Buatlah teks negosiasi dengan topik menentukan besarnya iuran sosial kepemudaan

Apakah kalian tahu apa itu teks negosiasi ? Setiap orang pada umumnya pernah melakukan kegiatan tawar menawar dengan orang lain dalam hal jual beli. Entah itu antara pengusaha dan pihak bank, antara produsen dengan konsumen dan lain sebagainya.

Tawar menawar seperti ini disebut sebagai negosiasi. Di dalam artikel ini kita akan coba mengulas mengenai pengertian teks negosiasi, ciri-ciri teks negosiasi, kaidah kebahasaan teks negosisasi, dan struktur teks negosiasi.

Untuk lebih memudahkan kamu dalam belajar, kita juga akan memberikan beberapa contoh teks negosiasi. Nah, berikut ini adalah penjelasan lebih detailnya mengenai teks negosiasi :

Pengertian Teks Negosiasi

500px.com

Teks negosiasi merupakan bentuk interaksi sosial yang mempunyai tujuan untuk mencapai kesepakatan antara kedua belah pihak yang memiliki kepentingan yang berbeda.

Kedua belah pihak yang melakukan negosiasi memiliki hak terhadap hasil yang akan disepakati antara keduanya. Hasil akhir negosiasi harus memiliki persetujuan dari semua pihak sehingga semua pihak menerima hasil akhir tersebut dengan kesepakatan bersama.

Ciri Ciri Teks Negosiasi

Berikut ini adalah penjelasan mengenai ciri-ciri teks negosiasi :

  • Menghasilkan kesepakatan antara kedua pihak (saling menguntungkan)
  • Mengarah pada tujuan yang praktis
  • Lebih memprioritaskan kepentingan bersama
  • Merupakan sarana untuk mencari sebuah penyelesaian atau solusi

Kaidah Kebahasaan Teks Negosiasi

500px.com

Kaidah kebahasaan teks negosiasi adalah sebagai berikut :

  • Menggunakan bahasa yang santun
  • Terdapat ungkapan yang persuasif (mengajak)
  • Berisi pasangan tuturan
  • Kesepakatan yang di hasilkan tidak pernah merugikan kedua belah pihak
  • Sifatnya memerintah dan memenuhi perintah tersebut
  • Tidak beragumen dalam satu waktu
  • Didasari dengan argumen yang kuat dan disertai dengan adanya fakta
  • Minta alasan dari pihak mitra negosiasi
  • Jangan menyela argumen

Struktur Teks Negosiasi

Berikut ini adalah penjelasan mengenai struktur teks negosiasi :

  1. Orientasi, merupakan kalimat pembuka, biasanya dengan mengucapkan salam. Fungsinya adalah untuk memulai bernegosiasi.
  2. Permintaan, merupakan suatu hal yang berupa barang atau jasa yang akan dibeli oleh pembeli.
  3. Pemenuhan, merupakan kesanggupan hal berupa barang atau jasa dari penjual yang diminta oleh pembeli.
  4. Penawaran, merupakan puncaknya dalam bernegosiasi, kedua pihak saling tawar menawar.
  5. Persetujuan, merupakan kesepakatan yang terjadi antara kedua belah pihak terhadap negosiasi yang telah dilakukan.
  6. Pembelian, keputusan konsumen untuk menyetujui negosiasi tersebut atau tidak.
  7. Penutup, kalimat penutup, biasanya ucapan salah atau ungkapan terimakasih.

Tujuan Teks Negosiasi

Adapun tujuan dilakukannya negosiasi dalam hal berbisnis, adalah sebagai berikut :

  • Mencapai kesepakatan yang memiliki kesamaan persepsi, saling pengertian.
  • Mencapai penyelesaian atau jalan keluar dari setiap masalah yang sedang dihadapi secara bersama.
  • Mencapai kondisi saling menguntungkan dan tidak ada yang dirugikan.

Manfaat begosiasi adalah untuk menciptakan sebuah kerjasama antara institusi, badan usaha, maupun perorangan dalam melakukan suatu tindakan secara bersama atas dasar saling pengertian satu dengan yang lainnya.

1. Contoh Teks Negosiasi Panjang Tentang Bisnis

Contoh teks negosiasi berikut ini menjelaskan tentang proses negosiasi peminjaman uang antara nasabah dengan pegawai bank. Berikut ini adalah contohnya :

Pegawai Bank: “Selamat pagi pak, silahkan duduk, ada yang bisa saya bantu?”
Nasabah: “Selamat pagi bu. Baik, terimakasih.”
Nasabah: “Begini bu, saya ingin mengajukan sebuah proposal peminjaman uang untuk usaha ikan lele saya.”
Pegawai Bank: “Maaf pak, bisa saya lihat proposalnya?”
Nasabah: “Ini bu, silahkan.”
Pegawai bank: “Sebenarnya, proposal bapak ini sangat bagus sekali, tidak ada masalah. Hanya saja kami dari
pihak bank belum bisa memenuhi permintaan peminjaman uang sebesar 500 juta.”
Nasabah: “Jadi, kira-kira pihak bank mampunya memberikan pinjaman berapa bu?”
Pegawai Bank: “Setelah saya hitung, kami hanya sanggup memberikan pinjaman sampai 300 juta pak, dengan bunganya 4 %.”
Nasabah: “Tidak bisa ditambah lagi ya bu? Usaha ini sebenarnya sangat sukses, pesanan ikan lele dari konsumen ke kami dari seluruh Indonesia.”
Nasabah: “Dana ini rencananya akan saya gunakan untuk menambah kapasitas produksi untuk dapat memenuhi permintaan ikan lele tersebut”
Pegawai Bank: “Tunggu dulu pak, saya hitung ulang dulu yah”
Pegawai Bank: “Yah, sepertinya kami hanya sanggup untuk memberikan  pinjaman sebesar 350 juta”.
Nasabah: “Wah, apakah tidak bisa dinaikin sedikit lagi ya bu? Gimana kalau 400 juta?”
Pegawai Bank: “Maaf yah pak, hanya segitu yang dapat kami sanggupi.”

Nasabah: “Oke deh bu, tidak apa-apa, saya setuju kalau gitu.”

2. Contoh Teks Negosiasi Singkat Jual Beli

Contoh teks negosiasi berikut ini menjelaskan tentang proses negosiasi yang terjadi antara penjual dan pembeli tentang harga gitar. Berikut ini adalah contohnya :

Pembeli: “Bu saya mau beli gitar ini, kira-kira berapa harganya ?”
Penjual: “Kalau gitar yang itu harga nya 750 ribu nak.”
Pembeli: “Harganya boleh kurang enggak bu?”
Penjual: “Hmmm, boleh saja. Mau nawar berapa ya nak?”
Pembeli: “600 ribu, bisa enggak yah ?”
Penjual: “Wah, kalau harga segitu rasanya tidak bisa nak.”
Pembeli: “Kalau 625 ribu bu?”
Penjual: “Naikin sedikit lagi nak, 650 ribu ibu lepas deh gitar ini.”
Pembeli: “Oke deh bu, saya setuju, ini ya uangnya”

3. Contoh Teks Negosiasi di Sekolah

Contoh teks negosiasi berikut ini terjadi di lingkungan sekolah. Isinya tentang dialog negosiasi yang terjadi antara wali kelas dan ketua kelas tentang planning kegiatan study tour. Berikut ini adalah contohnya:

Wali Kelas: “Arya, bagaimana rencana Study Tour kita ke Tanjung Bira, apakah semua temanmu sudah setuju?”
Ketua Kelas: “Saya sudah berbicara dengan teman-teman saya bu, cuman ada usulan study tournya ke Pantai Marina aja bu.”
Wali Kelas: “Wah, kok bisa begitu?”
Ketua Kelas: “Kalau ke Tanjung Bira sekolah kita sudah sangat sering berkunjung ke sana bu. Sedangkan, kalau ke Pantai Marina belum pernah sama sekali.”
Wali Kelas: “Tapi Arya, ibu sudah membicarakan rencana ini ke bapak kepala sekolah dan beliau sudah terlanjur menyetujuinya”
Ketua Kelas: “Iya bu, tapi sepertinya banyak teman-teman saya yang tidak ikut jika study tour tersebut dilaksanakan di Tanjung Biara.”
Wali Kelas: “Aduh, jadi gimana yah, padahal ibu ini sudah mempersiapkan semuanya dengan matang.”
Ketua Kelas: “Begini saja bu, biar saya dan teman-teman yang menghadap ke kepala sekolah dan menjelaskan rencana ini.”
Wali Kelas: “Baiklah kalau begitu, secepatnya kamu bicarakan dengan beliau yah, lalu laporkan ke ibu hasilnya”.
Ketua Kelas: “Baik bu.”

4. Contoh Teks Negosiasi Kehidupan Sehari-hari

Untuk contoh teks negosiasi berikut ini sering kali terjadi dalam kehidupan sehari-hari, yaitu negosiasi sewa becak antara calon penumpang dengan abang tukang becak. Berikut ini adalah contohnya :

Calon Penumpang: “Bang, ke Pasar Baru berapa yah?”
Tukang Becak: “10 ribu, mbak.”
Calon Penumpang: “Yah, kok mahal banget bang, 5 ribu aja deh.”
Tukang Becak: “Aduh, itu mah kemurahan mbak, pasar baru kan jauh”
Calon Penumpang: “Iya deh, saya tambah jadi 7 ribu, bagaimana bang?”
Tukang Becak: “Naikin dikit lagi bu, jadi 8 ribu deh”
Calon Penumpang: “Baiklah bang, saya setuju, antar saya ke pasar baru sekarang bang.”

5. Contoh Teks Negosiasi di Lingkungan Keluarga

Contoh teks negosiasi berikut ini terjadi di lingkungan keluarga. Berikut ini adalah contohnya :

Anak: “Ayah, setelah lulus nanti aku mau sekolah di SMA.”
Ayah: “Loh kenapa di SMA nak ? Padahal, ayah ingin kamu sekolah di SMK saja.”
Anak: “Kok di SMK sih yah? Kenapa memangnya ayah ingin aku sekolah di sana?”
Ayah: “Begini loh nak, di SMK itu lulusannya bisa langsung terjun ke dunia kerja.”
Anak: “Ohhh, gitu yah, iya deh saya setuju kalau gitu.”
Ayah: “Baguslah kalau kamu memang setuju.”

Itulah penjelasan singkat mengenai pengertian teks negosiasi, struktur teks negosiasi, kaidah kebahasaan teks negosiasi, dan contoh teks negosiasi jual beli, contoh teks negosiasi singkat, contoh teks negosiasi panjang.

6. Contoh Teks Negosiasi Jual Beli di Pasar

Pasar merupakan tempat bertemunya antara penjual dan pembeli. Di pasar lumrah terjadi negosiasi tawar menawar antara penjual dan pembeli sebelum terjadi transaksi.

Berikut ini contoh dialog negosiasi antara penjual dan pembeli di pasar:

Pembeli : “Selamat pagi Bu, ayam sayurnya ada?

Penjual : ” Pagi Bu. Iya ada Bu. Itu yang ditutup plastik putih.”

Pembeli : ” Satu kilo berapa Bu?”

Penjual : ” Rp 35.000 Bu.”

Pembeli : “Wahhh, mahal juga ya Bu. Bisa kurang gak ?”

Penjual : ” Ya sudah. Rp 33.000 pas Bu.”

Pembeli : “Masih mahal Bu. Bagaimana kalau Rp 28.000?”

Penjual : “Kalau segitu pas modal Bu.”

Pembeli : “Rp 30.000 ya Bu”

Penjual : ” Ya sudah, deal. Mau bagian mana Bu? Atau campur?

Pembeli : ” Dada semua saja Bu.” Ini uangnya Rp 50.000″

Penjual : “Iya Bu. Ini ayamnya. Ini kembaliannya Rp 20.000.”

7. Contoh Teks negosiasi jual beli tanah

Dalam praktik jual beli tanah, seringkali pembeli dan penjual melakukan negosiasi terlebih dahulu sebelum melakukan kesepakatan kepastian jual beli. Berikut contoh negosiasi jual beli tanah:

Pada suatu siang di sebuah cafe, pak Eko menemui pak Panut untuk menepati pertemuan guna membahas penjualan tanah milik pak Panut.

Pak Eko : “Selamat siang pak Panut. Bagaimana kabarnya?”

Pak Panut : “Alhamdulillah baik Pak.”

Pak Eko : “Baik langsung saja ya. Saya dengar dari pak Agung kalau pak Panut ini mau jual tanah yang ada di belakang masjid An Nur itu pak? Apa betul?”

Pak Panut : ” ya betul Pak. Tanah itu memang mau saya jual. Bapak tertarik?”

Pak Eko : “Iya Pak. Saya berminat beli tanah di situ untuk saya buatkan tempat usaha di situ. Lokasinya juga saya lihat ramai. Mau Bapak jual dengan harga berapa?”

Pak Panut : “Tanahnya saya jual Rp2 miliar Pak. Itu sudah termasuk biaya balik nama.”

Pak Eko : “Wah, mahal juga ya Pak. Saya kira Rp 1 miliar sudah Pak.”

Pak Panut : “Wah, belum dapet Pak. Tanah di sebelahnya persis punya Haji 2,Sobari saja laku sekitar Rp3 miliaran.”

Pak Eko : “Ooo begitu ya Pak. Kalau harga segitu saya sepertinya tidak mampu. Saya tawar Rp 1,5 milyar saja Pak. Bagaimana ?

Pak Panut : “Baiklah. Untuk pak Eko harga segitu saya lepas. Kalau begitu kapan kita akan mengurus pembayaran dan pengurusan berkas?

Pak Eko : “Besok siang saja Pak. Saya akan ke rumah pak Panut untuk mengurus pembayaran dan penandatanganan berkas-berkas.”

Pak Panut : “Baik Pak Eko. Sampai jumpa besok.”

8. Contoh Teks Negosiasi Jual Beli Rumah

Negosiasi jual beli rumah biasanya cenderung lebih memakan waktu karena banyak hal yang akan didiskusikan sebelum tercapai kesepakatan antara penjual dan pembeli.

Berikut ini contoh negosiasi jual beli rumah antara Ibu Indri yang ingin memiliki hunian baru dan ibu Ristia yang ingin menjual salah satu rumahnya.

Ibu Indri : “Assalamu’alaikum, Bu Ristia.”

Ibu Ristia : “Wa’alaikumussalam. Eh Bu Indri. Ada perlu apa ya Bu? Tumben banget. Sudah lama gak kesini. Mari masuk.”

Ibu Indri : “Terima kasih Bu Risti. Bagaimana kabarnya bu Risti ? Sehat ?

Ibu Ristia : “Alhamdulillah sehat Bu. Ada yang bisa saya bantu Bu? Sudah lama lho bu Indri tidak kesini. Sepertinya ada sesuatu yang serius.”

Ibu Indri : “Iya nih Bu. Jadi begini, denger-denger kabar dari ibu-ibu komplek katanya bu Ristia mau jual rumah yang yang dekat taman di blok D?”

Ibu Ristia : “Iya bener Bu Indri. Rumah itu memang mau saya jual. Repot kalau harus ngurus dua rumah ternyata Bu.”

Ibu Indri : “Kebetulan maksud kedatangan saya kesini karena saya berminat untuk membeli rumah tersebut.”

Ibu Ristia : “Wah, seriusan nih Bu? Kalau sama teman dekat saya jual dengan harga terjangkau Bu.”

Ibu Indri : “Mau dilepas berapa memangnya Bu?”

Ibu Ristia : “Saya lepas di 1,8 milyar Bu.”

Ibu Indri : ” Mmmmm… gede juga ya Bu. Bisa kurang dari itu Bu?”

Ibu Ristia : “Bu Indri berani berapa?”

Ibu Indri : “Budget saya saat ini hanya 1 milyar Bu.”

Ibu Ristia : “Kalau 1 milyar saya belum bisa lepas Bu. Rencananya uang penjualan rumah itu mau saya jadikan modal usaha. Dan saya kira 1 milyar tidak cukup Bu.”

Ibu Indri : “Baiklah Bu. Kalau bu Ristia mau nunggu sampai bulan depan, saya berani 1,5 milyar. Bagaimana Bu?”

Ibu Ristia : “Baik Bu. Sepakat. Saya juga tidak terlalu terburu-buru. Sepakat ya Bu 1,5 milyar.”

Ibu Indri : “Sebulan lagi saya kesini untuk proses jual beli lebih lanjut.”

Ibu Ristia : “Iya Bu. Sampai jumpa bulan depan.”

9. Contoh Teks Negosiasi Jual Beli Sepatu

Berikut ini contoh negosiasi jual beli sepatu antara Hesti dengan penjual sepatu di sebuah pusat perbelanjaan:

Penjual : “Selamat siang mbak, selamat datang di toko kami. Ada yang bisa saya bantu?”

Hesti : “Siang. Sepatu Nike untuk lari yang model terbaru ready stok mbak?”

Penjual : “Iya mbak, ready stok. Mau yang warna apa ? Ukuran berapa?”

Hesti : “Yang warna biru muda ukuran 39 mbak. Ada ?”

Penjual: “Ada mbak. Sebentar saya ambil dulu di belakang. (Penjual selanjutnya mengambil sepatu yang dimaksud di belakang dan menunjukannya ke Hesti). Ini mbak sepatunya. Silakan dicoba saja pas atau tidak.”

Hesti : “Wah, cocok banget. Dipakai juga nyaman. Berapaan mbak?”

Penjual : “Ini sedang promo mbak. Rp 800.000 saja. Kalau sedang tidak promo kami jual satu juta mbak.”

Hesti : “Bisa kurang mbak? 500 5ibu saja ya.”

Penjual : “Belum bisa mbak.”

Hesti : “550 ribu deh.”

Penjual : “700 ribu pas buat mbak deh.”

Hesti : “Ya sudah mbak. Saya ambil ini.”

Penjual : “Baik mbak. Silakan bayar dikasir. Sepatunya saya bungkus dulu. Namti diambil di kasir.”

Hesti : “Iya mbak. Terima kasih.”

Penjual : “Sama-sama.”

10. Contoh Teks Negosiasi Jual Beli Baju

Seringkali dalam proses jual beli barang di pasar seperti baju terjadi negosiasi harga antara penjual dan pembeli. Seperti pada contoh berikut:

Penjual : “Silakan mbak, dipilih baju-bajunya.”

Elsa : “Ehhh iya mbak.”

Penjual : “Lagi nyari baju apa mbak?”

Elsa : “Lagi nyari gamis mbak.”

Penjual : “Ohhh, kalau gamis tempatnya ada di sebelah sana mbak (sambil menunjuk). Di sebelah kanan ruang ganti perempuan.”

Elsa : “Oh… Di sana ya. Baik, saya kesana.”

Penjual : “Mari mbak. Saya antar kesana. Kalau boleh tahu mau gamis yang seperti apa mbak?”

Elsa : “Mmmm…Ini mbak. Saya mau gamis polos yang cocok untuk acara formal.”

Penjual : “Ooo itu. Kalau untuk acara formal, saya sarankan gamis dusty pink polos ini mbak. Cocok banget sama mbak yang kulitnya putih.”

Elsa : “Bisa saja si mbak. Ngomong-ngomong berapa harganya mbak?”

Penjual : “Harganya 300 ribu mbak. Tapi sedang ada diskon 20 %. Nanti di kasir akan dipotong secara otomatis.”

Elsa : “Mmmmm…Saya kira 150 ribu belum didiskon mbak.”

Penjual : “Belum mbak. Tapi kalau mbak beli 3 buah, diskon masing masing menjadi 50 % mbak.”

Elsa : “Saya cuma butuh 1 si mbak. Ya sudah deh. Saya ambil 1 yang ini. Yang ukuran M ya mbak.”

Penjual : “Baik mbak. Saya  buatkan notanya dulu. Nanti mbak bayar di kasir sekalian ambil barangnya.”

Elsa : “Ok mbak. Terima kasih.”

Penjual : “Sama-sama. Terima kasih sudah belanja di tempat kami.”

11. Contoh Teks Negosiasi Jual Beli HP

Suatu hari Ageng pergi ke toko HP untuk membeli HP baru karena HP yang lama sudah rusak dan tidak bisa dipakai lagi. Simak negosiasi jual beli HP antara Ageng dan penjual HP di bawah ini:

Penjual HP : “Selamat siang Mas. Ada yang bisa dibantu?”

Ageng : “Lihat-lihat dulu ya Mas.”

Penjual HP : “Oiya Mas. Silakan.”

Ageng : “Ada rekomendasi HP spek bagus budget 3 jutaan Mas?”

Penjual HP : “Ada Mas. Ini ada HP keluaran terbaru Samsul A35 yang punya 3 kamera bagus dan prosesor menengah terbaru.”

Ageng : “Begitu ya? Kalau Semar Max Pro yang prosesornya Naga 750 ada Mas ?”

Penjual HP : “Ada Mas. Kami ready stok warna hitam dan silver.”

Ageng : “Ok Mas. Saya mau ambil yang warna hitam. Berapaan itu Mas?”

Penjual HP : “Untuk vairan  RAM 4 GB ROM 128 kami lepas dengan harga 3,2 juta Mas.”

Ageng : “Wah, saya kira di bawah 3 juta. 2,8 boleh Mas?”

Penjual HP : “Kalau segitu belum bisa Mas. Ini kameranya sudah 48 MP dan prosesornya juga yang paling tinggi di kelasnya.”

Ageng : “Iya sih. Apa tidak bisa kurang dari itu? Kalau 2,9 juta gimana?”

Penjual HP : “Ok lah. Khusus untuk Mas saya lepas 2,9 juta.”

Ageng : “Nah gitu dong. Ini uangnya Mas.”

Penjual HP : “Tunggu sebentar ya Mas. Saya bungkus dulu dan buat notanya.”

Ageng : “Iya Mas.”

Penjual HP : “Ini Mas HP berikut nota pembayarannya.”.

12. Contoh Teks Negosiasi Jual Beli Jam Tangan

Negosiasi jual beli bukan hanya terjadi di dunia nyata saja. Namun juga bisa berlaku pada jual beli online. Seperti contoh di bawah ini dimana Latif sedang mencari jam tangan baru di salah satu online shop yang menjual jam tangan.

Latif : “Halo min, untuk jam tangan dengan kode ED450 apa bisa ditawar harganya?”

Admin Penjual : “Halo kak. Selamat datang di toko kami. Iya kak. Silakan kalau mau nawar.”

Latif : “Beneran ini barangnya ori min?”

Admin Penjual : “Ori kak. Toko kami memang hanya menjual jam tangan yang orisinil dari brand-brand ternama yang bekerja sama dengan kami.”

Latif : “Mantapp. Ada garansinya min? Berapa lama?”

Admin Penjual : “Untuk seri yang kakak pilih garansinya 12 bulan atau 1 tahun.”

Latif : “Oiya. Untuk harga di katalog tertera Rp 1.299.000. Bisa 1 juta saja min?”

Admin Penjual : “Maaf kak. Kalau segitu belum bisa. Kalau mau Rp1.200.000.”

Latif : “Ok deh. Saya order yang ini. Pembayaran ke rekening yang di situs?”

Admin Penjual : “Iya kak. Bisa transfer ke salah satu rekening yang ada di situs. Kalau sudah tranfer konfirmasi ke nomor ini ya kak.”

Latif : “Ok min.”

13. Contoh Teks Negosiasi Kerja Sama

Sebuah kerja sama usaha seringkali diawali sebuah negosiasi antara para pihak yang melakukan kerja sama tersebut. Negosiasi antara para pihak tersebut bertujuan untuk menghasilkan kesepakatan win-win solution. Simak contoh negosiasi kerja sama di bawah ini antara seorang pemilik usaha servis laptop bernama Reno dengan praktisi digital marketing bernama Said.

Reno : “Selamat pagi pak Said. Begini, Bapak kan tahu kalau saya memiliki usaha servis laptop. Sementara Bapak kan ahli dalam iklan dan promosi lewat platform digital. Saya ingin meminta bantuan pak Said untuk mempromosikan usaha servis laptop saya di internet. Bisa di akun media sosial seperti Facebook, Instagram, atau platform yang lain.”

Said : “Iya betul pak Reno. Kebetulan saya memang praktisi dan juga konsultan digital marketing. Boleh-boleh saja kalau saya bantu. Tapi, apa keuntunganya buat saya?”

Reno : “Nah, keuntungan buat pak Reno, nanti setiap laptop Bapak atau keluarga ada yang rusah dan butuh diperbaiki, maka akan kami servis gratis dengan syarat kerusakannya tidak begitu parah dan biaya servis di bawah Rp 200.000.”

Said : “Boleh juga sih. Tapi apa bisa dinaikan lagi supaya gratis di bawah Rp 300.000?”

Reno : “Baiklah. Kalau begitu gratis di bawah Rp 300.000. Kalau begitu kita sudah sepakat ya Pak?”

Said : “Iya Pak. Sepakat. Nanti akan kami bantu untuk mempromosikan usaha pak Reno di beberapa platform digital. Semoga nanti usaha pak Reno bisa jadi lebih maju.”

Reno : “Aamiin. Terima kasih Pak.”

Said : “Sama-sama Pak. Senang bekerja sama dengan Bapak.”

14. Contoh Teks Negosiasi Antara Guru dan Siswa

Terkadang di dunia pendidikan atau sekolah ada juga negosiasi yang melibatkan guru dan murid. Seperti contoh di bawah ini:

Guru : “Anak-anak, minggu depan kita akan melaksanakan ulangan harian bab teks drama ya. Kalian harus mempersiapkan sebaik-baiknya.”

Siswa : “Jangan dong Bu. Tugas kan sudah banyak. Ditambah mapel lain juga banyak tugas.”

Guru : “Jadi kalian keberatan kalau ulangan hariannya minggu depan?”

Siswa : “Iya Bu. Apalagi Ibu sudah ngasih tugas juga barusan.”

Guru : “Kalau begitu kapan kalian siap buat ulangan harian?”

Siswa : “Dua minggu lagi saja Bu.”

Guru : “Baiklah. Tapi karena materi bab teks drama sudah selesai, apa kalian punya usul apa yang akan kita lakukan minggu depan?”

Siswa : “Minggu depan kita pentas drama saja Bu. Satu kelas dibagi jadi 3 kelompok untuk memainkan drama pendek. Gimana Bu?”

Guru : “Wah Wah. Ide bagus ini.”

15. Contoh Teks Negosiasi Antar Teman

Dalam hubungan antar teman seringkali ada hal-hal yang perlu dinegosiasikan untuk diambil sebuah kesepakatan. Seperti contoh dialog negosiasi antara Sugeng dan Noval di bawah ini.

Sugeng : “Val, kamu punya kamera DSLR kan ya?”

Noval : “Iya ada bro. Ada apa memang?”

Sugeng : “Gini, saya sama tim mau ada pemotretan untuk beberapa produk baru yang mau dirilis bulan depan.”

Noval : “Oiya. Untuk pemotretan produk snack itu ?”

Sugeng : “Iya bener. Jadi rencananya saya mau sewa DSLR kamu untuk 3 hari, bisa gak bro? Kira-kira berapa ?”

Noval : “100 ribu per hari gimana bro? Murah kan? he he he”

Sugeng : “Jangan segitu lah bro. Sama temen ini.”

Noval : “Ok ok bro. Bercanda bercanda. 50 ribu saja perhari. 3 hari berarti jadi 150 ribu.”

Sugeng : “Nah gitu dong bro. Sama temen harus saling membantu lah. Kapan bisa diambil kameranya?”

Noval : “Memangnya mau dipakai kapan?”

Sugeng : “Rencana Senin-Rabu besok.”

Noval : “Ya sudah. Ambil saja besok Sabtu.”

Sugeng : “OK”

16. Contoh Teks Negosiasi Jual Beli Buah

Di pasar tradisional negosiasi jual beli buah kerap terjadi antara penjual dan pembeli. Seperti dialog di bawah ini antara Titin yang ingin membeli pisang dengan seorang penjual.

Titin : “Permisi pak, ada pisang?”

Penjual : “Ada mbak. Mau pisang apa?”

Titin : “Pisang ambonnya pak. Ada?”

Penjual : “Ada ini mbak. Mau berapa sisir?”

Titin : “Satu sisir berapa ?”

Penjual : “Satu sisir 25 ribu mbak.”

Titin : “15 ribu saja ya pak.”

Penjual : “Kalau cuma beli satu sisir, 15 ribu masih kurang mbak.”

Titin : “Ini saya mau beli 2 sisir. 30 ribu ya pak?”

Penjual : “2 sisir 40 ribu ya mbak. ini langsung saya bungkusin.”

Titin : “Ya sudah pak. Ini uangnya.”

Penjual : “Ini pisangnya mbak. Terima kasih sudah belanja.”

17. Contoh Teks Negosiasi Jual Beli Buku

Negosiasi jual beli buku mungkin tidak akan terjadi di toko buku karena umumnya semua sudah diberi label harga dan tidak bisa ditawar. Negosiasi jual beli buku mungkin terjadi di penjual buku bekas atau loakan. Seperti contoh di bawah ini dimana Lysa ingin mencari novel Laskar Pelangi bekas di penjual buku bekas.

Lysa : “Siang pak. Ada novel Laskar Pelangi?”

Penjual : “Ada nih mbak. Baru masuk kemarin.”

Lysa : “Wah pas banget. Berapaan nih pak?”

Penjual : “Sama mbak 50 ribu saja.”

Lysa : “Jangan segitu dong pak. Saya kan sudah lama jadi langganan bapak. Kurangi lah pak. 25 ribu ya.”

Penjual : “Kalau segitu untuk modal saja belum cukup mbak.”

Lysa : “Kalau begitu 35 ribu ya pak.”

Penjual : “Ya sudah deh. Sama mbak 35 ribu saja.”

Lysa : “Sip. Ini uangnya pak 50 ribuan.”

Penjual : “Ini buku sama kembaliannya. Terima kasih mbak. Sering-sering belanja di sini ya mbak.”

Lysa : “Ya pak.”

18. Contoh Teks Negosiasi Pengusaha dan Bank

Untuk mengembangkan usahanya seringkali para pengusaha mengalami kesulitan modal tambahan. Karena itu banyak pengusaha yang mengajukan kredit ke bank untuk kepentingan pengembangan usahanya tersebut. Mengajukan pinjaman kredit ke bank ada syarat dan ketentuan untuk bisa cair. Seringkali para pengusaha harus bernegosiasi dengan para bankir agar pengajuan kreditnya bisa cair.

Seperti contoh di bawah ini di mana haji Slamet seorang pengusaha sembako membutuhkan tambahan modal untuk pengembangan usahanya. Ia pergi ke bank dan bernegosiasi dengan pak Panji selaku manajer kredit di Bank Sukses Sejahtera.

Panji : “Selamat pagi bapak. Dengan saya Panji. Dengan bapak siapa? Ada yang bisa dibantu?”

Slamet : “Saya Slamet. Begini pak Panji. Saya ingin mengajukan kredit untuk pengembangan usaha saya.”

Panji : “Usaha bapak di bidang apa?”

Slamet : “Usaha saya di bidang perdagangan sembako dengan skala yang cukup besar dan sedang berkembang.”

Panji : “Apakah pak Slamet mempunyai jaminan kalau sewaktu-waktu Bapak tidak bisa melunasi pinjaman kredit?”

Slamet : “Saya ada satu sertifikat tanah sawah.”

Panji : “Baik pak. Apa tidak masalah kalau sawah bapak dijadikan jaminan dan akan kami tahan sertifikat tanahnya sampai pak Slamet dapat melunasi pinjaman.”

Slamet : “Baiklah. Apakah saya bisa mendapatkan pinjaman kredit 1 milyar?”

Panji : “Mohon maaf pak. Setelah kami pelajari berkas-berkas bapak dan juga profil usaha bapak kami hanya bisa memberikan kredit 500 juta.”

Slamet : “Bisa dinaikkan lagi pak?”

Panji : “Paling banyak 600 juta dengan bunga 3 %.”

Slamet : “Apa tidak bisa menjadi 750 juta pak ? Bunganya ikut naik tidak apa-apa.”

Panji : “Baik pak. Kami bisa memberikan pinjaman sebesar 750 juta dengan bunga 5 % ya pak. Bagaimana ? Sepakat ?”

Slamet : “Baik pak. Sepakat.”

Panji : “Silakan isi formulir dengan data yang sebenar-benarnya pak.”

Slamet : “Baik pak. Saya isi dulu. (seteleh beberapa saat). Ini pak formulirnya sudah saya isi semua.”

Panji : “Terima kasih pak. Untuk pencairan kredit nanti akan kami transfer ke rekening bapak di bank kami. Kalau sudah dicairkan nanti pihak kami akan memberitahu Bapak.”

Slamet : “Baik pak. Terima kasih. Kalau begitu saya pamit.”

Panji : “Sama-sama pak. Sampai jumpa kembali.”

19. Contoh Teks Negosiasi Pendek

Tidak selamanya sebuah negosiasi membutuhkan proses yang panjang. Kadangkala negosiasi justru sangat singkat dan pendek. Seperti contoh di bawah ini:

Ahmad : “Bro, pinjam buku matematika kamu dong.”

Endri : “Lah, sekarang kan lagi pelajaran matematika.”

Ahmad : “Ya makanya saya pinjam dulu ya. Punya saya tertinggal di rumah. Lupa tidak kebawa bro.”

Endri : “Kalau kamu pinjem, nanti saya pakai buku siapa dong?”

Ahmad : “Gantian saja makenya. Nanti pas pelajaran kimia saya pinjami buku saya. Gimana?”

Endri : “Boleh juga tuh. Ya sudah silakan kamu pakai duluan.”

Ahmad : “Ok. Makasih bro.”

Endri : “Yo, sama-sama.”

20. Contoh Teks Negosiasi Panjang

Terkadang sebuah negosiasi harus melalui proses yang cukup panjang. Seperti contoh di bawah ini antara pak Sofyan dengan pak Arif. Di mana pak Sofyan berkeinginan membeli mobil dari pak Arif setelah melihat iklan yang dipost oleh pak Arif di salah satu platform media sosial.

Sofyan : “Selamat siang mas Arif. Saya yang tadi inbox di Facebook menanyakan soal mobil mas Arif yang dijual.”

Arif : “Oiya. Selamat siang. Jadi gimana ? Tertarik dengan mobil saya?”

Sofyan : “Iya mas. Saya tertarik. Tapi sebelum lebih jauh saya tanya-tanya dulu boleh ya mas.”

Arif : “Tentu saja boleh mas.”

Sofyan : “Ini mobil keluaran tahun berapa mas?”

Arif : “Tahun 2014 mas.”

Sofyan : “Sudah 6 tahun ya. Cukup lama juga ya mas?”

Arif : “Iya lumayan lama mas. Kebetulan keluarga minta ganti mobil yang lebih besar. Makanya yang ini mau saya jual.”

Sofyan : “Kalau untuk pajak gimana mas?”

Arif : “Pajak masih jalan. Selalu saya bayar tepat waktu.”

Sofyan : “Boleh saya lihat interiornya mas?”

Arif : “Boleh mas. Silakan dilihat dengan seksama.”

Sofyan : “Oiya mas. Ini jok belakang warnanya agak kusam karena memang warna aslinya seperti ini atau jarang dicuci?”

Arif : “Itu memang karena jarang dicuci mas. Jujur memang kurang begitu terawat untuk urusan interiornya mas.”

Sofyan : “Jendelanya masih berfungsi normal mas? Pernah diganti gak?”

Arif : “Masih berfungsi dengan baik kok mas.”

Sofyan : “Saya lihat-lihat bodi dulu ya mas. Ini ada lecet kenapa mas?”

Arif : “Oh yang itu. Itu karena keserempet tiang sewaktu parkir mas.”

Sofyan : “Kalau sudah lecet begini berarti bisa ngurangi harga ya mas? ha ha .”

Arif : “Bisa aja mas.”

Sofyan : “Jadi mau dilepas berapa mas?”

Arif : “Seperti yang saya post di Facebook mas. 150 juta saja.”

Sofyan : “Gak bisa kurang lagi nih mas? 100 juta saja ya. Itu kan ada yang lecet. Joknya juga sudah agak kusam.”

Arif : “Kalau 100 juta sih masih kejauhan mas. Gak cukup buat DP mobil baru.”

Sofyan : “Kalau gitu berapa pasnya mas ?”

Arif : “125 juta aja mas. Gak harus dibayar sekali. 3 kali juga bisa mas.”

Sofyan : “Baik mas. Ini saya ada 100 juta. Saya bayar sekarang dulu. Kekurangannya saya bayar bulan depan mas.”

Arif : “Baik mas. Senang berbisnis dengan Anda. Untuk surat-suratnya saya berikan setelah pelunasan ya mas.”

Sofyan : “Ok mas. Senang juga berbisnis dengan Anda.”

21. Contoh Teks Negosiasi Pemecahan Konflik

Dalam hidup bertetangga terkadang akan ada gesekan antar warga satu dengan warga lain. Untuk itu ketika konflik mulai muncul harus segera diselesaikan melalui negosiasi yang saling mengerti dan tidak ada yang dirugikan.

Seperti contoh di bawah ini antara bapak Sumar dan Sarji. Di mana pak Sumar merasa terganggu atas aktivitas renovasi rumah bapak Sarji.

Sumar : “Selamat siang pak Sarji. Mohon maaf sebelumnya. Saya kesini karena saya merasa terganggu dengan aktivitas renovasi rumah pak Sarji yang terlalu berisik.”

Sarji : “Siang pak Sumar. Begitu ya pak. Kalau saya boleh tahu, apa yang salah dengan aktivitas renovasi rumah saya?”

Sumar : “Suara tukang yang sedang menggergaji dan lainnya terlalu bising sehingga saya sulit untuk istirahat siang. Selain itu saya juga punya bayi yang masih kecil dan juga menjadi susah tidur.”

Sarji : “Oh begitu. Kalau begitu saya akan meminta tukang untuk istirahat sejenak dulu. Tapi kalau boleh saya menyarankan pak Sumar dan bayi Bapak untuk tidur di ruang belakang supaya suara aktivitas rumah saya tidak mengganggu. Bagaimana Pak?”

Sumar : “Ide bagus. Cukup adil. Terima kasih atas pengertiannya, pak Sarji.”

Sarji : “Sudah semestinya begitu pak. Kita kan sudah bertetangga cukup lama. Sudah seharusnya untuk selalu guyub rukun dan saling mengerti.”

Sumar : “Sekali lagi terima kasih pak. Saya pamit dulu. Nanti saya tutup pintu sama jendela juga agar suaranya tidak masuk ke rumah saya.”

Sarji : “Silakan Pak.”

22. Contoh Teks Negosiasi 2 Orang

Contoh teks negosiasi di bawah ini adalah dialog antara 2 orang. Satu orang yang sedang mencari koper bernama Wawan dan seorang penjual koper.

Wawan : “Permisi mas. Saya lagi nyari koper nih.”

Penjual : “Oh ya mas. Ada mas. Bisa dilihat di deretan khusus koper. Atau mungkin mas sedang mencari koper dengan spesifikasi tertentu?”

Wawan : “Saya rencana akan melanjutkan kuliah di luar negeri, tepatnya di Inggris. Jadi saya cari koper yang kapasitasnya cukup besar.”

Penjual : “Keren mas. Selamat ya. Oiya, untuk ke negara-negara di Eropa, kami sarankan mas menggunakan koper yang dilengkapi fasilitas kunci TSA.”

Wawan : “Kunci TSA? Apaan itu mas?”

Penjual : “TSA adalah kependekan dari Transportation Security Administration.  Umumnya di bandara negara-negara Eropa petugas akan memeriksa koper demi kepentingan keamanan dan kalau koper tidak pakai TSA, petugas akan membobol paksa untuk membuka koper. Dan tentu koper akan rusak.”

Wawan : “Wah repot juga ya mas kalau kopernya gak pake TSA? Kalau begitu saya ambil koper yang ada TSA mas.”

Penjual : “Kami ada koper kunci TSA. Tapi memang harganya lebih mahal dari koper biasa.”

Wawan : “Tidak apa-apa. Di sini ada ukuran berapa saja mas?”

Penjual : “Kami ada ukuran 18, 20, 24, dan 28 inchi.”

Wawan : “Kalau begitu saya ambil yang paling besar saja ukuran 28 inchi. Berapa harganya mas?”

Penjual : “Untuk ukuran paling besar harganya 3 juta mas. Tapi beruntungnya sekarang sedang ada program diskon.”

Wawan : “Diskonnya berapa mas? Berapa nanti jadinya harganya?”

Penjual : “Diskonnya 50 % mas sehingga harga akhir adalah 1,5 juta.”

Wawan : “Boleh saya lihat bagian dalam kopernya mas?”

Penjual : “Boleh mas. Ini bagian dalamnya. Ada beberapa ruangan ada di dalamnya. Oiya kak, kalau mas beli koper ini ada bonus hanger pakaian 1 set.”

Wawan : “Wah, menarik sekali. BTW, harganya bisa kurang gak mas?”

Penjual : “Mohon maaf tidak bisa mas. Kan tadi sudah didiskon 50 %.”

Wawan : “Ya sudah deh. Saya ambil yang warna biru mas.”

Penjual : “Baik. Saya ambil dulu. Silakan bayar di kasir mas. Nanti kopernya ambil di kasir.”

Wawan : “OK”

23. Contoh Teks Negosiasi 4 Orang

Negosiasi terkadang tidak hanya melibatkan 2 orang. Seperti yang ada pada contoh di bawah ini antara 4 sahabat yang sedang ingin berlibur.

Sardiman : “Udah lama kita gak jalan-jalan nih. Liburan kemana gitu yuk?”

Reno : ” Mau ke pantai lagi?”

Said : “Pantai bagus mana yang belum kita datangi ya?”

Latif : ” Ke pantai lagi? Mendingan ke alam terbuka saja biar seger.”

Sardiman : “Bener juga Tif. Sudah lama juga gak naik ke gunung.”

Reno : “Bikin capek kalau naik gunung. Biayanya juga lumayan gede.”

Said : “Kamu itu Ren. Dicoba dulu saja. Gak capek-capek amat kok. Lagi pula kamu belum pernah naik gunung kan?”

Latif : “Iya nih si Reno. Santai saja bro. Biayanya cukup terjangkau kok.”

Sardiman : “Kalau begitu kita naik gunung yang jangan terlalu tinggi dan jalurnya mudah dulu. Gunung Prau misalnya.

Reno : “Berapa biayanya?”

Sardiman : “Cukup terjangkau lah. Gak nyampe 500 ribu. Biar enak kita nge-camp malamnya. Biar tidak terlalu capek naik-turun langsung.”

Latif : “Boleh juga tuh. Lagian sudah lama juga kita gak menghabiskan malam bersama-sama.”

Said : “Lebay kamu ah.”

Latif : “ha ha ha ”

Sardiman : “Jadi gimana Ren? Setuju gak kamu?”

Reno : “Setuju aja sih.”

Said : “Gitu dong. Besok kita persiapan perlengkapan sama estimasi budget.”

Sardiman, Reno, Latif : “OK. Siappp.”

24. Contoh Teks Negosiasi 3 Orang

Noval : “Guys, hari ini kita mau hang out kemana nih?”

Sahrul : “Ke Rumah Said?”

Erwin : “Hari ini dia kerja. Jam segini pastinya belum pulang.”

Noval : “Mau kemana jadinya? Ke tempat biasa? Apa gak bosen di situ terus?”

Sahrul : “Kemana lagi dong? Win, kamu ada saran gak?”

Erwin : “Gimana kalau ke Warung Stasiun?”

Noval : “Tempatnya gimana? Nyaman gak?”

Sahrul : “Ada makanan ringannya gak?

Erwin : “Kecil sih tempatnya. Kalau makanan ringan sepertinya ada. Atau kita cari pilihan lain saja.”

Noval : “KFC?”

Sahrul : “Bosen juga saya.”

Erwin : “Kalau gitu ke Sabin saja gimana?”

Sahrul : “Udah buka jam segini?”

Noval : “Biasanya sudah.”

Erwin : “Ayo gasss aja langsung.”

Noval : “Kamu gimana Rul?”

Sahrul : “Ayo aja.”

Noval : “Meluncurrr.”

25. Contoh Teks Negosiasi Formal

Negosiasi formal sering terjadi antar pejabat seperti presiden, raja, atau perdana menteri. Seperti contoh di bawah ini antara presiden Rusia Vladimir Putin dengan perdana menteri Kanada Justin Trudeau.

Vladimir Putin : “Senang berjumpa dengan Anda. Bagaimana perjalanan Anda? Menyenangkan?”

Justin Trudeau : “Senang juga berjumpa dengan Anda. Perjalanan kali ini sungguh mengesankan. Negara Anda sudah banyak mengalami kemajuan. Sungguh berbeda dengan 7 tahun silam saat pertama kali saya berkunjung kesini.”

Vladimir Putin : “Begitulah Pak. Perkembangan teknologi dalam skala global ikut merubah perkembangan negara kami. Namun saya salut dengan negara Anda. Sekalipun wilayah negara Anda tidak begitu luas, namun warganya hidup makmur.”

Justin Trudeau : “Itu yang tampak dari luar pak presiden. Negara kami juga memiliki banyak masalah. Terutama terkait keamanan negara. Mengingat jumlah penduduk kami terbilang sedikit dan mayoritasnya adalah pengusaha sehingga kami sangat kekurangan pasukan untuk menjaga keamanan negara.”

Vladimir Putin : “Anda terlalu merendah pak perdana menteri. Bagaimanapun juga sebagian besar alutsista kami adalah produksi negara Anda. Jadi saya yakin negara Anda memiliki kemanan yang bagus.”

Justin Trudeau : “Sebetulnya kami saat ini cukup khawatir dengan penyebaran terorisme yang semakin tidak terkendali, pak presiden. Biro intelijen kami kekurangan SDM. Apa guna peralatan canggih kalau tidak ada yang mengoperasikannya.”

Vladimir Putin : “Saat ini terorisme memang mulai tumbuh dan merebak dimana-mana dan cukup sulit dideteksi pergerakannya. Negara kami juga sebenarnya mengalami permasalahan yang sama.”

Justin Trudeau : “Oleh karena itu kita perlu melakukan kerjasama untuk penanggulangan terorisme di negara kita.”

Vladimir Putin : “Saya sangat setuku dan menyambut rencana kerjasama ini.”

Justin Trudeau : “Sebagaimana bapak presiden ketahui, negara kami memiliki peralatan canggih yang telah kami kembangkan akhir-akhir ini. Peralatan ini terhubung dengan satelit yang bisa membnatu untuk memantau pergerakan yang mencurigakan di titik-titik tertentu. Negara Anda yang wilayahnya luas pasti membutuhkan alat seperti ini.”

Vladimir Putin : “Anda benar pak Justin. Saat ini kami memiliki ribuan agen intelijen keamanan yang kami sebar di seluruh dunia. Jika memang diperlukan, kami bisa menugaskan agen kami dan menempatkannya di negara Anda untuk bekerjasama di bawah komando agen negara Anda.”

Justin Trudeau : “Memang itu yang kami harapkan. Semua kerjasama ini untuk menjaga keamanan negara kita dari segala macam bentuk terorisme.”

Vladimir Putin : “Saya sepakat pak Justin. Negara kita dalam akan melakukan kerjasama dalam bidang keamanan dalam 10 tahun ke depan. Sekalipun kita sudah tidak menjabat lagi, perjanjian ini akan tetap berlaku sesuai waktu yang ditentukan.”

Justin Trudeau : “Baik pak presiden. Saya sepakat.”

Vladimir Putin : “Saya kira kita sudah menemukan solusi terkait hal ini. Selain masalah penanganan terorisme, apakah Anda ingin bekerjasama dengan negara kami dalam hal lain?”

Justin Trudeau : “Tentu pak presiden. Kami juga membutuhkan suplai bahan makanan dan barang-barang industri dasar dari negara Anda yang dilimpahi kekayaan alam luar biasa.”

Vladimir Putin : “Kami siap untuk itu. Sebenarnya negara kami sedang membutuhkan investor untuk pengembangan ekonomi di beberapa wilayah industri pertanian yang baru kami bangun.”

Justin Trudeau : “Tentu kami siap. Karena kebetulan kami sedang ingin investasi di industri pertanian. Negara Anda sudah waktunya memulai pertanian dengan modern untuk meningkatkan hasil produksi dengan pemanfaatan teknologi pertanian termutakhir. Kami memiliki banyak laboratorium-laboratorium untuk penelitian berbagai jenis tanaman agar bisa diproduksi secara lebih maksimal. Jika ini bisa berhasil, maka negara Anda akan mampu memiliki produksi hasil pertanian berlipat-lipat. Tentu ini sangat menguntungkan kami karena kami juga membutuhkan hasil pertanian dari negara Anda.”

Vladimir Putin : “Betul pak Justin. kami memang sangat minim untuk tenaga ahli dalam bidang ini dan peralatan laboratorium pertanian kami perlu diupgrade.”

Justin Trudeau : “Baik pak presiden. Saya kira kerjasama ini akan sangat menguntungkan bagi kedua negara.”

Vladimir Putin : “Bagaimana jika kerjasama dalam bidang pertanian ini kita lakukan selama 25 tahun ke depan?”

Justin Trudeau : “Saya setuju, pak presiden.”

Vladimir Putin : “Sepertinya sudah waktunya kita makan siang sebelum kita lanjutkan dengan panandatanganan kerjasama ini dan agenda lainnya. Kami telah menyiapkan aneka jenis masakan khas negara kami. Ada puluhan masakan khas kami yang harus Anda coba.”

Justin Trudeau : “Baiklah pak presiden. Saya juga sudah tidak sabar untuk mencicipi masakan khas negara Anda.”

Vladimir Putin : “Mari pak Justin. Kita pergi ke ruang makan utama istana kepresidenan kami.”

Justin Trudeau : “Ayo tunggu apalagi.”