Posted on

Lobster | Udang Karang

Mengenal, mengetahui serta memahami Lobster (Udang Karang) air laut.

Bentuk lobster hampir sama dengan udang lainnya, namun lobster atau udang karangmemiliki kulit yang keras (mengandung zat kapur).

Di kepala ada 2 buah antena panjang yang berfungsi melindungi diri dari predator. Selain itu, di bagian kepala ada 2 buah tanduk pendek yang melengkung.

Di bagian kaki bentuknya hampir sama dengan kepiting.

Lobster Air laut (Udang Karang) bergerak di dasar laut dengan menggunakan kakinya, sesekali berenang secara mundur dengan menggunakan kibasan ekornya.

Adapun kebiasaan lobster air laut, diantaranya:

Makanan
Lobster (Udang karang) air laut suka memakan daging  ikan segar, rumput laut, kepiting dan sebagainya. Lobster tidak menyukai daging ikan busuk.

Aktivitas
Lobster atau udang karang laut mulai bergerak untuk mencari makanan pada saat matahari mulai terbenam dan berhenti beraktifitas aktivitas sebelum matahari terbit. Namun, jika air laut keruh, lobster (udang karang) keluar mencari makan.

Pertumbuhan
Lobster air laut berkembang biak dengan cara bertelur. Lobster meletakkan telur di dasar perutnya, sama seperti kepiting yang meletakkan telurnya di bagian bawah perut.

Lobster laut sangat lamban dalam pertumbuhan. Lobster memakan waktu antara 3-7 bulan untuk menambah berat 1 ons, tergantung makanan dan daerahnya.

Lobster air laut (Udang Karang) memiliki 4 jenis dan dapat  dibedakan dari warnanya, antara lain:

1. Lobster Pakistan

Lobster jenis Pakistan adalah lobster yang suka mengembara, berpindah-pindah tempat untuk mencari makan. Lobster Pakistan dapat  ditemukan di kedalaman 4 meter-500 meter.

Jenis ini juga ditemukan di dasar laut yang terdapat bebatuan karang, atau pasir. Penangkapan lobster adalah pekerjaan saya sebagai nelayan, jadi paham betul daerah mana yang terdapat Udang Karang.

2. Lobster Batu atau Kombet
Lobster jenis batu memiliki bentuk tubuh yang agak pendek dari spesies lain dan warnanya coklat kehitam-hitaman.
Batu Lobster ditemukan di perairan dangkal, pada kedalaman 4 meter-50 meter. Selain itu, Lobster Stone juga banyak ditemukan di terumbu karang besar.

3. Lobster Bambu
Lobster bambu diwarnai menjadi warna, di bagian kepala ada rona hitam. Mirip dengan lobster merah, lobster bambu juga memiliki kebiasaan berpindah tempat. Lobster jenis ini juga sering ditemui antara bebatuan dan dasar laut berpasir.
Lobster (Udang Karang) air laut adalah udang yang sangat sensitif terhadap lingkungannya.

4. Lobster Mutiara
Lobster yang satu ini benar-benar seindah namanya. Lobster mutiara memiliki warna khas dari jenis lobster lainnya.
Warna Lobster Mutiara memiliki banyak corak warna  seperti yang terlihat di ata ini. Lobster mutiara biasanya ditemukan di pinggir laut berbatu atau terumbu karang besar di kedalaman 4 meter-100 meter.
Menurut pengalaman saya sebagai nelayan Lobster atau udang karang air laut.

Manfaat makan seafood Lobster (Udang Karang) air laut.

* Omega 3
Omega 3 yang merupakan kombinasi antara EPA dan DHA bermanfaat sebagai antidepresan. Lemak omega 3 baik untuk perkembangan sel otak dan meningkatkan kemampuan otak.
Ini bisa menurunkan kolesterol, mengurangi penyakit jantung dan mengurangi risiko pembekuan darah.

  • Thiamin (Vitamin B1)
    Vitamin B1 berperan penting dalam menjaga kesehatan kulit.
  • Riboflavin (Vitamin B2)
    Vitamin B2 berperan dalam pembentukan sel darah merah, glikogen, molekul steroid.
  • Niacin (Vitamin B3)
    Vitamin B3 bermanfaat sebagai antioksidan. Perbaiki sistem pencernaan dan kurangi gangguan pada lambung dan usus.
  • Vitamin B6
    Vitamin B6 adalah pyridoxine yang sangat bermanfaat untuk pertumbuhan tubuh.
  • Vitamin B12
    Vitamin B12 berperan dalam kesehatan sel saraf. Memainkan peran penting dalam pembuatan DNA manusia dan RNA.
  • Vitamin E
    Vitamin E yang terkandung dalam lobster air laut berperan penting dalam menjaga kesehatan kulit, mata, sel darah merah dan hati.
  • Kalsium
    Kalsium sangat berguna untuk metabolisme tubuh, koneksi syaraf, kerja jantung, gerakan otot, menjaga keseimbangan cairan tubuh, mencegah osteoporosis, menyeimbangkan tingkat keasaman darah.
  • Besi
    Besi dikenal sebagai mineral utama yang membentuk sel darah merah.
  • Folat
    Kekurangan mineral ini bisa menyebabkan anemia (kekurangan darah) 

 

  • Magnesium
    Tekanan darah rendah, membantu menjaga kekuatan tulang dan membatasi efek radikal bebas.
  • Fosfor
  • Menjaga kesehatan gigi dan gusi, serta sintesis DNA dan penyerapan kalsium bagi tubuh.
  • Seng (seng)
    Berguna untuk kesehatan kulit, menjaga kadar gula dalam darah dan sangat penting bagi perkembangan anak.

Hits: 14