Berapa lama susu bubuk kaleng bertahan setelah kemasan dibuka

Susu formula telah lama menjadi salah satu sumber nutrisi tambahan bagi anak-anak. Pemberiannya memang penuh dengan aturan. Selain sangat tidak dianjurkan untuk diberikan pada anak usia di bawah 1 tahun, pembuatan susu juga harus dilakukan dengan benar. Begitu pula dengan cara penyimpanannya. Mengingat ketahanan susu formula yang cukup pendek, para orang tua pun harus cermat dalam menyimpan susu ini. Tapi tidak perlu cemas. Entah itu Susu Morinaga atau susu apapun, tips menyimpan susu bubuk berikut ini bisa membantu menjaga daya tahan susu.

Simpan Dalam Tempat yang Kedap Udara

Jika Anda membeli susu bubuk dalam kemasan plastik atau kardus, segera pindahkan susu formula tersebut ke kaleng susu atau toples yang mampu menjaganya dari paparan udara luar. Intinya, simpan di tempat yang rapat dan kedap udara. Hal ini dimaksudkan agar susu terlindung dari bakteri yang bisa merusak susu bubuk tersebut.

Hindari Penggunaan Tempat yang Tembus Pandang

Sangat tidak dianjurkan menyimpan susu formula bubuk pada toples yang tembus pandang. Toples seperti ini mungkin terlihat menarik dan cukup rapat. Tapi susu yang disimpan dalam toples tembus pandang sebenarnya justru lebih rentan rusak. Kalau memang tidak ada tempat menyimpan yang lain, Anda sebaiknya melapisi toples tersebut dengan kertas atau bahan lain agar cahaya tidak masuk ke dalamnya.

Jangan Menyimpan di Lemari Es

Beberapa makanan memang lebih awet saat disimpan di dalam lemari es. Namun beda halnya dengan susu formula seperti Susu Morinaga atau yang lainnya. Karena menyimpan susu di tempat lembab seperti ini justru membuat susu menggumpal dan mudah rusak.

Jangan Simpan Susu Formula Bubuk Lebih Dari 2 Minggu

Setelah dibuka, susu formula bubuk sebaiknya segera dihabiskan tidak lebih dari 2 minggu. Ada juga beberapa susu bubuk yang bisa bertahan selama 1 bulan setelah dibuka. Namun untuk amannya, segera habiskan susu tersebut sebelum batas pemakaiannya tercapai.

Menyimpan susu formula dengan cara yang benar akan memperpanjang daya tahannya. Susu tidak akan cepat basi. Begitu pula dengan nutrisi yang terkandung di dalamnya. Namun jika Anda menginginkan susu formula yang mengandung gizi seimbang, Susu Morinaga pasti salah satunya.

Salam,

KALCare

KOMPAS.com - Tidak seperti jenis susu lain yang basah dan cair, susu bubuk dikenal sebagai susu kering yang memiliki daya simpan lebih lama.

Susu bubuk bisa diseduh menggunakan air panas atau dicampurkan langsung dalam resep pembuatan kue.

Jika kamu memiliki susu bubuk, tetapi jarang menggunakannya, simak lima cara menyimpan susu bubuk yang bisa kamu lakukan di rumah.

Melansir dari The Spruce Eats, berikut lima cara menyimpan susu bubuk agar tahan lama dan tetap berkualitas baik.

Baca juga: Hari Susu Sedunia 2021, Sejak Kapan Mulai Dirayakan?

1. Simpan dalam kemasan asli

Susu bubuk biasanya dijual dalam bentuk kemasan atau karton dengan menggunakan plastik sebagai wadah utamanya.

Jika tidak ingin menggunakan susu bubuk dalam waktu dekat, biarkan susu bubuk berada di kemasan aslinya.

Susu bubuk dalam kemasan bisa bertahan lebih lama karena akan bebas dari kelembaban dan oksigen.

Baca juga: Mengenal Sejarah Susu dalam Rangka Hari Susu Sedunia 2021

SHUTTERSTOCK/DRAGANA GORDIC Ilustrasi susu bubuk untuk bayi.

2. Simpan dalam wadah tertutup

Setelah dibuka dan digunakan, kamu bisa menyimpan kembali susu bubuk dalam wadah tertutup.

Kalau kamu memindahkannya ke dalam wadah atau kantong plastik penyimpanan, tentu umur simpan susu bubuk tidak bisa seperti saat masih di dalam kemasan.

Aturan praktisnya adalah susu bubuk yang telah dibuka dan disimpan dalam wadah akan tahan selama tiga bulan.

Baca juga: Sejarah Konsumsi Susu di Indonesia, Kapan Mulai Diminum?

3. Jauhkan dari cahaya

Susu bubuk juga akan bertahan lebih lama jika dijauhkan dari cahaya, seperti sinar matahari.

Kamu bisa menyimpan susu bubuk di dalam lemari gelap atau di wadah buram seperti kaleng atau tas Mylar yang terbuat dari alumunium foil. 

Mengutip Kitchen at The Store, tas Mylar adalah kantong kedap udara dan kelembaban yang dianggap sebagai metode penyimpanan bahan pokok kering terbaik dalam jangka panjang.

Jika ingin menyimpan susu kering di dalam tas Mylar, kamu perlu menambahkan pengering di bagian bawah kantong dan penyerap oksigen di bagian atas kantong sebelum menyegelnya.

Pengering dapat mengontrol kelembaban dan penyerap oksigen akan menghilangkan oksigen. Jika disimpan di tempat yang sejuk, susu bubuk bisa bertahan selama 15 tahun. 

Baca juga: Apa Bedanya Susu Segar dengan Susu Murni?

SHUTTERSTOCK/TOBIK Ilustrasi susu bubuk.

4. Simpan dalam ruangan dingin

Suhu penyimpanan merupakan faktor besar lainnya dalam umur simpan susu bubuk. Suhu terbaik untuk menyimpan susu bubuk adalah pada suhu dingin.

Kamu bisa menyimpannya pada suhu 50 derajat fahreinheit atau 10 derajat celsius untuk menjaga rasa terbaik pada susu bubuk.

Rasa susu bubuk bukanlah satu-satunya hal yang berubah seiring berjalannya waktu.

Vitamin dalam susu bubuk juga akan menurun seiring waktu, sedangkan nutrisi lain seperti protein, karbohidrat, dan mineral tetap tidak berubah selama bertahun-tahun.

Baca juga: Cara Simpan Susu Cair Setelah Buka Kemasan, Tahan Sampai 7 Hari

5. Bekukkan susu 

Jika kamu tidak sering menggunakan susu bubuk, coba untuk membekukan susu bubuk sebagai cara penyimpanannya.

Susu bubuk yang sudah beku bisa tetap segar tanpa batas waktu. Pastikan untuk menutup wadah penyimapanan susu bubuk dengan rapat sebelum memasukkannya ke dalam freezer.

Baca juga: Cara Simpan Susu Segar agar Tidak Cepat Basi, Awet sampai 6 Bulan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Ilustrasi./Copyright pexels.com/@towfiqu-barbhuiya-3440682

Saat baru membeli susu perhatikan kondisi kemasan. Baik itu dalam kardus atau kaleng pastikan kondisinya utuh, tidak penyok, robek, kembung, bocor, atau bahkan berkarat. Perhatikan juga tempat display susu, sebisa mungkin pilih di bagian yang tak terkena sinar matahari jika memang membeli di supermarket atau swalayan. Setibanya di rumah, simpan susu bubuk pada kaleng tertutup rapat, agar lebih tahan lama.

Ilustrasi./Copyright pexels.com/@mart-production

Lebih baik lagi jika kemasan yang dipilih adalah yang kedap udara. Susu yang tak disimpan dengan baik akan mudah basi atau kedaluwarsa. Susu yang telah basi biasanya ditandai dengan perubahan partikel pada susu yang menggumpal karena penyerapan uap air dari udara, baunya yang jadi tengik karena oksidasi lemak yang terkena panas, dan warna yang berubah.

Ilustrasi./Copyright pexels.com/@mikhail-nilov

Nah, selain itu kamu juga harus memperhatikan masa guna susu bubuk. Susu bubuk yang sudah dibuka dari kemasan sebaiknya dihabiskan dalam jangka waktu 6 bulan. Alangkah lebih baiknya juga tidak membuang alumunium foil (jika susu bubuk dalam kemasan kardus). Lipat saja alumunium foilnya dan masukkan dalam wadah atau stoples kedap udara.

Semoga informasi ini bermanfaat ya. Sekarang tak perlu lagi khawatir susu bubuk akan cepat menggumpal untuk disimpan di rumah.