untuk dijelaskan kenapa Bulan mengalami rotasi dan revolusi dengan sendirinya karena hal ini masih menjadi misteri yang belum terpecahkan oleh umat manusia.

Satu hal yang dapat dipastikan bahwa penyebab rotasi dan revolusi Bulan adalah karena Bulan memiliki orbit dan sejak terciptanya sistem tata surya semua planet, termasuk Bulan, telah melakukan peredaran pada porosnya dan mengelilingi Matahari.

Sekian dari pembahasan mengenai rotasi dan revolusi bulan semoga dapat menambah pengetahuannya mengenai alam semesta kita. Terima kasih dan jangan lupa baca artikel lainnya ya…

ROTASI Bumi adalah perputaran Bumi pada sumbunya, sedangkan revolusi Bumi adalah peristiwa bergeraknya Bumi mengelilingi matahari. Kedua peristiwa tersebut memberikan dampak positif dan negatif.

Baca juga: Mengenal Manfaat Propolis Bagi Kesehatan 

Bumi berputar dari arah barat ke arah timur. Dalam satu kali rotasi, waktu yang dibutuhkan adalah 23 jam 56 menit 4 detik. Waktu satu kali rotasi disebut kala rotasi atau lebih sering menyebutnya dengan satu hari.

Rotasi Bumi

Akibat dari rotasi bumi adalah :

1. Perbedaan Waktu 

Sekali berotasi membutuhkan waktu 24 jam dan setiap tempat di permukaan bumi telah berputar sebesar 360 derajat bujur. Maka permukaan Bumi terdapat 24 waktu lokal. 

Penetapan waktu dimulai dari garis bujur 0 derajat, yaitu di kota Greenwich di London. Garis bujur timur waktunya lebih awal atau ditambahkan 1 jam setiap kelipatan 15 derajat. Sedangkan garis bujur barat waktunya lebih lambat atau dikurangi 1 jam setiap kelipatan 15 derajat.

2. Batas Penanggalan Internasional 

Jika penghitungan waktu didasarkan pada garis bujur, yaitu bujur barat dan bujur timur, maka batas penanggalan internasional, ada pada bujur 180 derajat yang terletak di Samudra Pasifik. Bila belahan timur 180 derajat [bujur timur] tanggal 15, maka di belahan barat 180 derajat [bujur barat] masih tanggal 14.

3. Adanya Pergantian Siang dan Malam 

Rotasi Bumi membuat matahari seolah-olah bergerak dari timur ke barat. Saat pagi hari seakan-akan matahari muncul dari timur dan saat sore hari matahari akan terlihat seperti menghilang ke barat. Padahal sebenarnya yang bergerak adalah Bumi kita berputar di sumbunya, mengelilingi matahari. 

Sedangkan matahari diam. Hal itu disebut juga gerak semu matahari. Rotasi bumi menyebabkan adanya pergantian siang, sore dan malam hari.

4. Adanya gerak semu matahari 

Matahari seakan akan  bergerak dari timur ke barat, demikian juga benda-benda langit lainnya, mereka bergerak melawan rotasi Bumi dari barat ke timur. 

5. Terjadinya pemampatan pada kedua kutub bumi

Karena Bumi berputar pada porosnya, maka bagian ekuator berputar lebih cepat bila dibandingkan bagian kutub. 

6. Adanya pembelokan arah angin Arah angin 

Dari lintang tinggi yang menuju khatulistiwa akan berbelok karena pengaruh perputaran Bumi.

Revolusi Bumi

Revolusi Bumi adalah peristiwa bergeraknya Bumi mengelilingi matahari. Waktu yang diperlukan bumi untuk satu kali revolusi disebut kala revolusi. 

Berbeda dengan rotasi bumi, kala revolusi bumi adalah 365¼ hari atau disebut 1 tahun. Lintasan revolusi bumi berbentuk elips. Jadi selama satu tahun bumi berputar mengelilingi matahari sambil berotasi.

Akibat dari revolusi bumi adalah:

1. Perbedaan Lamanya Waktu Siang dan Malam 

Revolusi bumi serta kemiringan sumbu bumi terhadap bidang ekliptika yang besar nya 23½°, menimbulkan perbedaan lama siang dan malam.

2. Gerak semu tahunan matahari 

Seolah-olah pada waktu tertentu matahari berada di belahan bumi utara, dan waktu yang lain matahari berada di belahan bumi selatan. pada bulan Juni sinar matahari mengenai dinding rumah bagian utara, sedangkan saat Desember sinar menerpa di bagian selatan.

3. Perubahan Musim 

Hal ini dibuktikan dengan siklus perubahan musim yang terjadi di beberapa negara yang mengalami empat musim yaitu musim semi, panas, gugur dan musim dingin, sedangkan negara yang ada di dekat garis katulistiwa hanya dua musim.

4. Perubahan Penampakan Rasi Bintang 

Akibat adanya revolusi, maka akan terlihat perubahan rasi bintang di langit. 

5. Tahun kabisat 

Kala revolusi Bumi adalah 365¼ hari. Karena adanya perbedaan seperempat hari, maka untuk memudahkan penanggalan dibulatkan menjadi 365 hari. Hal ini dibuktikan dengan adanya peristiwa 4 tahun sekali yang hanya ada 29 hari pada Februari. [Ant/OL-1]

Video yang berhubungan